Pasukan Gajah BKSDA Aceh Turun ke Pidie Jaya Bersihkan Puing Banjir

Last Updated: 10 December 2025, 00:19

Bagikan:

Pasukan Gajah BKSDA Aceh dikerahkan membersihkan puing banjir bandang di permukiman warga Pidie Jaya sebagai upaya percepatan pemulihan pascabencana. Sumber gambar: ANTARA/Rahmat Fajri
Table of Contents

Pasukan Gajah BKSDA Aceh Turun ke Pidie Jaya Bersihkan Puing Banjir

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan “pasukan spesial” berupa empat gajah jinak untuk membantu pembersihan wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Keempat gajah tersebut bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni yang berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sare, Aceh Besar (ANTARA News, 2025).

Langkah ini diambil karena sejumlah titik terdampak tidak dapat dimasuki alat berat akibat jalur sempit dan kondisi medan yang masih labil pascabanjir, sehingga tenaga gajah dinilai lebih efektif untuk mengangkut material berat (DetikNews, 2025).

Pasukan Gajah BKSDA di Meunasah Bie

Operasi pembersihan difokuskan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, salah satu kawasan pemukiman yang mengalami kerusakan cukup parah. Kayu gelondongan, lumpur, dan sisa bangunan menutup akses jalan serta halaman rumah warga, membuat proses normalisasi berjalan lambat tanpa bantuan tambahan (ANTARA News, 2025).

Kepala KSDA Wilayah Sigli menjelaskan bahwa keempat gajah sudah terlatih untuk menangani pekerjaan pemindahan kayu serta material berat. Mereka mampu menjangkau lokasi-lokasi sempit tanpa merusak struktur rumah warga yang masih berdiri.

Tugas Utama Gajah: Bersihkan Puing & Buka Akses

Peran utama gajah adalah mengangkat sisa kayu, batang pohon, dan material bencana lain yang menumpuk di permukiman warga. Dengan kapasitas angkut besar serta kestabilan gerak, gajah dianggap aman digunakan di jalur sempit yang tidak memungkinkan dilalui alat berat (DetikNews, 2025).

Selain memindahkan puing, para gajah juga ditugaskan membuka kembali akses jalan desa agar distribusi bantuan logistik dan aktivitas warga dapat kembali berjalan. Pihak BKSDA menyiagakan gajah sebagai cadangan evakuasi bila ditemukan korban atau warga yang memerlukan pemindahan darurat (ANTARA News, 2025).

Perhatian terhadap Kesejahteraan Satwa

BKSDA Aceh menegaskan bahwa pemanfaatan gajah dalam operasi kemanusiaan tetap memperhatikan standar kesejahteraan satwa. Setiap gajah didampingi mahout profesional, jadwal kerja dibatasi, serta diberikan waktu istirahat dan pemeriksaan kesehatan rutin guna mencegah stres dan kelelahan (DetikNews, 2025).

Respons Publik

Aksi pengerahan gajah menarik perhatian publik. Dokumentasi kegiatan tersebut ramai dibagikan di media sosial dan menuai respons positif karena dinilai unik sekaligus membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak. Namun ada pula kelompok pemerhati satwa yang mengingatkan agar pekerjaan berat tetap dibatasi demi menjaga kesehatan gajah (Komparatif, 2025).

Kolaborasi Pemulihan Pidie Jaya

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, BPBD, relawan, serta BKSDA Aceh berkolaborasi melakukan pembersihan puing, pembukaan akses, dan distribusi bantuan. Kehadiran Pasukan Gajah BKSDA menjadi pelengkap upaya lapangan, khususnya di area yang tidak terjangkau alat berat.

Pengerahan Pasukan Gajah BKSDA ke Pidie Jaya membuktikan bahwa konservasi satwa dapat berjalan seiring dengan misi kemanusiaan, selama dilakukan dengan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan dan keselamatan warga.

Ikuti berbagai laporan terbaru tentang penanganan bencana dan isu lingkungan di seluruh Indonesia dengan membaca berita lain di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /