Ojol Tewas Terlindas Brimob Saat Demo 28 Agustus

Last Updated: 29 August 2025, 00:58

Bagikan:

Suasana ricuh di depan Gedung DPR saat demo 28 Agustus 2025 yang berujung tragedi menimpa driver ojek online. Sumber gambar: TvOne News
Table of Contents

Ojol Tewas Terlindas Brimob Saat Demo 28 Agustus

Unjuk rasa buruh dan mahasiswa pada 28 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR RI yang semestinya menjadi ruang demokrasi justru berakhir duka. Massa aksi yang menuntut hak-hak pekerja malah dihadapkan dengan tindakan represif aparat. Situasi ricuh membuat seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban jiwa setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa ini menambah deretan bukti bahwa suara rakyat masih sering dibungkam dengan cara-cara kekerasan.


Jalannya Aksi

Tuntutan Buruh dan Mahasiswa

Sejak pagi, ribuan buruh dari berbagai serikat bersama mahasiswa berkumpul di depan kompleks DPR. Mereka menuntut penghapusan sistem kerja kontrak, penetapan upah layak, dan revisi undang-undang ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja. Aksi berlangsung damai hingga sore, dengan orasi dan yel-yel yang menggema di depan gedung rakyat.

Ricuh Karena Tindakan Aparat

Menjelang malam, suasana berubah mencekam. Aparat kepolisian melepaskan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa. Alih-alih mereda, tindakan ini justru memicu bentrokan. Sejumlah pendemo melawan dengan lemparan botol dan petasan. Kericuhan yang terjadi bukan hanya melukai demokrasi, tetapi juga memakan korban nyata di lapangan.


Tragedi Ojol Korban Rantis Brimob

Kronologi Kejadian

Sekitar pukul 19.40 WIB, di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, sebuah kendaraan taktis Brimob jenis Baracuda melaju di tengah kerumunan. Seorang pengemudi ojol bernama Affan Kurniawan terjatuh dari motornya dan langsung terlindas. Peristiwa ini terekam dalam video amatir dan viral di media sosial. Tragedi ini menunjukkan betapa nyawa rakyat kecil seringkali terabaikan dalam pengamanan aksi.

Identitas Korban

  • Affan Kurniawan – driver ojol, meninggal dunia usai terlindas rantis.

  • Umar (asal Sukabumi) – driver ojol lainnya, selamat meski terluka.

Keduanya bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan warga biasa yang terjebak di tengah pengamanan aparat. Hal ini memperlihatkan bahwa siapa pun bisa menjadi korban ketika kekerasan dijadikan alat menghadapi rakyat.


Suara dari Pihak Pendemo

Kecaman Terhadap Aparat

Bagi buruh dan mahasiswa, insiden ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi bentuk nyata represifitas aparat terhadap rakyat. Mereka menilai bahwa penggunaan kendaraan taktis di tengah kerumunan manusia merupakan tindakan gegabah yang mengabaikan keselamatan warga sipil.

Tuntutan Keadilan

Aliansi buruh dan mahasiswa mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Propam Polri harus melakukan penyelidikan independen dan menindak tegas anggota yang bertanggung jawab. Keluarga korban pun berhak mendapat keadilan, bukan sekadar permintaan maaf dari pejabat.


Reaksi Pemerintah

Pihak Istana melalui Mensesneg menyampaikan permintaan maaf dan menyerukan aparat agar lebih sabar serta berhati-hati dalam bertugas. Kapolri juga mengucapkan bela sungkawa. Namun bagi massa aksi, permintaan maaf tidak cukup. Mereka menuntut perubahan nyata dalam pola pengamanan aksi dan penghentian pendekatan represif terhadap demonstran.


Tragedi 28 Agustus 2025 menjadi catatan kelam perjuangan buruh dan mahasiswa. Seorang ojol bernama Affan Kurniawan meregang nyawa bukan karena kesalahan dirinya, melainkan akibat kelalaian aparat dalam mengamankan aksi. Peristiwa ini menegaskan bahwa perjuangan untuk keadilan sosial belum selesai. Ikuti terus berita dan perkembangan perlawanan rakyat hanya di Garap Media, suara dari rakyat untuk rakyat.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /