OJK Hukum Pelaku Goreng Saham Rp5,7 Miliar

Last Updated: 20 February 2026, 21:34

Bagikan:

Skandal Goreng Saham Terbongkar, OJK Jatuhkan Denda Rp5,7 Miliar
Table of Contents

Jakarta — Praktik “goreng saham” yang selama ini sering menjadi rumor di kalangan investor akhirnya kembali terbukti nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi tegas berupa denda total Rp5,7 miliar kepada sejumlah pihak yang dinilai melakukan manipulasi perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

Keputusan ini bukan sekadar penegakan hukum biasa. Bagi banyak investor ritel, kasus ini menjadi pengingat bahwa pergerakan harga saham yang terlihat “menjanjikan” tidak selalu mencerminkan kondisi pasar sebenarnya.

Kronologi OJK Hukum Pelaku Goreng Saham yang Terungkap

Menurut hasil pemeriksaan regulator, praktik manipulasi terjadi dalam transaksi saham milik PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) selama periode panjang, yakni dari tahun 2016 hingga 2022.

OJK menemukan adanya pola transaksi yang dilakukan secara terstruktur melalui berbagai rekening efek. Aktivitas tersebut menciptakan kesan bahwa saham diperdagangkan secara aktif dan diminati pasar, padahal pergerakan harga diduga telah diarahkan sebelumnya.

Model transaksi semacam ini dikenal luas sebagai praktik “goreng saham”, strategi untuk menaikkan harga secara artifisial sebelum akhirnya dilepas ke pasar.

Modus yang Digunakan: Banyak Rekening, Satu Kendali

Dalam investigasinya, OJK mengungkap penggunaan puluhan rekening efek untuk menjalankan transaksi. Beberapa pihak yang dikenai sanksi meliputi perusahaan investasi PT Dana Mitra Kencana serta dua individu berinisial MLN dan UPT.

Skema yang digunakan termasuk praktik “patungan saham”, di mana pihak tertentu menyediakan dana pembelian saham melalui berbagai akun berbeda. Setelah harga naik, saham dijual dan keuntungan dikembalikan kepada pengendali dana.

Bagi investor biasa, aktivitas ini tampak seperti lonjakan minat pasar alami, padahal sebenarnya merupakan transaksi yang telah dirancang.

Mengapa Kasus OJK Hukum Pelaku Goreng Saham Berbahaya?

Manipulasi pasar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap investasi saham.

Investor ritel sering kali masuk ketika harga sedang naik tajam karena takut ketinggalan peluang (fear of missing out). Namun ketika harga kembali turun, merekalah yang menanggung kerugian terbesar.

OJK menilai praktik tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Pasar Modal yang melarang penciptaan transaksi semu maupun pengendalian harga efek secara tidak wajar.

Sinyal Keras bagi Pelaku Pasar Modal

Langkah penegakan hukum ini dinilai sebagai pesan jelas dari regulator bahwa pengawasan pasar modal semakin ketat, terutama di tengah lonjakan jumlah investor baru di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Penindakan terhadap manipulasi saham diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih transparan, adil, dan berkelanjutan. Di sisi lain, kasus ini juga menjadi alarm bagi masyarakat untuk tidak mudah tergoda saham yang tiba-tiba melonjak tanpa fundamental yang kuat.

Dampak OJK Hukum Pelaku Goreng Saham bagi Investor

Langkah penegakan hukum ini menjadi sinyal bahwa pengawasan pasar modal semakin ketat di tengah pertumbuhan investor baru di Indonesia. Kasus ojk hukum pelaku goreng saham juga menjadi alarm agar masyarakat tidak mudah tergoda saham yang melonjak tanpa fundamental kuat.

Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

Kasus ini menunjukkan satu hal penting: kenaikan harga saham tidak selalu berarti perusahaan sedang berkembang.

Investor disarankan untuk:

  • mempelajari fundamental perusahaan,

  • menghindari keputusan investasi berbasis tren semata,

  • serta memahami risiko manipulasi pasar.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mulai berinvestasi, literasi keuangan menjadi benteng utama agar investor tidak terjebak euforia pasar.

Penutup

Denda Rp5,7 miliar terhadap pelaku manipulasi saham menjadi sinyal kuat bahwa praktik goreng saham tidak lagi dianggap pelanggaran ringan.

Namun pertanyaan besarnya masih tersisa: Apakah ini akhir dari manipulasi pasar, atau baru permulaan pembongkaran yang lebih besar?

Kepercayaan investor kini bergantung pada satu hal: konsistensi penegakan hukum.

Sumber Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /