Nilai TKA SMA 2025 Anjlok, DPR Desak Evaluasi Total Pendidikan Nasional

Last Updated: 23 December 2025, 23:19

Bagikan:

Nilai TKA SMA 2025
Nilai TKA SMA 2025 kembali jadi sorotan publik setelah capaian Matematika dan Bahasa Inggris dinilai masih jauh dari harapan, mendorong DPR mendesak evaluasi serius sistem pendidikan nasional. Sumber gambar: Kominfo Jatim
Table of Contents

Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen nasional pengganti Ujian Nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa tanpa menentukan kelulusan. TKA menekankan pemahaman konsep, penalaran, dan berpikir kritis.

Kemendikdasmen menyebut hasil TKA 2025 akan digunakan sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan serta dasar penyusunan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dan daerah (ANTARA News, 2025).

Rata-rata Nilai TKA SMA 2025 Jadi Sorotan

Gambaran Umum Nilai Nasional

Berdasarkan pemberitaan media nasional dan lokal, rata-rata nilai TKA SMA 2025 menunjukkan capaian yang relatif rendah pada mata pelajaran inti. Kondisi ini menjadi dasar sorotan publik dan DPR RI terhadap kualitas pendidikan nasional.

Rincian Rata-rata Nilai Mata Pelajaran

Adapun rincian rata-rata nilai TKA SMA 2025 adalah sebagai berikut:

  • Bahasa Inggris: sekitar 20–24,9, menjadi nilai terendah secara nasional dan menunjukkan lemahnya penguasaan bahasa asing siswa SMA (Tempo.co, 2025; Padek Jawapos, 2025).
  • Matematika: sekitar 36,1, menandakan masih rendahnya kemampuan numerasi dan penalaran logis peserta didik (Padek Jawapos, 2025).
  • Bahasa Indonesia: sekitar 55, relatif lebih baik dibanding mata pelajaran lain, namun masih memerlukan penguatan literasi (ANTARA News, 2025).
  • Mata pelajaran pilihan tertentu: berada di kisaran 70, menunjukkan capaian lebih tinggi dibanding mata pelajaran wajib (Padek Jawapos, 2025).

Rendahnya nilai pada Bahasa Inggris dan Matematika menjadi perhatian utama karena kedua mata pelajaran tersebut merupakan fondasi penting dalam pendidikan menengah dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

Secara khusus, Bahasa Inggris mencatat nilai rata-rata terendah karena sebagian besar soal TKA dirancang untuk menguji pemahaman bacaan panjang, kemampuan inferensi, serta analisis konteks, bukan sekadar penguasaan kosakata. Banyak siswa dinilai belum terbiasa dengan model soal yang menuntut pemikiran analitis dan pemahaman makna implisit, sehingga berdampak langsung pada rendahnya skor (Tempo.co, 2025).

Sementara itu, rendahnya nilai Matematika mencerminkan masih lemahnya kemampuan numerasi dan penalaran logis siswa. Soal-soal Matematika dalam TKA menekankan pemahaman konsep dan penerapan dalam konteks kehidupan sehari-hari, bukan perhitungan rutin. Kondisi ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di sekolah masih cenderung berorientasi pada hafalan rumus, bukan pemahaman konsep mendalam (Padek Jawapos, 2025).

Adapun Bahasa Indonesia memiliki rata-rata nilai yang relatif lebih baik dibanding dua mata pelajaran lainnya. Namun, capaian tersebut tetap dinilai belum ideal karena kemampuan literasi siswa masih perlu diperkuat, terutama dalam memahami teks argumentatif dan ekspositori yang kompleks. Pemerintah menilai penguatan literasi membaca harus menjadi fokus utama perbaikan pembelajaran ke depan (ANTARA News, 2025).

DPR RI Desak Evaluasi Total Pendidikan

Alarm Keras Dunia Pendidikan

Komisi X DPR RI menilai hasil TKA 2025 sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan nasional. Rendahnya nilai pada mata pelajaran inti dianggap menunjukkan perlunya evaluasi kurikulum, metode pembelajaran, serta kesiapan tenaga pendidik.

DPR juga menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah dan mendorong pemerintah memperkuat pemerataan sarana serta kualitas pengajaran di seluruh daerah (Radar Tuban, 2025; MoeslimChoice.com, 2025).

Faktor Penyebab Nilai TKA Rendah

Rendahnya nilai TKA SMA 2025 dipengaruhi karakter soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Banyak siswa belum terbiasa dengan soal analitis karena pembelajaran masih berfokus pada hafalan.

Selain itu, rendahnya nilai Bahasa Inggris mencerminkan lemahnya penguatan literasi bahasa asing di sekolah, terutama dalam memahami teks dan konteks bacaan (Tempo.co, 2025).

Dampak Nilai TKA bagi Siswa

Meski tidak menentukan kelulusan, hasil TKA berpengaruh strategis karena menjadi salah satu indikator jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Nilai TKA juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah untuk meningkatkan mutu pembelajaran (Detik.com, 2025).

Rendahnya nilai TKA SMA 2025 menunjukkan perlunya pembenahan serius dalam sistem pendidikan nasional. Evaluasi kurikulum, metode pembelajaran, dan pemerataan kualitas pendidikan menjadi langkah penting ke depan.

Ikuti perkembangan berita pendidikan dan kebijakan nasional lainnya hanya di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /