Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang sudah baligh dan mampu. Namun, banyak yang masih bertanya-tanya tentang niat puasa Ramadhan, apakah harus diucapkan setiap hari atau cukup sekali di awal bulan? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang bacaan niat puasa Ramadhan, hukum niat, serta keutamaan dari ibadah ini.
1. Hukum Niat dalam Puasa Ramadhan
Dalam Islam, niat adalah bagian penting dari setiap ibadah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan hadis ini, niat puasa Ramadhan menjadi syarat sahnya puasa. Niat harus dilakukan sebelum waktu fajar, baik dalam hati maupun dengan lafaz yang diucapkan. Mazhab Syafi’i dan Maliki mewajibkan niat setiap malam, sementara mazhab Hanafi memperbolehkan satu niat di awal bulan untuk seluruh puasa Ramadhan.
2. Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Ada beberapa versi bacaan niat puasa Ramadhan yang biasa diamalkan umat Islam. Berikut adalah bacaan niat yang umum:
Bacaan Niat Puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghodin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
3. Waktu Niat Puasa
Niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Berdasarkan hadis ini, para ulama menekankan pentingnya berniat sebelum masuknya waktu Subuh. Namun, dalam puasa sunnah, niat boleh dilakukan setelah Subuh, asalkan belum makan dan minum sejak fajar.
4. Keutamaan Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Menghapus Dosa: Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
- Mendapatkan Pahala Berlipat: Puasa adalah ibadah yang pahalanya langsung diberikan oleh Allah SWT tanpa batas.
- Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, seorang Muslim lebih fokus dalam beribadah.
- Menjaga Kesehatan: Berpuasa juga terbukti memiliki manfaat kesehatan, seperti detoksifikasi tubuh dan meningkatkan sistem imun.
Penutup
Niat puasa Ramadhan adalah bagian penting dari ibadah puasa yang harus dilakukan sebelum fajar. Selain itu, memahami bacaan niat, hukum, dan keutamaannya dapat menambah kualitas ibadah kita selama bulan suci ini.
Tetap ikuti berita dan informasi Islami lainnya hanya di Garap Media!
Referensi
- Kitab Shahih Bukhari dan Muslim
- Situs Kementerian Agama RI
- Buku Fikih Islam karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili
