Nepo Baby di Balik Layar Dunia Hiburan: Privilege atau Bakat Turunan?
Apa Itu Nepo Baby?
Secara sederhana, nepo baby adalah sebutan bagi individu—terutama di dunia hiburan—yang mendapatkan kemudahan akses atau peluang besar berkat hubungan keluarga mereka. Anak aktor ternama yang langsung mendapat peran di film besar, atau anak musisi terkenal yang debut dengan label besar, menjadi contoh umum dari istilah ini.
Istilah ini mulai populer di media sosial, terutama TikTok dan Twitter, ketika warganet membahas aktor-aktor Hollywood seperti Lily-Rose Depp, Brooklyn Beckham, atau Maya Hawke, yang semuanya memiliki orang tua selebritas. Istilah ini tak hanya mengundang rasa iri, tetapi juga perdebatan soal keadilan dan kompetensi.
Nepo Baby di Indonesia: Bukan Isu Baru
Di Indonesia, fenomena nepo baby juga tidak asing. Sejumlah nama besar di dunia hiburan Tanah Air muncul dari keluarga seniman, artis, atau tokoh politik. Contohnya, El Rumi, anak dari Ahmad Dhani dan Maia Estianty, yang merintis karier di bidang musik dan hiburan. Ada juga Aaliyah Massaid, putri dari Reza Artamevia dan Adjie Massaid, yang dikenal di dunia tarik suara dan model.
Masyarakat pun terbelah dalam menyikapi mereka. Sebagian memuji karena penampilan mereka memang layak, sebagian lain menganggap mereka terlalu cepat naik daun tanpa perjuangan yang cukup.
Antara Privilege dan Kemampuan
Salah satu hal yang paling disorot dari nepo baby adalah keberadaan privilege atau keistimewaan yang dimiliki sejak lahir. Akses ke agensi top, pelatihan terbaik, serta eksposur media membuat mereka memiliki start yang lebih cepat dibanding orang biasa.
Namun, banyak dari mereka juga membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan yang mumpuni. Contohnya, Maudy Ayunda yang meskipun berasal dari keluarga terpandang, tetap menunjukkan prestasi akademik dan seni yang luar biasa. Di luar negeri, sosok seperti Zoë Kravitz juga dinilai berbakat dalam akting dan musik, meski lahir dari pasangan artis.
Kritik dan Kontroversi yang Terus Muncul
Popularitas yang diraih dengan jalur keluarga sering kali dianggap “tidak fair” oleh publik. Banyak yang merasa bahwa kesempatan tersebut bisa dimiliki oleh orang lain yang lebih berbakat namun tidak punya koneksi. Isu ini juga memunculkan perdebatan tentang meritokrasi dan ketimpangan sosial dalam dunia hiburan.
Beberapa selebritas pun mulai bersuara tentang label nepo baby. Lily-Rose Depp, misalnya, sempat menyatakan bahwa ia ingin dikenal karena bakat, bukan karena anak dari Johnny Depp. Namun, pernyataannya justru memicu kontra karena dianggap menyepelekan pengaruh nama besar ayahnya.
Bagaimana Publik Menyikapinya?
Sebagian publik mulai sadar bahwa sistem memang tidak selalu adil. Namun, bukan berarti semua nepo baby tidak pantas mendapat tempat. Di era digital seperti sekarang, masyarakat juga bisa menilai sendiri apakah seseorang layak mendapat apresiasi atau hanya numpang tenar.
Penting bagi publik untuk bersikap kritis namun tetap objektif. Bakat dan usaha tetap bisa dikenali, bahkan jika seseorang memiliki latar belakang istimewa.
Fenomena nepo baby adalah cerminan dari realitas sosial dalam industri hiburan, baik lokal maupun global. Ia mengungkapkan tentang bagaimana koneksi dan nama besar bisa menjadi tiket emas, namun juga membuka diskusi penting tentang keadilan dan pencapaian.
Apakah nepo baby pantas mendapat tempat atau hanya menumpang nama? Jawabannya kembali pada publik—dan tentu, pada kualitas karya mereka.
Jangan lewatkan berita-berita aktual dan tajam seputar isu sosial dan hiburan lainnya hanya di Garap Media!
Lampiran Referensi
- New York Magazine
- The Guardian (2023).
- Vice Indonesia.
- Kompas.com.
