Musisi Boikot Spotify: Daftar Lengkap Kontroversi

Last Updated: 2 October 2025, 16:11

Bagikan:

Musisi ternama menarik lagu mereka dari Spotify sebagai bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Sumber Gambar: Priangan Timur News.
Table of Contents

Musisi Boikot Spotify: Daftar Lengkap Kontroversi

Beberapa musisi ternama telah menarik musik mereka dari Spotify sebagai bentuk protes terhadap dugaan genosida di Gaza dan investasi CEO Spotify, Daniel Ek, di perusahaan teknologi militer Helsing. Langkah ini memicu perdebatan tentang tanggung jawab platform streaming dalam isu kemanusiaan.

Spotify menghadapi tekanan untuk menanggapi tuduhan tersebut. Musisi berharap boikot ini dapat mendorong perubahan kebijakan dan meningkatkan kesadaran global.


Mengapa Musisi Memilih Boikot Spotify

Musisi yang menarik lagu mereka menekankan tanggung jawab moral terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Mereka merasa bahwa tetap berpartisipasi dalam platform yang dianggap mendukung pihak yang terlibat dalam dugaan pelanggaran hak asasi manusia akan bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut (The Guardian, 2025).

Boikot ini juga dianggap sebagai bentuk aktivisme musik di era digital. Musisi menggunakan platform global untuk menyuarakan solidaritas dan memengaruhi opini publik. Selain menyampaikan pesan moral, langkah ini mendorong diskusi tentang etika platform streaming dan tanggung jawab sosial perusahaan (AI Magazine, 2025).


Musisi yang Memilih Boikot Spotify

Sejumlah musisi dan band telah menarik musik mereka sebagai bentuk protes, termasuk:

  • Massive Attack (Inggris)
  • Paramore dan Hayley Williams (AS)
  • Björk (Islandia)
  • Rina Sawayama (Inggris-Jepang)
  • Japanese Breakfast (AS)
  • King Gizzard & the Lizard Wizard (Australia)
  • Deerhoof (AS)
  • Xiu Xiu (AS)
  • Fontaines D.C. (Irlandia)
  • Faye Webster (AS)
  • Arca (Venezuela)
  • MIKE (AS)
  • Kneecap (Irlandia Utara)
  • Amyl and The Sniffers (Australia)
  • MØ (Denmark)

Langkah ini bagian dari gerakan internasional “No Music for Genocide”, menuntut musisi dan label memblokir distribusi musik di Israel untuk solidaritas Palestina (Washington Post, 2025; Wikipedia, 2025).


Dampak pada Industri Musik dan Spotify

Boikot ini menekan Spotify, memengaruhi reputasi dan potensi keuntungan. Publik terbagi antara mendukung aksi moral musisi dan mempertanyakan dampaknya terhadap akses lagu (Washington Post, 2025).


Boikot Spotify oleh musisi akibat isu genosida menegaskan peran platform streaming dalam konteks sosial dan politik. Ini memicu diskusi global tentang etika perusahaan digital dan tanggung jawab seniman.

Bagi penggemar musik, aksi ini mengingatkan bahwa setiap konsumsi digital memiliki implikasi moral. Tetap ikuti perkembangan boikot ini untuk memahami dampaknya.

Untuk berita lain seputar musik dan hak asasi manusia, baca terus artikel menarik di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /