Musim hujan kerap diiringi dengan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) seperti influenza dan common cold pada anak-anak. Beberapa faktor membuat kondisi ini lebih rentan terjadi, mulai dari perubahan cuaca hingga kebiasaan masyarakat.
Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), perubahan suhu, kelembapan udara, dan interaksi di musim hujan membuat virus dan bakteri lebih mudah menyebar, sehingga tubuh anak lebih rentan terinfeksi.
Faktor Penyebab Risiko ISPA pada Anak
- Udara Lebih Dingin dan Kelembapan Berubah-ubah: Anggi menjelaskan bahwa udara dingin dan kelembapan yang berubah-ubah membuat lapisan mukosa pelindung di hidung dan mulut menjadi kering. Akibatnya, kuman lebih mudah menembus pertahanan alami tubuh dan menyebabkan infeksi.
- Virus Bertahan Lebih Lama di Udara: Lingkungan yang dingin dan lembap membuat virus lebih stabil dan mampu bertahan lebih lama di udara. Hal ini meningkatkan peluang penyebaran virus selama musim hujan.
- Kontak Antarindividu Meningkat: Musim hujan membuat orang lebih banyak berada di dalam ruangan, sehingga kontak dekat antarindividu meningkat. Kondisi ini mempermudah penularan kuman melalui pernapasan, terutama di sekolah atau tempat bermain anak.
Jenis ISPA yang Rentan Menyerang Anak
- Common Cold: Common cold disebabkan berbagai jenis virus dengan gejala meliputi hidung berair, bersin, tenggorokan gatal, dan demam ringan. “Umumnya tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani dengan baik,” kata Anggi dalam sesi webinar bersama IDAI.
- Influenza: Influenza lebih berat dibandingkan pilek biasa. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi mendadak, nyeri otot hebat, sakit kepala, dan rasa lelah ekstrem. “Anak lesu, bisa juga ada diare,” tambah Anggi.
- Pneumonia: Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Anggi menuturkan bahwa sekitar 80 persen pneumonia disebabkan virus, namun infeksi virus yang tidak ditangani dengan baik bisa disusul infeksi bakteri. Gejala pneumonia meliputi demam, napas cepat, dan batuk berdahak.
Penutup
Musim hujan membawa risiko tinggi ISPA pada anak, sehingga orang tua perlu lebih waspada terhadap gejala awal infeksi saluran pernapasan. Pencegahan sejak dini, termasuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit, sangat penting dilakukan.
Jangan lewatkan berita kesehatan lainnya di Garap Media untuk tips menjaga kesehatan anak dan keluarga sepanjang musim hujan serta informasi terkini tentang penyakit musiman.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Musim Hujan Tingkatkan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan pada Anak, Ini Penyebabnya. Retrieved from https://www.liputan6.com/health/read/6272674/musim-hujan-tingkatkan-risiko-infeksi-saluran-pernapasan-pada-anak-ini-penyebabnya
