Monumen Jogja Kembali atau Monjali – Ikon wisata sejarah di Yogyakarta. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat dan tentara Indonesia dalam merebut kembali kendali atas kota Yogyakarta setelah masa penjajahan.
Selain berfungsi sebagai simbol sejarah, Monjali juga menjadi destinasi wisata edukatif. Berbagai koleksi, diorama, dan replika di museum ini membuat pengunjung dapat belajar sejarah secara interaktif dan menyenangkan.
Sejarah Monumen Jogja Kembali
Monumen dibangun pada 29 Juni 1985 untuk memperingati peristiwa 29 Juni 1949, saat tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta. Nama “Jogja Kembali” merujuk pada kembalinya Ibu Kota Yogyakarta ke tangan Republik Indonesia.
Peletakan batu pertama dan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Monumen resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada 6 Juli 1989. Bangunan berbentuk kerucut setinggi 31,8 meter dengan tiga lantai ini masing-masing memiliki fungsi berbeda (detikJogja, 2023).
Lokasi dan Jam Buka Monumen Jogja Kembali
Monumen ini terletak di Jalan Ring Road Utama, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota.
- Jam Buka: Selasa–Minggu, 08.00–16.00 WIB
- Tutup: Senin
- Harga Tiket Masuk: Rp15.000/orang (dewasa), Rp10.000/orang (pelajar/mahasiswa)(detikJogja, 2023; Kompas Travel, 2023).
Bangunan dan Koleksi Monumen Jogja Kembali
Monjali memiliki tiga lantai:
- Lantai 1: Ruangan museum utama menampilkan koleksi heraldika, miniatur, replika kendaraan, dan senjata.
- Lantai 2: Sepuluh diorama dan 40 relief yang menggambarkan peristiwa sejarah perjuangan kemerdekaan.
- Lantai 3: Ruang Garbha Graha, tempat pengunjung dapat merasakan suasana khidmat dan reflektif.
Jumlah total koleksi Monjali mencapai 1.108 item, termasuk foto dokumentasi, alat komunikasi militer, senjata api dan tradisional, serta benda-benda peninggalan sejarah lainnya (detikJogja, 2023).
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Monumen
Beberapa aktivitas pengunjung yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengikuti tur edukatif untuk memahami sejarah perjuangan kemerdekaan.
- Menyaksikan replika kendaraan dan senjata yang digunakan pada masa itu.
- Mengamati diorama dan relief yang menggambarkan peristiwa bersejarah Yogyakarta.
Kegiatan ini cocok untuk pelajar, keluarga, maupun wisatawan yang ingin belajar sejarah secara interaktif (Kompas Travel, 2023).
Baca juga: Benteng Vredeburg Yogyakarta: Wisata Sejarah Penuh Makna
Penutup
Monumen Jogja Kembali bukan hanya simbol perjuangan, tetapi juga pusat edukasi yang lengkap dan menarik. Koleksi yang beragam serta lokasi yang mudah dijangkau menjadikannya destinasi wajib saat berada di Yogyakarta.
Kunjungi terus Garap Media untuk berita menarik lainnya, termasuk informasi wisata, kuliner, dan sejarah dari berbagai daerah di Indonesia. Temukan artikel bermanfaat dan inspiratif yang menambah wawasan setiap hari.
Referensi:
- detikJogja. (2023). Monumen Jogja Kembali: Sejarah, Jam Buka, Harga Tiket-Koleksi Monjali. Retrieved from https://www.detik.com/jogja/plesir/d-7072895/monumen-jogja-kembali-sejarah-jam-buka-harga-tiket-koleksi-monjali
- Kompas Travel. (2023). Monjali: Jam Buka, Harga Tiket Masuk, dan Aktivitas. Retrieved from https://travel.kompas.com/read/2023/06/14/083402627/monjali-jam-buka-harga-tiket-masuk-dan-aktivitas?page=all
