Mobil Listrik dan Dampak Lingkungannya: Fakta Mengejutkan!

Last Updated: 26 July 2025, 01:17

Bagikan:

**Caption:** Paradoks mobil listrik: solusi ramah lingkungan yang tetap dibayangi jejak polusi dari industri energi.
Table of Contents

Mobil Listrik Ramah Lingkungan? Ternyata Tidak Sepenuhnya!

Mobil listrik kerap disebut sebagai solusi masa depan untuk mengatasi polusi udara dan perubahan iklim. Banyak negara mulai beralih ke kendaraan ini karena dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah mobil listrik dan dampak lingkungannya benar-benar sejalan dengan narasi hijau tersebut? Apalagi jika kita meninjau proses produksi baterai yang ternyata menghasilkan emisi cukup besar. Artikel ini mengajak Anda menyelami sisi lain dari tren mobil listrik yang jarang dibahas.


Mobil Listrik: Harapan Baru Dunia Otomotif

Mobil listrik tidak menghasilkan emisi saat digunakan karena tidak memiliki knalpot. Hal ini menjadikannya pilihan yang tampaknya ideal dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil yang menghasilkan karbon dioksida (CO₂) dan gas berbahaya lainnya. Selain itu, jika diisi dengan listrik dari sumber energi terbarukan seperti angin atau matahari, emisi selama masa penggunaannya bisa sangat rendah.

Namun, narasi ini hanya mencakup sebagian dari siklus hidup kendaraan listrik.


Polusi yang Tersembunyi: Produksi Baterai

Produksi baterai lithium-ion—inti dari mobil listrik—memiliki jejak karbon yang cukup besar. Menurut The International Energy Agency (IEA), produksi satu baterai kendaraan listrik dapat melepaskan hingga 74% lebih banyak CO₂ dibandingkan produksi mesin mobil bensin biasa.

Proses ini melibatkan:

  • Penambangan logam seperti lithium, kobalt, dan nikel.
  • Konsumsi energi tinggi selama pengolahan.
  • Penggunaan air dalam jumlah besar di area kering seperti Chili dan Bolivia.

Selain emisi karbon, proses ini sering berdampak pada ekosistem lokal dan masyarakat adat.


Sumber Energi: Listrik Tidak Selalu Bersih

Meskipun mobil listrik tidak menghasilkan emisi saat digunakan, listrik yang digunakan untuk mengisi dayanya tidak selalu berasal dari sumber bersih. Di banyak negara berkembang, pembangkit listrik masih bergantung pada batubara dan gas alam, yang tetap menyumbang emisi karbon besar-besaran.

Jika pengisian baterai dilakukan dengan listrik dari batubara, maka mobil listrik tetap berkontribusi terhadap polusi, hanya saja polusinya dipindahkan dari jalan raya ke pembangkit listrik.


Perbandingan Emisi Sepanjang Masa Hidup Kendaraan

Penelitian dari Union of Concerned Scientists menunjukkan bahwa meski emisi awal mobil listrik lebih tinggi karena produksi baterai, kendaraan ini tetap menghasilkan total emisi yang lebih rendah dibanding mobil konvensional setelah digunakan selama beberapa tahun.

Contohnya:

  • Mobil listrik di Eropa menghasilkan sekitar 66% lebih sedikit emisi sepanjang masa hidupnya dibanding mobil bensin.
  • Di negara dengan listrik ramah lingkungan, seperti Norwegia, dampaknya bahkan lebih kecil lagi.

Dengan kata lain, dampak negatif dari produksi baterai bisa “terbayar” seiring waktu jika mobil listrik digunakan secara optimal dan diisi dengan energi bersih.


Solusi dan Masa Depan Mobilitas Ramah Lingkungan

Untuk menjawab tantangan ini, beberapa langkah dapat dilakukan:

  • Daur ulang baterai untuk mengurangi kebutuhan akan penambangan baru.
  • Transparansi rantai pasok agar tidak terjadi pelanggaran lingkungan atau HAM.
  • Peralihan ke sumber listrik terbarukan untuk pengisian daya.

Pemerintah dan produsen mobil harus memastikan bahwa seluruh ekosistem kendaraan listrik, mulai dari produksi hingga akhir masa pakai, benar-benar berkelanjutan.Ke depannya, untuk memastikan bahwa mobil listrik dan dampak lingkungannya benar-benar positif, maka diperlukan sistem energi bersih, regulasi ketat, dan pendekatan daur ulang yang menyeluruh.


Mobil listrik memang membawa harapan besar untuk masa depan yang lebih bersih, tetapi bukan tanpa konsekuensi lingkungan. Untuk benar-benar mengurangi polusi, kita tidak hanya membutuhkan kendaraan tanpa emisi, tetapi juga sistem energi dan produksi yang ramah lingkungan dari hulu ke hilir.

Ingin tahu lebih banyak tentang teknologi ramah lingkungan lainnya?
Jangan lewatkan berita dan analisis menarik lainnya hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /