Misteri Besar Following Seas Terkuak: Simulasi Laut Paling Realistis 2025?
“Following Seas” menjadi salah satu gim simulasi paling diperbincangkan menjelang akhir 2025. Setelah halaman resminya muncul di Steam, game ini langsung menarik perhatian karena menawarkan dunia laut luas, realistis, dan penuh tantangan. Tidak hanya sekadar mengarungi lautan, pemain dituntut memahami fisika kapal, manajemen muatan, arah angin, hingga navigasi kuno berbasis bintang.
Dikembangkan Whipstaff Games dan dirilis pada 21 November 2025, gim ini membawa formula unik yang jarang disentuh gim sejenis: perpaduan antara open-world, survival, dan simulasi manajemen kapal tingkat lanjut. Pesan teaser di halaman gim — “You’re not welcome here” — makin memperkuat nuansa misteri yang menyelimuti dunia perairan yang akan pemain jelajahi (Steam, 2025).
Eksplorasi Dunia Laut Dalam
Misteri Jagat Following Seas
Menurut deskripsi resmi di Steam, Following Seas menawarkan dunia laut brutal dan tak kenal ampun. Pemain dapat membawa kargo, memancing, serta bertahan dari cuaca ekstrem sambil menavigasi pulau-pulau terpencil dan reruntuhan kerajaan lama. Dengan open-world yang luas, pemain benar-benar bisa tersesat jika tidak memahami navigasi tradisional seperti kompas, kuadran, atau kronometer (Gamepressure, 2025).
Manajemen Kapal Mendalam dan Realistis
Whipstaff Games menyatakan bahwa fisika kapal dalam Following Seas dirancang sedekat mungkin dengan kondisi nyata. Pemain dapat mengatur layar, mengontrol ballast untuk menjaga stabilitas, serta memperbaiki kerusakan akibat gelombang besar. Sistem banjir progresif — di mana air perlahan mengisi kabin jika kapal rusak — membuat setiap keputusan navigasi menjadi krusial (Steam, 2025).
Fitur-fitur ini memperkuat kesan bahwa Following Seas bukan sekadar gim santai di laut. Ini adalah ujian kemampuan pemain dalam membaca cuaca, memahami perilaku angin, dan membuat keputusan cepat saat badai tiba-tiba melanda.
Cuaca Brutal yang Menentukan Nasib Pemain
Cuaca merupakan elemen gameplay utama. Badai dapat muncul tanpa peringatan, mengakibatkan ombak besar, hilangnya kendali layar, hingga risiko kapal terbalik. Fisika angin direplikasi secara realistis, dengan arah dan intensitas yang berubah-ubah. Kombinasi antara cuaca ekstrem dan dunia laut yang luas menjadikan permainan ini menegangkan sekaligus menantang.
Bagi pemain yang mencari pengalaman pelayaran tradisional nan autentik, Following Seas menawarkan sensasi langka yang jarang ditemui di gim modern.
Unsur Naratif yang Menyempurnakan Atmosfer
Meski fokus pada simulasi, Followings Seas menyisipkan unsur naratif misterius. Dunia yang digambarkan merupakan kumpulan pulau sisa kejayaan kerajaan lama, di mana penduduk lokal bergantung pada kapal pemain untuk distribusi barang. Misteri ini, ditambah pesan ominous pada teasernya, memunculkan spekulasi bahwa game ini menyimpan kisah mendalam yang baru terbuka seiring eksplorasi pemain (Gamepressure, 2025).
Apa yang Membuat Following Seas Berbeda?
Realisme Tinggi dan Navigasi Klasik
Kebanyakan gim pelayaran modern menggunakan peta digital atau HUD navigasi. Namun Following Seas justru memaksa pemain belajar navigasi kuno untuk bertahan hidup. Metode ini tidak hanya unik, tetapi juga membuat pengalaman bermain lebih intens dan interaktif.
“Following Seas” hadir sebagai gim simulasi laut yang menawarkan lebih dari sekadar visual indah dan ombak dramatis. Dengan sistem navigasi klasik, fisika realistis, serta misteri dunia yang menunggu di balik horizon, gim ini layak menjadi perhatian di tahun 2025.
Bagi pemain yang menyukai simulasi realistis atau petualangan dunia terbuka, Following Seas wajib masuk daftar rilis yang patut ditunggu. Jangan lupa ikuti berita teknologi, gaming, dan hiburan lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
