MIMESIS: Game Horor Co-Op Berbasis AI yang Menguji Kepercayaan Pemain
Game MIMESIS menjadi sorotan baru di dunia game horor kooperatif berkat pendekatannya yang inovatif. Tidak seperti game horor biasa, ancaman terbesar dalam MIMESIS bukan hanya monster atau lingkungan berbahaya, tetapi juga teman sendiri yang bisa jadi bukan manusia lagi. Dengan konsep menegangkan ini, game MIMESIS menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan gameplay sosial yang intens.
Dikembangkan oleh ReLU Games dan diterbitkan oleh KRAFTON Inc., MIMESIS menawarkan pengalaman survival psikologis di mana hingga empat pemain harus saling bekerja sama sambil mempertanyakan identitas satu sama lain. KRAFTON sendiri telah mengonfirmasi bahwa game ini merupakan bagian dari strategi mereka untuk memperluas penggunaan AI dalam pengembangan video game modern (Pulse, 2025).
Apa Itu Game MIMESIS?
Konsep dan Alur Cerita
Game MIMESIS adalah game horor kooperatif empat pemain di mana hujan misterius dapat mengubah manusia menjadi makhluk bernama Mimesis — entitas yang mampu meniru suara, perilaku, dan bahkan pola komunikasi pemain. Para pemain harus bertahan hidup dengan menjaga sebuah tram tetap berjalan sambil menghadapi ancaman dari luar maupun dalam. Konsep ini menjadikan kepercayaan antar pemain sebagai sumber ketegangan utama (Notebookcheck, 2025).
Mekanisme ini diperkuat oleh sistem AI canggih yang memungkinkan entitas musuh belajar dari tindakan pemain. Ketika salah satu rekan tim menunjukkan perilaku mencurigakan, tidak ada cara pasti untuk membedakan apakah dia masih manusia atau sudah menjadi Mimesis.
Teknologi AI di Balik Ketegangan
Menurut laporan dari Pulse by Maeil Business News Korea (2025), MIMESIS menggunakan reinforcement learning dan small language models (SLM) untuk menciptakan karakter musuh yang adaptif dan realistis. AI dalam game ini tidak hanya mengikuti skrip, tetapi benar‑benar belajar dari perilaku pemain untuk menentukan kapan dan bagaimana meniru mereka.
Fitur ini menciptakan dinamika unik dalam gameplay — musuh dapat diam, meniru komunikasi suara, bahkan memancing pemain untuk membuka pertahanan. Setiap sesi permainan menjadi pengalaman baru karena AI selalu beradaptasi dengan cara bermain tim sebelumnya.
Tahap Pengembangan dan Uji Coba
Berdasarkan laporan dari Notebookcheck (2025), uji coba publik MIMESIS diadakan pada tanggal 4 hingga 6 Juni 2025. Pemain yang berpartisipasi dalam tes ini melaporkan bahwa elemen kepercayaan antar pemain menjadi inti gameplay, menjadikan suasana permainan tegang dari awal hingga akhir.
Game ini dijadwalkan memasuki tahap Early Access pada kuartal ketiga tahun 2025 di platform Steam, dengan versi penuh direncanakan rilis pada tahun berikutnya (Pulse, 2025).
Mengapa Game MIMESIS Layak Dinantikan?
Inovasi di Genre Horor
Game MIMESIS membawa nuansa baru dalam genre horor kooperatif. Alih‑alih hanya berfokus pada atmosfer mencekam dan jumpscare, game ini menekankan aspek psikologis dengan menjadikan rasa curiga dan ketidakpercayaan sebagai senjata utama. Menurut Notebookcheck (2025), mekanik “teman bisa jadi musuh” membuat pemain mengalami ketegangan sosial yang belum pernah ada sebelumnya.
Pengalaman Sosial yang Autentik
Pemain tidak hanya dituntut untuk melawan musuh, tetapi juga harus menjaga hubungan antar anggota tim. Diskusi, saling tuduh, hingga pengkhianatan menjadi bagian alami dari permainan. Dengan demikian, MIMESIS tidak hanya menjadi game survival, tetapi juga simulasi sosial penuh drama.
Teknologi dan Reputasi Developer
KRAFTON dan ReLU Games dikenal karena dedikasinya terhadap eksperimen teknologi canggih dalam game. Melalui MIMESIS, keduanya menunjukkan bagaimana AI dapat menciptakan gameplay emergen yang tak terduga. Hal ini menjadikan MIMESIS sebagai proyek penting dalam pengembangan game masa depan (Pulse, 2025).
Tantangan dan Catatan Sebelum Bermain
Aspek Strategi dan Komunikasi
Keberhasilan dalam MIMESIS sangat bergantung pada kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Setiap keputusan untuk mempercayai atau mencurigai rekan tim bisa menentukan kemenangan atau kekalahan. Kesalahan strategi bisa berakibat fatal — baik karena terjebak oleh Mimesis, maupun karena salah menuduh teman sendiri.
Versi Early Access
Karena MIMESIS masih dalam tahap Early Access, beberapa fitur mungkin belum sempurna. Notebookcheck (2025) menyoroti kemungkinan bug minor serta balancing gameplay yang masih terus disempurnakan oleh developer. Namun, komunitas pemain menganggap hal ini sebagai bagian dari proses pengembangan yang sehat.
Siapa yang Cocok Memainkannya
Game ini cocok untuk penggemar horor psikologis, pemain yang menyukai dinamika sosial kompleks, serta mereka yang menikmati permainan berbasis deduksi dan kerja sama. Namun, bagi pemain solo atau yang tidak nyaman dengan permainan penuh tekanan sosial, MIMESIS mungkin terasa menantang secara emosional.
MIMESIS menghadirkan sesuatu yang jarang ditemukan dalam dunia game horor modern — perpaduan antara kecerdasan buatan, kepercayaan antar pemain, dan ketegangan psikologis. Dengan pendekatan yang berani dan teknologi yang maju, game ini berpotensi menjadi tonggak baru dalam genre horor kooperatif.
Jika Anda mencari pengalaman yang menegangkan, cerdas, dan sosial, game MIMESIS wajib ada di daftar tunggu Anda. Untuk pembaruan seputar rilis dan ulasan mendalam, terus ikuti berita eksklusif seputar dunia game di Garap Media.
Referensi
