Meski Kalah, Indonesia Tampil Gagah di Final Suhandinata Cup 2025
Final Suhandinata Cup 2025, bagian dari BWF World Junior Championships, mempertemukan tim junior Indonesia dan China di Guwahati, India. Di laga puncak, Indonesia kalah 0-2 namun tampil dengan penuh semangat dan keberanian. (The Tribune, 2025)
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Indonesia sebagai juara bertahan, tetapi perjuangan gigih para pemain muda tetap menyiratkan bahwa potensi masa depan bulu tangkis Tanah Air sangat menjanjikan (Wikipedia, 2025).
Latar Belakang Turnamen
Suhandinata Cup dan Format Baru
Suhandinata Cup adalah kompetisi beregu campuran tingkat junior di bawah naungan BWF yang menyertai kejuaraan dunia junior. Edisi 2025 diselenggarakan di Guwahati, India, pada 6–11 Oktober 2025. (Wikipedia, 2025)
Tahun ini digunakan sistem baru 3 × 45 poin, menggantikan format relay 110 poin sebelumnya, demi memberikan tempo pertandingan lebih cepat dan intens. (Wikipedia, 2025)
Target PBSI & Persiapan Tim Indonesia
Menjelang kejuaraan, PBSI menargetkan juara untuk Suhandinata Cup 2025. Dalam pernyataan resmi, Ketua Umum PBSI menyebut bahwa tim harus menjadi wajah optimisme bangsa dan berjuang membawa kembali piala ke Indonesia. (Skor / Republika, 2025)
Indonesia mengirim 26 atlet junior (14 putra, 12 putri) dan memulai persiapan sejak 22 September dengan simulasi di Pelatnas Cipayung. (Skor / Republika, 2025)
Final Suhandinata Cup: Indonesia vs China
Hasil Akhir & Skor
Dalam partai final di National Centre of Excellence, Guwahati, Indonesia kalah dari China dengan skor 0–2 (30–45, 44–45). (Bolasport, 2025)
Artinya, China merebut gelar Suhandinata Cup ke-15 dalam sejarah (New Indian Express, 2025; Tribune, 2025).
Duel Set per Set
- Set Pertama: China tampil agresif dan memimpin dominan, Indonesia kesulitan membalikkan arah hingga akhirnya tertinggal jauh. (Tribune, 2025)
- Set Kedua: Indonesia sempat memimpin 9–5 lewat pasangan ganda putri, namun China bangkit dari defisit 8–13 dan membalikkan skor menjadi kemenangan tipis 45–44. (New Indian Express, 2025)
Pada set kedua juga terjadi momen mendebarkan: Indonesia sempat mendapatkan set point 44–43, namun China berhasil menahan tekanan dan memaksa kesalahan lawan di titik-titik akhir. (Tribune / New Indian Express, 2025)
Kekalahan 0–2 dari China di final Suhandinata Cup 2025 menjadi luka, tetapi bukan aib. Para pemain muda Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka tidak gentar menghadapi lawan kuat dan punya karakter bertanding yang layak dibanggakan.
Jangan lewatkan liputan-liputan mendalam selanjutnya di Garap Media — dari sorotan pemain junior hingga perjalanan Indonesia di nomor individu Eye Level Cups. Terus ikuti dan dukung atlet kita!
Referensi
