Menu MBG Ramadan Tetap Dibagikan Selama Bulan Puasa, Begini Skema Lengkap dan Penyesuaian Pemerintah untuk Siswa

Last Updated: 30 January 2026, 00:55

Bagikan:

MBG Ramadan
Menu MBG tetap dibagikan selama Ramadan dengan penyesuaian skema dan menu agar siswa berpuasa tetap mendapatkan asupan gizi tanpa mengganggu ibadah. Sumber gambar: CNA.id
Table of Contents

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak dihentikan meskipun sebagian besar siswa menjalankan ibadah puasa.

Penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan MBG tetap sejalan dengan aktivitas ibadah Ramadan. Pemerintah menekankan bahwa perubahan hanya bersifat teknis, sementara tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi siswa, tetap menjadi prioritas.

Menu MBG Ramadan Tetap Jalan Selama Puasa

Komitmen Pemerintah Jalankan MBG

Pemerintah memastikan distribusi makanan gratis kepada siswa tetap berlangsung selama Ramadan. Menteri terkait menegaskan bahwa MBG tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kondisi puasa agar manfaatnya tetap dirasakan oleh peserta didik (Antara News, 2026).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen negara dalam menjaga kualitas gizi anak sekolah, terutama di tengah momentum ibadah Ramadan yang mengubah pola makan harian siswa.

Menu Disesuaikan Agar Bisa Dibawa Pulang

Dalam skema Menu MBG Ramadan, siswa yang berpuasa menerima makanan yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Badan Gizi Nasional mengizinkan mekanisme ini demi menghormati ibadah puasa tanpa mengurangi nilai gizi makanan (ANTARA News, 2025).

Menu yang dibagikan dirancang agar tahan disimpan selama beberapa jam. Pemerintah menekankan bahwa jenis makanan tetap memperhatikan kandungan nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, dan vitamin.

Penyesuaian Waktu dan Pola Distribusi

Mekanisme Pembagian Selama Ramadan

Pemerintah menjelaskan bahwa pembagian MBG tetap dilakukan melalui sekolah. Namun, siswa tidak diwajibkan mengonsumsi makanan tersebut di siang hari. Makanan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa tiba (Antara News, 2026).

Skema ini diterapkan secara fleksibel, menyesuaikan kondisi sekolah dan daerah masing-masing, terutama di wilayah dengan mayoritas siswa Muslim.

Skema Khusus di Lingkungan Pesantren

Di lingkungan pesantren, pembagian MBG dapat digeser ke sore hari. Penyesuaian ini bertujuan agar makanan dapat langsung dikonsumsi saat berbuka puasa oleh para santri (Periskop.id, 2026).

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi ruang bagi pengelola pendidikan untuk menyesuaikan teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan.

Aspek Keamanan dan Edukasi Gizi

Menjaga Kebersihan Menu MBG

Selain distribusi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. Pakar gizi menyarankan agar siswa diberikan edukasi mengenai cara menjaga makanan MBG agar tetap higienis hingga waktu berbuka, terutama jika makanan disimpan selama beberapa jam (ANTARA News, 2025).

Edukasi ini dinilai penting agar tujuan program MBG tidak hanya terpenuhi dari sisi distribusi, tetapi juga dari aspek kesehatan dan keamanan konsumsi.

Pelaksanaan Menu MBG Ramadan menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kesinambungan program gizi nasional di tengah perubahan pola makan selama bulan puasa. Penyesuaian menu dan waktu distribusi menjadi solusi agar siswa tetap memperoleh manfaat tanpa mengganggu ibadah.

Ikuti berbagai perkembangan kebijakan pendidikan dan sosial lainnya hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /