Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak dihentikan meskipun sebagian besar siswa menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan MBG tetap sejalan dengan aktivitas ibadah Ramadan. Pemerintah menekankan bahwa perubahan hanya bersifat teknis, sementara tujuan utama program, yakni pemenuhan gizi siswa, tetap menjadi prioritas.
Menu MBG Ramadan Tetap Jalan Selama Puasa
Komitmen Pemerintah Jalankan MBG
Pemerintah memastikan distribusi makanan gratis kepada siswa tetap berlangsung selama Ramadan. Menteri terkait menegaskan bahwa MBG tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kondisi puasa agar manfaatnya tetap dirasakan oleh peserta didik (Antara News, 2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen negara dalam menjaga kualitas gizi anak sekolah, terutama di tengah momentum ibadah Ramadan yang mengubah pola makan harian siswa.
Menu Disesuaikan Agar Bisa Dibawa Pulang
Dalam skema Menu MBG Ramadan, siswa yang berpuasa menerima makanan yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. Badan Gizi Nasional mengizinkan mekanisme ini demi menghormati ibadah puasa tanpa mengurangi nilai gizi makanan (ANTARA News, 2025).
Menu yang dibagikan dirancang agar tahan disimpan selama beberapa jam. Pemerintah menekankan bahwa jenis makanan tetap memperhatikan kandungan nutrisi penting seperti protein, karbohidrat, dan vitamin.
Penyesuaian Waktu dan Pola Distribusi
Mekanisme Pembagian Selama Ramadan
Pemerintah menjelaskan bahwa pembagian MBG tetap dilakukan melalui sekolah. Namun, siswa tidak diwajibkan mengonsumsi makanan tersebut di siang hari. Makanan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa tiba (Antara News, 2026).
Skema ini diterapkan secara fleksibel, menyesuaikan kondisi sekolah dan daerah masing-masing, terutama di wilayah dengan mayoritas siswa Muslim.
Skema Khusus di Lingkungan Pesantren
Di lingkungan pesantren, pembagian MBG dapat digeser ke sore hari. Penyesuaian ini bertujuan agar makanan dapat langsung dikonsumsi saat berbuka puasa oleh para santri (Periskop.id, 2026).
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah memberi ruang bagi pengelola pendidikan untuk menyesuaikan teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan.
Aspek Keamanan dan Edukasi Gizi
Menjaga Kebersihan Menu MBG
Selain distribusi, aspek keamanan pangan juga menjadi perhatian. Pakar gizi menyarankan agar siswa diberikan edukasi mengenai cara menjaga makanan MBG agar tetap higienis hingga waktu berbuka, terutama jika makanan disimpan selama beberapa jam (ANTARA News, 2025).
Edukasi ini dinilai penting agar tujuan program MBG tidak hanya terpenuhi dari sisi distribusi, tetapi juga dari aspek kesehatan dan keamanan konsumsi.
Pelaksanaan Menu MBG Ramadan menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kesinambungan program gizi nasional di tengah perubahan pola makan selama bulan puasa. Penyesuaian menu dan waktu distribusi menjadi solusi agar siswa tetap memperoleh manfaat tanpa mengganggu ibadah.
Ikuti berbagai perkembangan kebijakan pendidikan dan sosial lainnya hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya.
Referensi
