Menteri Keuangan sindir Coretax – Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan yang menyindir tampilan website Coretax. Dalam rapat publik, Menteri Keuangan menyoroti tampilan website pajak nasional itu yang dinilai tidak profesional dan “seperti buatan anak SMA.”
Sindiran Menteri Keuangan ini dianggap mewakili kekecewaan banyak pengguna terhadap performa sistem yang lambat dan tampilan yang tidak profesional.
Latar Belakang Sindiran Menteri Keuangan terhadap Coretax
Coretax adalah sistem digitalisasi pajak milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bertujuan memodernisasi proses perpajakan Indonesia. Proyek ini disebut sebagai inti transformasi digital pajak nasional, dengan investasi mencapai triliunan rupiah.
Sayangnya, ketika diuji publik, tampilan antarmuka Coretax justru dikritik terlalu sederhana, bahkan “kuno.” Banyak pengguna menganggap desainnya tidak sebanding dengan besarnya anggaran pengembangan.
Baca juga: Kebijakan Menkeu Purbaya Tarik Dana Dollar WNI
Dari Candaan Jadi Evaluasi Serius
Sindiran menteri keuangan sindir coretax bukan hanya soal estetika, tapi tentang keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap proyek digital dijalankan dengan profesional. Publik berharap sistem dengan dana besar tidak hanya aman dan fungsional, tapi juga ramah pengguna dan modern.
“Digitalisasi itu bukan sekadar online, tapi juga bagaimana publik nyaman dan percaya pada sistemnya,” ujar salah satu pakar teknologi publik.
Reaksi Publik dan Netizen terhadap Sindiran Coretax
Warganet langsung ramai menanggapi sindiran tersebut.
Beberapa komentar lucu bermunculan:
“Kalau buatan anak SMA, mungkin malah nggak error, Bu.”
“Desainnya minimalis banget, mungkin karena dana maksimalis.”
Namun banyak juga yang menganggap sindiran Menkeu perlu jadi bahan introspeksi agar proyek digital pemerintah lebih transparan dan efisien.
Respons Resmi DJP Setelah Menteri Keuangan Sindir Coretax
Pihak DJP menjelaskan bahwa Coretax masih dalam tahap penyempurnaan. Fokus utama mereka saat ini adalah stabilitas sistem dan keamanan data, bukan tampilan visual (Sindo News. 2025)
“Kami sedang mengoptimalkan backend. UI/UX akan ditingkatkan setelah sistem utama stabil,” kata perwakilan DJP.
Kesimpulan
Meskipun begitu, publik tetap berharap perbaikan UI/UX bisa menjadi prioritas agar layanan pajak digital terasa lebih profesional.
Sindiran “kayak buatan anak SMA” memang terdengar ringan, tapi maknanya dalam. Kritik itu mengingatkan bahwa setiap proyek digital pemerintah harus dikerjakan dengan standar profesional, transparan, dan berorientasi pada pengguna.
Digitalisasi bukan sekadar tampilan di layar tapi cermin dari keseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat. Ikuti perkembangan perekonomian di Indonesia hanya di Garap Media
Referensi
Sindo News. (2025) Menkeu Purbaya Blak-blakan Soal Masalah di Dalam Sistem Pajak Coretax
