Mentan Lapor Prabowo: Stok Pangan Surplus Jelang Ramadan 2026

Last Updated: 12 February 2026, 10:48

Bagikan:

stok pangan
Foto: Liputan6
Table of Contents

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok pangan aman menjelang bulan Ramadan 2026. Bahkan, menurutnya, seluruh stok pangan nasional dalam kondisi surplus untuk dua bulan ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran usai rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (11/2/2026). Pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Stok Pangan Surplus untuk Ramadan

Dalam keterangannya, Amran menegaskan bahwa kondisi stok pangan nasional berada dalam situasi lebih dari cukup untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Ramadan.

“Jadi gini, tadi pertama disampaikan adalah stok pangan menghadapi bulan suci Ramadan. Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup,” kata Amran usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 11 hingga 12 bahan pokok yang dipastikan aman hingga Idulfitri 2026. Komoditas tersebut mencakup beras, minyak goreng, bawang merah, dan sejumlah bahan pokok lainnya.

“Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai, lebih dari cukup sampai Idulfitri,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan selama bulan suci dan perayaan Lebaran.

Harga Cabai dan Bawang Merah Masih Terkendali

Selain memastikan stok aman, Mentan juga menyoroti kondisi harga komoditas hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah. Ia menegaskan harga kedua komoditas tersebut masih dalam kondisi terkendali.

“Aman lah, bawang merah sama cabai rawit. Bawang merah kan kita swasembada, bahkan kita ekspor kalau tidak salah, 2025 ekspor kurang lebih 1.000 ton. Jadi kita sudah swasembada,” tuturnya.

Menurut Amran, capaian swasembada bawang merah bahkan telah mendorong ekspor pada 2025 sekitar 1.000 ton. Hal ini menunjukkan produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menembus pasar luar negeri.

Pembenahan Rantai Pasok dan Pengendalian Harga

Pemerintah juga terus melakukan pembenahan rantai pasok guna menjaga stabilitas harga di pasaran. Instrumen seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) menjadi fokus pengawasan, terutama untuk komoditas strategis.

“Ini persoalan rantai pasoknya kita benahi, jadi ada HET, ada HPP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis beras. Yang paling strategis beras kan, dengan minyak goreng, daging, ayam, telur, ini yang kita harus jaga betul,” sambung Amran.

Beras menjadi komoditas yang paling diperhatikan karena perannya sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat. Selain beras, minyak goreng, daging, ayam, dan telur juga termasuk komoditas strategis yang terus dijaga kestabilannya.

Penutup

Laporan Menteri Pertanian kepada Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan surplus untuk dua bulan ke depan. Dengan ketersediaan 11-12 bahan pokok yang lebih dari cukup, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat akan tetap terpenuhi hingga Hari Raya Idulfitri 2026.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar ekonomi, nasional, politik, ketahanan pangan, harga kebutuhan pokok, dan kebijakan pemerintah hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /