Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melaporkan cadangan beras nasional saat ini telah mencapai sekitar 4 juta ton, dan akan meningkat signifikan dalam waktu dekat. Menurut dia, ketersediaan beras ini dapat mencukupi kebutuhan nasional hingga akhir 2026.
“Hari ini mencapai 4 juta ton, data dua hari lalu sudah 4 juta ton dan kemungkinan bulan depan sudah mencapai 5 juta ton, Bapak Presiden. Ini tertinggi cadangan kita, ini cukup untuk 324 hari, sampai akhir tahun cukup cadangan kita sekarang untuk beras,” kata Amran melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta.
Status Cadangan Beras Nasional
Perkembangan Positif Sektor Pertanian
Dia juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah perkembangan positif di sektor komoditas strategis lainnya, salah satunya adalah peningkatan ekspor minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) yang mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan tersebut turut memperkuat kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan.
“Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita, ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton, jadi Alhamdulillah naik,” ungkapnya.
Kinerja Sektor Pertanian dan Perekonomian
Di sisi lain, kinerja sektor pertanian juga tercermin dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Amran menyebut bahwa produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mencapai 5,74 persen, yang merupakan capaian tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
“PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun, 5,74 persen PDB sektor pertanian. Kemudian NTP (Nilai Tukar Petani), tingkat kesejahteraan petani, tertinggi selama 33 tahun,” tutur Amran.
Fondasi yang Kuat
Amran menekankan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut mencakup kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk yang turut meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini karena kebijakan Bapak Presiden, HPP dinaikkan dan juga pupuk, harga pupuk turun 20 persen tanpa membebani Menteri Keuangan,” jelasnya.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang kuat. Dia juga menekankan pentingnya terus mencermati seluruh komoditas pangan, terutama sumber protein bagi masyarakat.
“Saya kira ini juga sesuatu yang bisa kita yakini, suatu fondasi yang kuat. Apapun terjadi, pangan kita aman. Tentunya semua komoditas harus kita cermati, terutama masalah protein. Protein, saya kira yang paling cepat masalah protein adalah perikanan, perikanan darat, dan perikanan lepas pantai, dan perikanan tangkap,” pungkas Prabowo.
Penutup
Dengan cadangan beras nasional yang cukup hingga akhir 2026, pemerintah menunjukkan komitmen menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Stok yang tinggi menjadi fondasi kuat menghadapi berbagai tantangan. Langkah ini juga menjaga stabilitas harga beras, mendorong ekonomi pedesaan, memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global, dan memastikan distribusi pangan merata di seluruh Nusantara.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar pertanian, ekonomi, ekspor CPO, harga beras, kesejahteraan petani, kebijakan HPP, ketahanan pangan, perikanan, inovasi agrikultur, distribusi pangan, dan sektor pangan lainnya hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Menteri Pertanian: Cadangan Beras Nasional Cukup Hingga Akhir 2026. Retrieved from https://www.liputan6.com/news/read/6297847/menteri-pertanian-cadangan-beras-nasional-cukup-hingga-akhir-2026
