Mengungkap Fakta Menarik Yak Tibet di Pegunungan
Yak Tibet adalah hewan ikonik yang hidup di dataran tinggi Tibet dan sekitarnya. Mereka dikenal karena ketahanan terhadap cuaca ekstrem dan kemampuan hidup di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.
Selain kekuatan fisik, yak juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Tibet, menyediakan susu, daging, bulu, dan tenaga angkut.
Habitat Yak Tibet
Yak Tibet hidup di pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet, mampu bertahan di suhu di bawah nol derajat dan oksigen tipis. Mereka memiliki bulu tebal sebagai isolator, kaki kuat, serta paru-paru dan jantung besar untuk bernapas efisien di ketinggian (Tibet Travel, 2025).
Adaptasi Fisik Yak Tibet
Mekanisme adaptasi fisiologis dan genetik membuat yak toleran terhadap tekanan oksigen rendah dan suhu dingin (Ayalew, 2021).
Peran Ekonomi dan Budaya Yak Tibet
Yak memainkan peran sentral dalam kehidupan masyarakat Tibet. Susu yak diolah menjadi butter tea dan keju, daging menjadi sumber protein, sementara bulu dan kulit digunakan untuk pakaian dan tenda. Yak juga berfungsi sebagai hewan angkut di jalur pegunungan sulit diakses (Tibet Travel, 2025).
Produk Susu dan Daging
Produk susu yak, seperti keju churpi, memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Tibet.
Yak sebagai Hewan Angkut
Selain itu, yak juga berperan sebagai hewan transportasi, membawa beban berat melewati jalur pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.
Konservasi Yak Tibet
Populasi yak menghadapi ancaman dari perubahan iklim, penyakit, dan penggembalaan berlebihan. Upaya konservasi fokus pada pemantauan populasi, perlindungan padang rumput, dan edukasi masyarakat (Tibet Nature, 2014).
Pentingnya Keanekaragaman Genetik
Menjaga keanekaragaman genetik yak domestik dan liar penting agar mereka tetap bertahan menghadapi perubahan lingkungan (Chai, 2020).
Yak Tibet bukan hanya simbol budaya, tetapi juga hewan vital yang mendukung kehidupan masyarakat pegunungan. Konservasi berkelanjutan menjadi kunci kelangsungan hidup mereka.
Untuk informasi lebih menarik tentang fauna dan budaya Asia, kunjungi artikel lain di Garap Media dan temukan berita yang informatif serta akurat.
Referensi:
