Cara menghadapi orang playing victim – Pernahkah kamu bertemu seseorang yang selalu memosisikan diri sebagai korban dalam setiap situasi? Mereka kerap menolak tanggung jawab, mencari simpati, dan membuat orang di sekitarnya merasa bersalah. Fenomena ini dikenal sebagai playing victim. Meski terlihat sepele, berinteraksi dengan orang seperti ini bisa menguras energi dan menurunkan kestabilan emosional kita.
Dalam psikologi, perilaku playing victim sering kali muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri untuk menghindari rasa bersalah atau tanggung jawab atas masalah tertentu (Halodoc, 2023). Namun, jika tidak disikapi dengan tepat, sikap ini bisa merusak hubungan personal maupun profesional. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi orang yang playing victim dengan bijak.
Memahami Pola Perilaku Orang Playing Victim
Sebelum bertindak, penting untuk memahami mengapa seseorang bersikap seperti korban. Menurut Alodokter (2023), individu dengan kecenderungan ini biasanya mengalami kesulitan menerima kenyataan, memiliki harga diri rendah, atau pernah mengalami trauma emosional. Dengan memainkan peran korban, mereka berharap mendapatkan perhatian, simpati, atau pembenaran dari orang lain.
Ciri-ciri orang yang playing victim antara lain sering menyalahkan orang lain, menolak kritik, berlebihan dalam menggambarkan penderitaan, dan enggan mencari solusi. Mereka juga cenderung membuat orang di sekitarnya merasa bersalah agar mendapat perhatian lebih.
Cara Menghadapi Orang Playing Victim
1. Tetap Tenang dan Objektif
Menanggapi orang yang playing victim dengan emosi hanya akan memperburuk keadaan. Tetaplah tenang dan gunakan pendekatan rasional. Hindari terbawa dalam drama yang mereka ciptakan.
2. Tetapkan Batas yang Sehat
Jangan biarkan mereka menguras energi atau memanipulasi perasaan kamu. Menurut Halodoc (2023), penting untuk menetapkan batas emosional agar kamu tetap merasa aman dan tidak kehilangan kendali.
3. Hindari Memberi Validasi Berlebihan
Terlalu sering memberikan simpati atau pembenaran justru memperkuat perilaku playing victim. Tunjukkan empati seperlunya, tetapi dorong mereka untuk mencari solusi dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.
4. Gunakan Komunikasi Asertif
Berbicaralah dengan jujur dan langsung tanpa menyakiti perasaan mereka. Jelaskan perasaanmu dengan kata-kata yang tegas namun tetap sopan. Misalnya, “Aku memahami kamu sedang kesulitan, tapi aku juga tidak nyaman kalau terus disalahkan.”
5. Dorong untuk Berkembang
Arahkan mereka untuk melihat sisi positif dari masalah yang dihadapi. Menawarkan perspektif baru dapat membantu mereka keluar dari pola pikir korban dan mulai mengambil langkah positif.
Baca juga: Doa Sebelum dan Setelah Mengaji Agar Ibadah Lebih Bermakna
Menghindari Dampak Negatif dari Interaksi
Berhadapan dengan orang yang playing victim terus-menerus bisa membuatmu stres dan merasa bersalah tanpa alasan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mentalmu sendiri. Jika interaksi terasa terlalu berat, tidak ada salahnya menjaga jarak atau mencari dukungan dari teman dan profesional.
Selain itu, kamu juga bisa belajar mengenali batas empati. Menjadi baik tidak berarti kamu harus selalu mengorbankan perasaan dan kenyamanan diri sendiri.
Penutup
Menghadapi orang playing victim memang membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan. Namun, dengan memahami latar belakang perilaku mereka dan menjaga keseimbangan emosional, kamu dapat tetap tenang tanpa terbawa arus drama. Ingatlah, kamu berhak atas kedamaian batinmu sendiri.
Jika kamu ingin belajar lebih banyak tentang topik seputar hubungan sosial dan kesehatan mental, jangan lewatkan artikel lainnya di Garap Media. Kami menyajikan berbagai informasi menarik dan inspiratif untuk kehidupan yang lebih seimbang.
Referensi:
- Alodokter. (2023). Playing Victim: Kenali Arti, Ciri-Ciri, dan Cara Menghadapinya.
- Halodoc. (2023). Cara Menghadapi Seseorang yang Berlaku Playing Victim.
