Menggemaskan Tapi Ribet? Fakta Memelihara Otter di Rumah!
Memelihara otter di rumah kini menjadi tren yang banyak menarik perhatian, terutama setelah media sosial dibanjiri video tingkah lucu hewan ini. Wajah imut dan kebiasaannya berenang membuat banyak orang tergoda untuk menjadikannya hewan peliharaan. Namun, apakah keputusan itu benar-benar tepat?
Meski terlihat seperti teman bermain yang sempurna, memelihara otter tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang tantangan, kebutuhan, serta hal-hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membawa seekor otter ke dalam rumah Anda.
Apa Itu Otter dan Mengapa Banyak yang Ingin Memeliharanya?
Otter atau berang-berang adalah mamalia semi-akuatik yang termasuk dalam keluarga Mustelidae. Mereka dikenal karena kecerdasannya, kemampuan berenang yang luar biasa, serta perilaku sosial yang kompleks. Beberapa jenis otter yang kerap jadi incaran pecinta hewan peliharaan antara lain Asian small-clawed otter (Aonyx cinereus).
Di media sosial, otter sering digambarkan sebagai hewan jinak dan playful. Video mereka memeluk botol, mengeluarkan suara manja, hingga berenang di kolam plastik menjadi viral dan memicu tren adopsi otter secara ilegal maupun legal.
Tantangan dalam Memelihara Otter di Rumah
Kebutuhan Habitat yang Tidak Sederhana
Otter bukan hewan domestik seperti kucing atau anjing. Mereka membutuhkan:
- Akses ke kolam atau air bersih yang cukup besar untuk berenang setiap hari.
- Tempat berlindung yang nyaman dan tidak bising.
- Ruang terbuka yang luas untuk bermain dan bereksplorasi.
Tanpa lingkungan yang sesuai, otter bisa mengalami stres, agresif, bahkan sakit.
Pola Makan yang Mahal dan Spesifik
Otter membutuhkan asupan makanan tinggi protein seperti:
- Ikan segar (salmon, nila)
- Udang dan kerang
- Terkadang, telur dan ayam rebus
Kebutuhan makan otter juga cukup tinggi dan harus berkualitas, yang berarti biaya pemeliharaan bisa membengkak.
Legalitas dan Etika
Di banyak negara, termasuk Indonesia, memelihara otter sangat dibatasi atau bahkan ilegal tanpa izin konservasi. Otter tergolong satwa dilindungi dalam banyak regulasi karena populasinya yang terus menurun di alam liar akibat perburuan dan perdagangan ilegal.
Selain itu, ada aspek etika penting: setiap otter yang dijual sebagai peliharaan berpotensi berasal dari perburuan liar. Ini berarti setiap pembelian bisa berkontribusi pada eksploitasi alam dan ancaman terhadap kelestarian spesies.
Otter Sebagai Peliharaan: Antara Realita dan Fantasi
Meski terlihat lucu dan menyenangkan, otter sebenarnya adalah hewan liar yang butuh perhatian dan penanganan khusus. Beberapa pemilik otter di luar negeri mengaku kewalahan dengan:
- Suara otter yang bising dan melengking
- Kecenderungan menggigit saat stres
- Kebutuhan sosialisasi yang tinggi (tidak cocok dipelihara sendirian)
Bahkan, banyak yang akhirnya melepaskan otter mereka karena tidak mampu memenuhi kebutuhannya.
Alternatif yang Lebih Bijak
Jika Anda benar-benar pecinta otter, mendukung pelestariannya di alam liar adalah pilihan yang jauh lebih bijaksana daripada memeliharanya di rumah. Anda bisa:
- Mengunjungi pusat konservasi untuk melihat langsung otter tanpa mengganggu habitat aslinya.
- Mendukung kampanye penyelamatan satwa liar.
- Menyebarkan edukasi tentang bahayanya perdagangan otter.
Memelihara otter memang terdengar seru dan menggemaskan. Namun, dibalik tingkah lucunya terdapat tanggung jawab besar yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Jangan sampai keinginan sesaat justru membahayakan hewan itu sendiri dan merusak ekosistem. Yuk, bijak sebelum bertindak!
Ingin tahu informasi menarik dan mendalam lainnya tentang dunia satwa dan gaya hidup? Baca terus berita-berita seru hanya di Garap Media!
Referensi
