Seatbelt Mobil – Fitur keselamatan yang paling standar dan wajib ada di setiap kendaraan. Fitur ini berperan penting dalam melindungi tubuh pengemudi dan penumpang dengan menahan tubuh agar tidak terbentur ke depan saat terjadi tabrakan.
Meskipun terlihat sederhana, seatbelt memiliki mekanisme yang kompleks untuk menyerap energi benturan. Sistem ini membantu mengurangi risiko cedera pada bagian tubuh yang rawan, seperti kepala, leher, dan dada.
Fungsi Seatbelt Mobil
Seatbelt berfungsi melindungi pengemudi dan penumpang dari cedera akibat kecelakaan dengan menahan tubuh. Tanpa seatbelt, penumpang akan terus terdorong ke depan hingga mobil berhenti sepenuhnya karena inersia. Saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak benda padat, tubuh penumpang masih terdorong ke depan meski mobil berhenti mendadak. Seatbelt memperlambat gerakan tubuh sekaligus menyerap energi benturan, sehingga mencegah cedera serius pada area-area yang rawan (Setir Kanan, 2024).
Komponen-komponen Seatbelt Mobil
- Webbing (Sabuk) – Webbing adalah sabuk yang melingkari tubuh penumpang. Terbuat dari nilon atau serat poliester yang kuat dan tahan lama, sabuk ini dirancang untuk menahan benturan dengan maksimal.
- Buckle (Gesper atau Pengait) – Buckle menghubungkan dan mengunci webbing dengan sistem retractor. Dirancang untuk kuat dalam situasi darurat dan mudah dilepas dengan satu tombol.
- Retractor (Sistem Retraktor) – Retractor adalah mekanisme pegas yang memungkinkan sabuk bergerak bebas saat digunakan dan mengunci secara otomatis saat terjadi tabrakan. Sistem ini menahan tubuh penumpang tetap di kursi, sehingga mencegah cedera.
- Pretensioner – Pretensioner menarik sabuk lebih kencang saat terjadi tabrakan sebelum airbag mengembang, sehingga meminimalkan pergerakan tubuh ke depan dan meningkatkan perlindungan (Setir Kanan, 2024).
Cara Menggunakan Seatbelt Mobil yang Benar
- Tempatkan Sabuk Melintang di Bahu dan Dada – Pastikan sabuk melintang di atas bahu dan sejajar dengan panggul. Sabuk yang terlalu longgar mengurangi efektivitas, sementara yang terlalu ketat dapat menyebabkan cedera.
- Kaitkan Buckle dengan Benar dan Terkunci Aman – Pasang buckle ke sistem retractor dengan benar. Jangan biarkan sabuk melintang di lengan atau di bawah lengan.
- Pastikan Sabuk Tidak Ada Lipatan – Lipatan pada sabuk mengurangi efektivitas penahan tubuh. Pastikan sabuk dalam kondisi rata saat dipakai (Setir Kanan, 2024).
Cara Kerja Seatbelt Mobil
- Saat Digunakan – Ketika sabuk ditarik, spool di dalam retractor berputar, memutar pegas. Pegas ini menahan gerakan spool dan menjaga sabuk tetap fleksibel. Saat dilepas, pegas mengembalikan sabuk ke posisi semula.
- Saat Terjadi Tabrakan – Retractor memiliki mekanisme penguncian otomatis saat mobil melambat mendadak atau sabuk ditarik dengan cepat. Dua sistem penguncian yang umum.
- Sistem Dipicu oleh Gerakan Mobil – Menggunakan weighted pendulum untuk menangkap ratchet dan menghentikan spool saat mobil berhenti mendadak.
- Sistem Dipicu oleh Gerakan Sabuk – Mengunci spool ketika sabuk ditarik mendadak, menahan tubuh penumpang di kursi (Setir Kanan, 2024).
Penutup
Memahami fungsi, komponen, dan cara kerja seatbelt mobil sangat penting untuk keselamatan berkendara. Selalu pastikan sabuk pengaman terpasang dengan benar sebelum memulai perjalanan. Dengan penggunaan yang tepat, risiko cedera saat kecelakaan dapat diminimalkan secara signifikan.
Jangan lewatkan berita dan tips otomotif menarik lainnya di Garap Media. Temukan juga berbagai artikel yang bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Referensi:
- Setir Kanan. (2024). Seatbelt Mobil: Fungsi, Komponen & Cara Menggunakan. Retrieved from https://setirkanan.co.id/article/seatbelt-mobil-fungsi-komponen-cara-menggunakan
