Mengenal Perplexity AI dan Peluncuran Comet Browser
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kecerdasan buatan (AI) diwarnai dengan kemunculan berbagai inovasi yang mengubah cara manusia berinteraksi dengan informasi. Salah satunya adalah Perplexity AI, perusahaan rintisan yang dikenal dengan konsep “answer engine” berbasis AI.
Perplexity AI semakin mencuri perhatian publik setelah merilis Comet Browser pada Juli 2025. Produk ini menawarkan pengalaman baru dalam menjelajah internet dengan menghadirkan agen AI yang mampu memberikan jawaban, merangkum konten, dan bahkan membantu mengelola aktivitas digital sehari-hari.
Apa Itu Perplexity AI?
Perplexity AI adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan mesin penjawab berbasis AI. Layanan ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban instan dari internet dengan cara yang mirip mesin pencari, tetapi lebih interaktif dan informatif (Perplexity AI, 2025).
Berbeda dengan sekadar metrik “perplexity” yang digunakan dalam evaluasi model bahasa, Perplexity AI adalah entitas bisnis yang menghadirkan produk nyata, salah satunya Comet Browser.
Peluncuran Comet Browser
Pada 9 Juli 2025, Perplexity secara resmi merilis Comet Browser, sebuah peramban AI yang diposisikan sebagai pesaing langsung Google Chrome (TechCrunch, 2025). Browser ini memiliki fitur-fitur seperti:
- Menjawab pertanyaan pengguna dengan jawaban real-time berbasis AI.
- Merangkum halaman web secara instan.
- Menawarkan agen AI untuk membantu tugas sehari-hari, seperti mengatur email atau kalender.
Comet dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar browser; ia berfungsi sebagai asisten digital yang menyatu dengan aktivitas daring pengguna.
Strategi Bisnis dan Valuasi Perusahaan
Perplexity AI tidak hanya meluncurkan produk, tetapi juga terus memperluas strategi bisnisnya. Pada pertengahan 2025, perusahaan ini berhasil mencapai valuasi sekitar US$18 miliar setelah putaran pendanaan terbaru (PYMNTS, 2025).
Selain itu, Perplexity sedang menjajaki kerja sama dengan penerbit media agar mereka mendapatkan bagian dari pendapatan iklan melalui artikel yang dirujuk oleh sistem AI mereka (Bloomberg, 2025). Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk meredam kritik bahwa AI merugikan media dengan mengambil konten tanpa imbalan.
Kontroversi Perplexity AI
Meski inovatif, Perplexity AI juga menghadapi kritik keras. Salah satu kontroversi terbesar muncul dari tudingan penggunaan stealth crawlers yang melanggar arahan robots.txt. Cloudflare melaporkan bahwa crawler Perplexity menyamar sebagai browser biasa dan menggunakan alamat IP berbeda untuk menghindari deteksi (Cloudflare Blog, 2025).
Praktik ini menimbulkan perdebatan mengenai etika penggunaan AI dalam mengakses dan mendistribusikan konten daring. Perplexity sendiri menyatakan akan memperbaiki praktiknya, namun diskusi mengenai transparansi AI masih terus berlangsung.
Perplexity AI adalah salah satu pemain besar baru dalam industri teknologi, dengan produk unggulan Comet Browser yang diluncurkan pada Juli 2025. Inovasi ini menunjukkan potensi besar AI dalam mengubah cara kita mencari dan menggunakan informasi di internet.
Namun, keberhasilan Perplexity juga dibayangi oleh kontroversi seputar praktik crawling dan hubungan dengan penerbit media. Hal ini mengingatkan kita bahwa inovasi teknologi selalu datang dengan tantangan etis yang harus diselesaikan.
Untuk mendapatkan berita terbaru seputar perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari, terus ikuti artikel menarik lainnya hanya di Garap Media.
Referensi
