Mengenal Penyakit Vitiligo dan Cara Mengelolanya
Penyakit vitiligo adalah kondisi kulit yang ditandai dengan hilangnya pigmen, sehingga muncul bercak putih yang kontras dengan kulit sekitarnya. Meskipun tidak menular, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara signifikan.
Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vitiligo terjadi akibat gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel melanosit yang menghasilkan pigmen kulit. Faktor genetik serta lingkungan juga memiliki kontribusi penting dalam memicu perkembangan penyakit ini (Bergqvist et al., 2021).
Apa Itu Penyakit Vitiligo?
Vitiligo merupakan gangguan pigmentasi kulit yang ditandai dengan bercak putih bertepi jelas. Bercak dapat muncul di wajah, tangan, kaki, bahkan kulit kepala. Prevalensi vitiligo diperkirakan sekitar 0,5–2% populasi dunia (Akl et al., 2024).
Penyebab Penyakit Vitiligo
Beberapa faktor yang memicu penyakit vitiligo antara lain:
- Gangguan autoimun: Sel imun menyerang melanosit sehingga pigmen kulit menghilang.
- Faktor genetik: Memiliki riwayat keluarga dengan vitiligo meningkatkan risiko.
- Stres oksidatif: Produksi radikal bebas berlebih dapat merusak sel melanosit.
- Pemicu eksternal: Trauma kulit, paparan bahan kimia tertentu, atau stres emosional dapat memperburuk kondisi (Matarrese et al., 2024).
Oleh karena itu, memahami pemicu sangat penting untuk menentukan strategi pencegahan maupun penanganan yang efektif.
Gejala Penyakit Vitiligo
Gejala utama vitiligo ditandai dengan bercak putih pada kulit yang cenderung menyebar seiring waktu. Selain gejala utama tersebut, penderita juga dapat mengalami beberapa tanda lain, antara lain:
- Rambut di area bercak memutih.
- Perubahan warna pada mulut atau hidung.
- Kehilangan pigmen pada lapisan mata.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Selanjutnya, penggunaan lampu Wood dapat membantu melihat bercak dengan lebih jelas. Selain itu, tes darah juga dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan autoimun lain yang menyertai (StatPearls, 2023).
Cara Mengelola Penyakit Vitiligo
Perawatan vitiligo bertujuan memperlambat perkembangan bercak dan memulihkan warna kulit. Beberapa metode yang umum digunakan:
- Krim topikal: Kortikosteroid atau inhibitor kalsineurin dapat membantu memicu repigmentasi.
- Fototerapi: Sinar UVB spektrum sempit digunakan untuk menstimulasi melanosit.
- Prosedur bedah: Transplantasi melanosit atau cangkok kulit untuk kasus tertentu.
- Kosmetik: Makeup kamuflase atau self-tanning lotion untuk menyamarkan bercak.
Perawatan biasanya dikombinasikan dan disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien (Joge et al., 2022).
Dampak Psikologis dan Dukungan Sosial
Vitiligo tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menyebabkan gangguan psikologis seperti rasa malu atau cemas. Dukungan keluarga, konseling, dan edukasi masyarakat sangat penting agar penderita tetap percaya diri (Akl et al., 2024).
Meskipun belum ada obat yang menyembuhkan penyakit vitiligo secara permanen, perawatan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Penderita disarankan rutin berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan terapi terbaik.
Baca berita kesehatan lainnya hanya di Garap Media untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kesehatan dan gaya hidup.
Referensi:
