Mengenal Patung Sigale-gale Asal Toba yang Unik dan Bersejarah

Last Updated: 15 October 2025, 21:00

Bagikan:

mengenal patung sigale-gale asal toba yang unik dan bersejarah
Foto: Pinterest / Dairysia
Table of Contents

Patung Sigale-gale – Patung kayu tradisional dari Samosir, Sumatera Utara, yang dulunya digunakan dalam ritual penguburan masyarakat Batak. Nama “Sigale-gale” berasal dari bahasa Batak Toba, yaitu “si” dan “gale” yang berarti “si lemah, lesu, lunglai”.

Dahulu, patung ini dimainkan pada upacara pemakaman bagi orang yang meninggal tanpa keturunan atau setelah semua anaknya tiada, terutama bagi tokoh masyarakat atau raja. Kini, Sigale-gale lebih dikenal sebagai atraksi budaya yang memukau wisatawan, menampilkan tarian patung yang dikendalikan tali tersembunyi dengan teknik mirip marionette.


Sejarah dan Fungsi Patung Sigale-gale

Patung Sigale-gale menggambarkan tokoh seperti Raja Manggale dan digunakan dalam ritual kematian untuk menenangkan roh mendiang serta mengusir petaka bagi mereka yang meninggal tanpa memiliki anak. Ritual ini disebut papurpur sapata dan menampilkan tarian bersama Sigale-gale yang gerakannya dikendalikan tali di setiap bagian tubuh patung, jumlah tali dipercaya sama dengan jumlah urat tangan manusia.

Selain fungsi ritual, patung ini juga menjadi simbol status sosial. Kekayaan mendiang yang digunakan untuk membuat Sigale-gale menandakan kekuasaan dan kewibawaan, sehingga orang lain tidak berani mengambil harta tersebut karena takut tertular atau meninggal seperti pemiliknya (Wikipedia).


Keunikan Pertunjukan Sigale-gale

Patung Sigale-gale dibuat seukuran manusia dengan anggota badan bersendi dan bisa diberi lumut basah atau spons agar tampak menangis. Patung dipasang di podium beroda dan dikendalikan dari belakang oleh pemain menggunakan tali tersembunyi. Gerakannya yang realistis membuatnya tampak menari sendiri, sementara orang-orang meratap dan menari bersamanya.

Saat ini, pertunjukan Sigale-gale menjadi atraksi wisata budaya, misalnya di Museum Huta Bolon Simanindo, Samosir. Wisatawan dapat menyaksikan bagaimana patung ini menari dan merasakan atmosfer tradisi Batak yang kaya makna (Wikipedia).


Legenda di Balik Patung Sigale-gale

Cerita Si Galegale

Datu Panggana, seorang pemahat terkenal, memahat patung perempuan dari pohon kayu kering. Patung itu dihias oleh pedagang Bao Partigatiga dengan pakaian dan perhiasan emas hingga tampak hidup. Kemudian, Datu Partaoar, seorang dukun, membuat patung itu bergerak dengan mantra, diberi nama Nai Manggale, dan diangkat sebagai anak oleh keluarganya. Setelah konflik antara ketiganya, Datu Partaoar dianggap sebagai bapak, Bao Partigatiga sebagai abang, dan Datu Panggana sebagai paman. Nai Manggale akhirnya meninggal, dan patung dibuat sesuai amanahnya agar arwahnya tidak terkena siksa.

Versi Lain

Dalam versi lain, Sigale-gale dibuat untuk Raja Rahat agar menenangkan kerinduan pada putranya, Manggale, yang tewas di medan perang. Pemahat membuat patung yang mirip wajah Manggale, lalu datu memanggil roh Manggale ke dalam patung. Patung ini bisa menari sendiri, dan rakyat serta raja ikut menari bersamanya. Sejak itu, Sigale-gale menjadi simbol penghormatan pada orang yang meninggal dan simbol seni Batak yang unik (Wikipedia).


Penutup

Patung Sigale-gale bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bukti kreativitas dan kepercayaan masyarakat Batak Toba. Pertunjukannya yang menawan tetap dipertahankan hingga kini, memungkinkan generasi baru dan wisatawan memahami sejarah serta tradisi leluhur.

Jangan lewatkan berita menarik lainnya di Garap Media yang membahas kekayaan budaya Indonesia dan inovasi lokal. Temukan lebih banyak cerita inspiratif yang menambah wawasan dan kecintaan pada warisan budaya tanah air.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /