Indonesia kaya akan warisan spiritual dan budaya, salah satunya adalah kepercayaan asli Suku Batak. Kepercayaan ini dikenal sebagai Ugamo Malim atau Parmalim, sebuah sistem religi yang telah eksis sebelum agama-agama besar masuk ke Tanah Batak. Artikel ini adalah pembuka yang tepat untuk mengenal agama Parmalim, mulai dari sejarahnya singkat, ajaran utama, hingga tradisi unik yang masih dipegang teguh oleh penganutnya saat ini.
Apa Itu Agama Parmalim?
Parmalim atau Ugamo Malim adalah sistem religi yang dianut oleh suku Batak asli di Sumatra Utara yang dapat diartikan sebagai sistem yang mengatur segala hal yang berkaitan dengan Ngolu Partondian (alam spiritual) berdasarkan prinsip kesucian.
Penganut Parmalim meyakini Tuhan mereka adalah Jahowa, yang mengutus Sisingamangaraja sebagai wakil-Nya.(kompasiana.com,2021)
Sejarah Singkat
Kepercayaan ini awalnya berakar pada tradisi leluhur Batak kuno yang sudah ada sekitar tahun 1860. Gerakan ini bertujuan melindungi kepercayaan dan kebudayaan tradisional Batak Toba dari pengaruh Agama asing, dan kolonialisme Belanda.
Parmalim berkembang menjadi gerakan reformasi, Lembaga nya kemudian didirikan di Desa Hutatinggi, Laguboti, pada tahun 1921 oleh Raja Mulia Naipospos. Sisingamangaraja XII dihormati sebagai figur utama karena dianggap sebagai perwujudan Mulajadi Nabolon.(publisherqu.com,2025)
Ajaran Utama
Ajaran Parmalim berpusat pada keyakinan terhadap Debata Mulajadi Nabolon sebagai pencipta dan penguasa alam semesta.
- Terdapat tiga konsep hubungan dengan roh: Tondi (jiwa atau roh), Sahala (roh kekuatan), dan Begu (jiwa orang yang sudah mati).
- Parmalim memiliki kitab suci bernama Pustaha Habonaron.
- Umat Parmalim wajib menjunjung tinggi nilai-nilai seperti menghormati dan mencintai sesama, serta menghindari riba, berbohong, memfitnah, berzina, dan mencuri.
- Mereka juga mengharamkan memakan daging babi, anjing, monyet, dan binatang liar lainnya, serta darah.
Baca juga: Sejarah Kapur Barus : Dari Komoditas Langka hingga Kota Kuno yang Megah
Tradisi dan Ibadah
Sebagian besar Ritual dalam Ugamo Malim berfungsi sebagai sarana untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan.
- Ibadah Mingguan: Dilakukan setiap hari Sabtu (Mararisabtu).
- Ibadah Tahunan Utama:
- Sipaha Sada (Parmingotan Hatutubu ni Tuhan) : Ritual menyambut tahun baru Batak (awal Maret) sekaligus memperingati kelahiran Tuhan Simarimbulubosi dan para pengikutnya. Ritual ini diawali dengan Mangan Na Paet (makan makanan pahit simbolis) sebagai bentuk permenungan dan pertobatan.
- Sipaha Lima (Pameleon Bolon) : Upacara persembahan besar dan syukuran atas panen yang diadakan pada bulan kelima kalender Batak (sekitar Juni-Juli). Upacara ini juga bertujuan menghimpun dana sosial.(lawyersclubs.com,2020)
Tantangan dan Status Parmalim di Indonesia
Parmalim masih tetap eksis, terutama di Hutatinggi, Laguboti, Kabupaten Toba Samosir. Parmalim tidak mendapat pengakuan legal sebagai salah satu agama resmi di Indonesia.
Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 memberi kesempatan kepada penganut Parmalim untuk dicatatkan sebagai warga negara di kantor catatan sipil, meskipun identitas Parmalim tidak dapat dicantumkan di Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Data tahun 2010-2015 mencatat pengikut Agama Parmalim berkisar 300 jiwa , menunjukkan jumlah pengikut semakin sedikit dan nyaris punah.(sumut.idntimes.com,2022)
Penutup
Mengenal Agama Parmalim adalah langkah penting untuk menghargai kekayaan spiritual dan budaya Suku Batak. Parmalim bukan sekadar kepercayaan, tetapi warisan leluhur yang harus kita jaga.
Ingat, pemahaman budaya adalah investasi untuk masa depan bangsa. Pastikan Kamu ikut ambil bagian sebagai langkah awal yang penting: bagikan informasi ini untuk mendukung dialog budaya, dan jika kamu berkesempatan, rencanakan perjalanan ke Hutatinggi, Laguboti, untuk melihat langsung jejak peradaban yang harus kita jaga bersama.
Untuk terus menjaga wawasan spiritual dan mendukung pemahaman kebudayaan, terus ikuti tips dan informasi menarik lainnya dari kami.
