Mengapa Kolesterol Bisa Tinggi? Kenali Penyebab dan Risikonya

Last Updated: 9 February 2026, 08:54

Bagikan:

kolesterol tinggi
Foto: Halodoc
Table of Contents

Kadar kolesterol tinggi atau hiperkolesterol pada seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya faktor usia yang mana pada saat 40-50 tahun, pria ataupun wanita cenderung mengalami peningkatan kadar kolesterol darah terutama LDL.

“Peningkatan ini kemungkinan dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme yang semakin menurun. Faktor yang sulit dikendalikan adalah faktor genetik, dimana terjadi kelainan di dinding sel yang menyebabkan hati terlalu banyak memproduksi LDL sehingga banyaknya LDL yang beredar di dalam darah,” sebut dietisien RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Yesi Herawati, S.Gz, RD.

Lalu, Yesi mengatakan orang yang mempunyai riwayat keluarga hiperkolesterol walaupun kurus tetap berisiko terjadinya hiperkolesterol. Selain faktor genetik, kolesterol tinggi juga bisa terjadi karena mengonsumsi makanan yang mengandung sumber kolesterol tinggi, lemak jenuh, dan lemak trans.

“Contohnya gorengan, makanan bersantan, ayam dengan kulit, kuning telur, jeroan, daging berlemak dan seafood,” kata Yesi.

Yesi menyebut pula kurang olahraga juga dapat meningkatkan kolesterol. Dengan berolahraga dapat membantu meningkatkan lemak baik (HDL) dan membuat LDL menjadi kurang berbahaya dengan meningkatkan ukuran partikel yang membentuk LDL. Selain itu, obesitas juga ikut andil dalam peningkatan kolesterol total, LDL dan trigliserida serta berperan dalam penurunan HDL. Asupan makan berlebih dan aktivitas fisik yang kurang semakin memperberat terjadinya obesitas.

“Apa lagi saat ini orang sudah dimanjakan dengan banyak kemudahan terutama alat transportasi, sehingga orang lebih banyak naik kendaraan daripada jalan kaki, lebih banyak duduk santai daripada mengerjakan pekerjaan rumah,” ungkap Yesi.

Risiko Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan pembuluh darah arteri, karena penumpukan plak dan pengerasan dinding pembuluh darah arteri yang disebut aterosklerosis. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung koroner bila aterosklerosis terjadi di pembuluh darah jantung.

“Penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan keluhan nyeri dada atau angina, dan berisiko menyebabkan serangan jantung,” terang Yesi.

Kondisi serupa dapat terjadi pada pembuluh darah otak yang akan menyebabkan stroke, juga pada pembuluh darah lainnya, seperti tungkai, lengan, serta perut, yang akan menyebabkan penyakit arteri perifer. Selain masalah jantung dan pembuluh darah, kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan pembentukan kristal empedu yang bisa mengeras menjadi batu empedu.

“Mengingat risiko dari kolesterol tinggi, maka perlu dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah secara berkala,” kata Yesi.

Pemeriksaan ini dianjurkan terutama bagi seseorang yang memiliki keluarga riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung dan pembuluh darah. Pemeriksaan juga penting bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, hipertensi, atau diabetes kronis.

Tips Mencegah Kolesterol Tinggi

  1. Menerapkan Pola Makan Sehat dengan Gizi Seimbang: Batasi konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi terutama makanan tinggi lemak dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalankan diet rendah lemak dapat menurunkan kolesterol sebesar 13 persen. Hindari konsumsi alkohol, perbanyak sayuran dan buah-buahan, serta gunakan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, ikan salmon dan ikan lainnya yang kaya omega 3 tanpa digoreng, alpukat, dan kacang-kacangan.
  2. Menurunkan Berat Badan Berlebih: Dengan menurunkan berat badan, kadar kolesterol total juga ikut menurun.
  3. Berolahraga secara Teratur: Aktivitas fisik dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam tubuh. Usahakan untuk berolahraga selama 30-60 menit tiap hari seperti jogging, lari, jalan kaki, bersepeda, atau berenang.
  4. Menghentikan Kebiasaan Merokok: Merokok dapat menurunkan HDL dalam tubuh sehingga LDL akan terus meningkat. Selain itu, merokok juga dapat mempercepat penumpukan plak dalam arteri.
  5. Menghindari Stres: Pada saat kita stres, kadar LDL akan meningkat. Maka hindarilah stres, cukupi kebutuhan tidur, dan buatlah hidup yang menyenangkan.

Penutup

Menjaga kadar kolesterol tetap normal sangat penting untuk mencegah berbagai risiko kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, dan batu empedu. Dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala, risiko tersebut bisa dikontrol sejak dini.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, gaya hidup, diet sehat, olahraga, hipertensi, diabetes, jantung, obesitas, dan nutrisi hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /