MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah 2025

Last Updated: 25 December 2025, 08:00

Bagikan:

MBG Tetap Berjalan
Proses pengemasan makan bergizi gratis di SPPG Rizky Barokah Desa Mlekang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Senin (24/2/2025) By (KOMPAS.COM/NUR ZAIDI)
Table of Contents

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah pemerintah menegaskan bahwa penyalurannya tetap berjalan meski sekolah memasuki masa libur akhir tahun 2025. Kebijakan ini menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak tidak bergantung pada kalender akademik, melainkan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin negara.

Di tengah berbagai respons masyarakat, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa pelaksanaan MBG selama libur sekolah telah diatur secara teknis, fleksibel, dan tidak bersifat memaksa. Skema khusus disiapkan agar distribusi tetap berjalan tanpa membebani siswa maupun orang tua.

MBG Libur Sekolah Tetap Dilaksanakan Pemerintah

Keputusan untuk tetap menjalankan MBG selama libur sekolah merujuk pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang tertuang dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025. Dalam kebijakan tersebut, ditegaskan bahwa program MBG tidak mengenal masa libur, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

BGN menilai masa libur justru berpotensi meningkatkan risiko kekurangan gizi karena pola makan keluarga tidak selalu terpantau. Oleh sebab itu, konsistensi penyaluran MBG dianggap krusial untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan penerima manfaat.

Baca Juga: Indonesia Buka Peluang Ajak India Kolaborasi Besar Garap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Empat Skema Penyaluran MBG Selama Libur Sekolah

Untuk memastikan efektivitas program, pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran MBG selama libur sekolah. Skema ini bersifat opsional dan disesuaikan dengan kondisi daerah serta kesepakatan sekolah dan keluarga penerima manfaat.

Pertama, paket siap santap diberikan pada awal masa libur, terutama untuk empat hari pertama. Menu disesuaikan agar mudah dikonsumsi dan tetap memenuhi standar gizi.

Kedua, siswa dapat mengambil paket MBG langsung ke sekolah dengan pendataan terlebih dahulu oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi.

Ketiga, tersedia opsi pengantaran ke rumah bagi siswa atau orang tua yang tidak dapat datang ke sekolah. Keempat, paket MBG dapat diambil langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat. Seluruh skema ini dirancang agar tidak memberatkan penerima manfaat.

Tidak Ada Paksaan dalam Pengambilan MBG

BGN menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi siswa untuk datang ke sekolah selama libur hanya demi mengambil MBG. Jika sekolah atau orang tua memilih tidak menerima paket MBG, keputusan tersebut tetap dihormati tanpa sanksi apa pun.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu pemaksaan kehadiran siswa di masa libur. Pemerintah menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah memastikan kecukupan gizi, bukan memaksa aktivitas belajar di luar kalender pendidikan.

Pandangan Akademisi soal MBG Libur Sekolah

Sejumlah akademisi menilai kebijakan MBG tetap berjalan saat libur sekolah sebagai langkah tepat. Pemenuhan gizi dianggap sebagai kebutuhan dasar yang tidak mengenal waktu libur. Anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap membutuhkan asupan nutrisi seimbang setiap hari.

Intervensi gizi secara langsung melalui makanan dinilai lebih efektif dibandingkan bantuan tunai. Kekosongan pemenuhan gizi, meski hanya sementara, berpotensi berdampak jangka panjang seperti stunting dan gangguan perkembangan kognitif.

Implementasi MBG di Daerah Saat Libur Sekolah

Di tingkat daerah, kebijakan MBG libur sekolah mulai diimplementasikan secara nyata. Salah satunya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, di mana penyaluran MBG tetap dilakukan meski sekolah libur. Pemerintah daerah bekerja sama dengan satuan pelayanan gizi untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Contoh implementasi ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berhenti pada kebijakan pusat, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan. Hal ini memperkuat kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program.

Penutup

Kebijakan MBG tetap berjalan saat libur sekolah menegaskan komitmen negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Dengan skema yang fleksibel dan tanpa paksaan, program ini dirancang agar tetap efektif dan berkelanjutan.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti isu kebijakan publik, ekonomi, dan sosial terkini, simak berbagai artikel mendalam lainnya hanya di Garap Media!.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /