MBG Jogja Ikuti Arahan Sultan HB X: Paket Makan Kini Dilengkapi Label Harga dan Kandungan Gizi

Last Updated: 5 March 2026, 18:00

Bagikan:

MBG Jogja Ikuti Arahan Sultan HB X
Program MBG Jogja kini lebih transparan setelah mengikuti arahan Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan mencantumkan label harga dan kandungan gizi pada setiap paket makanan siswa. Sumber gambar: Instagram @merapi_uncover.
Table of Contents

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian publik setelah munculnya paket makanan siswa yang dilengkapi label harga serta informasi kandungan gizi. Langkah ini dinilai sebagai upaya transparansi agar masyarakat mengetahui secara jelas menu dan nilai nutrisi yang diberikan kepada para pelajar.

Penerapan label tersebut disebut mengikuti arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang meminta pengelolaan program MBG dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Dengan adanya informasi harga dan gizi pada setiap paket makanan, masyarakat dapat melihat rincian menu yang disediakan dalam program tersebut.

MBG Jogja Cantumkan Label Harga dan Gizi

Program MBG Jogja mulai mencantumkan label harga serta informasi kandungan gizi pada paket makanan yang dibagikan kepada siswa. Label tersebut berisi rincian menu, harga setiap komponen makanan, serta total biaya dalam satu paket.

Salah satu contoh paket menu yang beredar memperlihatkan beberapa jenis makanan seperti telur rebus, kue kacang, tahu walik, dan jemblem manis. Pada label tersebut juga tertulis rincian harga masing‑masing makanan.

Total harga paket makanan tersebut tercantum sekitar Rp10.000. Selain itu, label juga memuat informasi nilai gizi per porsi sehingga siswa dan orang tua dapat mengetahui kandungan nutrisi dari menu yang disajikan.

Paket menu tersebut memiliki kandungan energi sekitar 410 kilokalori dengan protein sekitar 19,4 gram, lemak 17,7 gram, serta karbohidrat sekitar 47,5 gram (Radar Jogja, 2026).

Arahan Sultan HB X untuk Transparansi Program

Pencantuman label harga pada paket MBG dilakukan setelah adanya arahan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X. Gubernur DIY tersebut meminta agar program makan bergizi gratis dijalankan secara transparan. Tujuannya agar masyarakat memahami penggunaan anggaran serta kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Melalui label harga dan informasi gizi, masyarakat dapat melihat rincian menu dan biaya penyediaan makanan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis di sejumlah sekolah di Yogyakarta. Pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa. Selain itu, pengelolaannya juga harus terbuka dan bertanggung jawab (Kumparan, 2026).

Langkah MBG Jogja yang mencantumkan label harga dan kandungan gizi pada paket makanan menjadi contoh upaya transparansi dalam program sosial pemerintah daerah. Kebijakan ini memberikan informasi jelas kepada masyarakat sekaligus menunjukkan komitmen pengelolaan program yang akuntabel.

Ke depan, transparansi seperti ini diharapkan dapat menjadi standar dalam berbagai program bantuan pemerintah lainnya. Untuk mendapatkan informasi terbaru seputar kebijakan publik, pendidikan, dan berita nasional lainnya, pembaca dapat mengikuti berbagai artikel terbaru di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /