Manfaat Daun Ketepeng untuk Kulit & Kesehatan Alami Terbukti Ilmiah
Daun ketepeng (Cassia alata) dikenal luas sebagai tanaman obat tradisional di Indonesia, terutama untuk mengatasi masalah kulit seperti kurap dan panu. Pemanfaatannya telah berlangsung secara turun-temurun di berbagai daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, manfaat daun ketepeng mulai banyak diteliti secara ilmiah dan dilaporkan media kesehatan nasional berbasis riset. Artikel ini merangkum manfaat daun ketepeng hanya dari sumber valid yang dapat diakses publik.
Manfaat Daun Ketepeng berdasarkan Penelitian
Khasiat Antijamur Daun Ketepeng
Penelitian yang dipublikasikan oleh Jurnal Agromedicine Universitas Lampung menemukan bahwa ekstrak daun ketepeng efektif menghambat pertumbuhan jamur penyebab tinea pedis atau kaki atlet (Anwar, Agromedicine Unila, 2015). Temuan ini memperkuat penggunaan tradisional ketepeng sebagai obat panu, kurap, dan infeksi kulit lainnya.
Selain itu, studi literatur di Indonesian Journal of Medical and Pharmaceutical Science menegaskan efektivitas Cassia alata terhadap berbagai jamur dermatofita penyebab penyakit kulit (Cahyani & Kusumawati, IJMPS, 2025).
Aktivitas Antibakteri
Riset dari Poltekkes Tanjungkarang menunjukkan ekstrak daun ketepeng mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Klebsiella pneumoniae, yang kerap menjadi penyebab infeksi kulit dan luka ringan (Lathifah et al., Jurnal Analis Kesehatan, 2025).
Efek antibakteri ini menjadikan daun ketepeng berpotensi digunakan sebagai bahan antiseptik alami untuk perawatan luka ringan dan kebersihan kulit.
Efek Antiinflamasi
Manfaat daun ketepeng juga terlihat pada aktivitas antiinflamasi. Penelitian pada formula salep berbahan ekstrak daun ketepeng menunjukkan kemampuan menurunkan peradangan pada hewan uji laboratorium (Indriati et al., Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer, 2025).
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa daun ketepeng dapat membantu meredakan gatal, kemerahan, dan iritasi kulit akibat radang ringan.
Peran Antioksidan
Riset yang diterbitkan oleh Universitas Sam Ratulangi melaporkan kandungan flavonoid dan fenolik dalam daun ketepeng memiliki aktivitas antioksidan cukup tinggi (Maryadi et al., Chemical Progress Unsrat, 2025). Aktivitas ini berpotensi membantu perlindungan sel kulit dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Antioksidan juga berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan kulit yang rusak.
Pengembangan Sediaan Modern
Penelitian dari Universitas Mataram mengembangkan krim berbahan ekstrak etanol daun ketepeng yang ditujukan untuk terapi penyakit kulit ringan. Formulasi ini dinilai lebih efisien dan higienis dibandingkan pemakaian secara tradisional (Maryadi et al., Jurnal Pepadu, 2025).
Cara Pemanfaatan Daun Ketepeng
Berdasarkan literatur ilmiah:
- Penggunaan topikal melalui krim atau salep ekstrak daun ketepeng menjadi metode paling dianjurkan.
- Rebusan daun dapat digunakan sebagai bilasan kulit, tetapi konsentrasi efektif lebih sulit dikontrol.
- Konsumsi oral tidak dianjurkan tanpa pengawasan medis karena penelitian keamanan masih terbatas.
Manfaat daun ketepeng kini tidak hanya berbasis tradisi, namun juga didukung riset ilmiah yang menunjukkan efek antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan. Dengan pemanfaatan yang tepat, tanaman ini dapat menjadi alternatif perawatan kulit alami.
Dapatkan informasi kesehatan dan herbal terpercaya lainnya hanya di Garap Media, dengan artikel berbasis riset dan referensi yang selalu dapat diverifikasi.
Referensi
