Malone Lam dan Jejak Pencurian Bitcoin Rp4,2 Triliun, Berawal dari Putus Sekolah

Last Updated: 11 September 2026, 10:05

Bagikan:

Malone Lam Pencurian Bitcoin
Malone Lam mengaku bersalah dalam kasus pencurian Bitcoin senilai Rp4,2 triliun di Amerika Serikat. Sumber gambar: United States Department of Justice.
Table of Contents

Malone Lam, pria asal Singapura berusia 22 tahun, mengaku bersalah dalam kasus pencurian dan pencucian Bitcoin senilai lebih dari US$245 juta atau sekitar Rp4,2 triliun di Amerika Serikat. Lam menjadi salah satu tokoh utama dalam jaringan kejahatan siber yang menargetkan pemilik aset kripto melalui rekayasa sosial sebelum menggunakan hasil pencurian untuk membiayai gaya hidup mewah. (Associated Press, 2026)

Malone Lam Memimpin Jaringan Pencurian Bitcoin di Amerika Serikat

Lam mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi pemerasan berdasarkan Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act atau RICO. Jaksa Amerika Serikat menyebut Lam sebagai salah satu pengatur jaringan yang menjalankan serangkaian penipuan terhadap pemilik mata uang kripto sejak 2023. (Associated Press, 2026)

Jaringan tersebut melibatkan sejumlah anak muda yang bekerja sama untuk mencari korban dengan kepemilikan aset kripto dalam jumlah besar. Para pelaku kemudian menggunakan informasi pribadi korban untuk membangun skenario penipuan yang dapat membuka akses menuju aset digital mereka.

Kasus tersebut mencakup beberapa aktivitas utama:

  • Pelaku mencari pemilik aset kripto dengan nilai tinggi.
  • Pelaku menggunakan rekayasa sosial untuk memperoleh informasi keamanan.
  • Pelaku mengakses akun dan dompet kripto korban.
  • Pelaku memindahkan aset curian ke sejumlah dompet yang mereka kendalikan.
  • Pelaku mencuci aset digital sebelum mengubahnya menjadi uang atau membelanjakannya.

Pencurian 4.100 Bitcoin Menjadi Aksi Terbesar Jaringan Lam

Aksi terbesar terjadi pada Agustus 2024 ketika Lam dan rekan-rekannya menargetkan seorang pemilik Bitcoin di Washington, D.C. Kelompok tersebut berhasil mengambil lebih dari 4.100 Bitcoin dengan nilai lebih dari US$245 juta pada saat perkara tersebut diproses oleh penegak hukum Amerika Serikat. (Associated Press, 2026)

Para pelaku menjalankan rekayasa sosial dengan menyamar sebagai perwakilan perusahaan teknologi dan bursa kripto. Strategi tersebut membuat korban memberikan akses dan kode keamanan yang kemudian digunakan pelaku untuk menguasai aset Bitcoin. (Associated Press, 2026)

Keberhasilan tersebut kemudian membuat jaringan Lam menguasai dana dalam jumlah sangat besar. Para pelaku memindahkan aset hasil pencurian melalui berbagai transaksi untuk menyamarkan sumber dana sebelum menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan pribadi.

Malone Lam Mengubah Bitcoin Curian Menjadi Gaya Hidup Mewah

Lam dan rekan-rekannya menggunakan hasil pencurian untuk membeli berbagai barang dan layanan mewah. Pengeluaran kelompok tersebut mencakup mobil sport, jam tangan mahal, rumah mewah, jet pribadi, serta pesta di sejumlah klub malam. (Associated Press, 2026)

Salah satu pengeluaran terbesar terjadi ketika Lam menghabiskan sekitar US$569.000 dalam satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles. Jaringan tersebut juga membeli lebih dari 30 kendaraan mewah, termasuk Porsche, Lamborghini, dan Ferrari. (Associated Press, 2026)

Gaya hidup tersebut justru membantu penyidik melihat pola penggunaan dana hasil kejahatan. Pengeluaran dalam jumlah besar memberikan petunjuk tambahan mengenai pergerakan Lam dan anggota jaringan lainnya.

Putus Sekolah di Singapura, Malone Lam Pindah ke Amerika

Lam memiliki latar belakang yang berbeda dari gambaran umum pelaku kejahatan finansial berskala besar. Ia meninggalkan sekolah ketika masih berada di tingkat kelas delapan atau sekitar usia 14 tahun sebelum kemudian terlibat dalam komunitas permainan daring dan aktivitas yang berkaitan dengan mata uang kripto. (Associated Press, 2026)

Lam kemudian datang ke Amerika Serikat dari Singapura pada 2023. Ia menjalani aktivitas bersama jaringan tersebut di beberapa lokasi, termasuk Miami, ketika kelompok itu mulai menjalankan serangkaian pencurian aset kripto. (Associated Press, 2026)

Perjalanan Lam menunjukkan perubahan cepat dari seorang remaja putus sekolah menjadi tokoh utama dalam jaringan pencurian aset digital bernilai ratusan juta dolar. Kasus tersebut juga memperlihatkan bagaimana pelaku dapat memanfaatkan interaksi daring untuk membangun jaringan sebelum melakukan kejahatan terhadap target bernilai tinggi.

FBI Menangkap Malone Lam Setelah Pencurian Bitcoin

FBI menangkap Lam di Miami pada September 2024 setelah penyelidikan mengarah kepada dirinya dan sejumlah anggota jaringan. Penangkapan tersebut terjadi sekitar satu bulan setelah pencurian Bitcoin senilai lebih dari US$245 juta dilakukan terhadap korban di Washington, D.C. (Associated Press, 2026)

Lam menjadi salah satu dari 18 orang yang didakwa dalam perkara tersebut. Setelah beberapa terdakwa lainnya mengaku bersalah, Lam menjadi terdakwa ke-11 yang menyatakan bersalah dalam kasus jaringan pencurian kripto tersebut. (Associated Press, 2026)

Pengakuan bersalah Lam menjadi perkembangan penting dalam proses hukum perkara tersebut. Jaksa kini memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk memproses peran Lam dalam jaringan yang menjalankan pencurian dan pencucian aset kripto.

Malone Lam Menghadapi Ancaman Hukuman 20 Tahun Penjara

Pengadilan Amerika Serikat belum menetapkan tanggal vonis untuk Lam. Hakim Distrik AS Colleen Kollar-Kotelly menangani perkara tersebut, sedangkan Lam menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara atas dakwaan konspirasi RICO. (Associated Press, 2026)

Kasus Malone Lam memperlihatkan risiko besar yang muncul ketika rekayasa sosial digunakan untuk menyerang pemilik aset digital. Pencurian tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memanfaatkan kepercayaan korban untuk memperoleh akses ke aset bernilai sangat tinggi.

Perkara tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan mata uang kripto tidak otomatis membuat pelaku tidak terlacak. Pergerakan aset digital, pola pengeluaran, dan penggunaan dana hasil kejahatan dapat memberikan petunjuk bagi penyidik ketika mereka membangun rangkaian bukti.

Garap Media akan terus menghadirkan perkembangan terbaru mengenai kejahatan siber, teknologi, dan mata uang kripto. Pembaca dapat mengikuti artikel lainnya untuk mendapatkan informasi mengenai kasus-kasus teknologi dan perkembangan dunia digital.

Ikuti pula berbagai artikel Garap Media lainnya untuk memahami isu teknologi dari sisi keamanan, ekonomi, dan dampaknya terhadap masyarakat. Informasi terbaru akan membantu pembaca mengikuti perubahan dunia digital yang berlangsung semakin cepat.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /