Maladaptive Daydreaming: Kebiasaan Melamun Ekstrem yang Diam-Diam Mengganggu Hidup

Last Updated: 12 December 2025, 03:42

Bagikan:

Suasana yang menggambarkan intensitas maladaptive daydreaming, menghadirkan kesan emosional dan mendalam. Sumber gambar: Pinterest/wikiHow.
Table of Contents

Maladaptive Daydreaming: Kebiasaan Melamun Ekstrem yang Diam-Diam Mengganggu Hidup

Fenomena maladaptive daydreaming (MD) kini semakin diperbincangkan setelah sejumlah penelitian ilmiah menemukan bahwa kondisi ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari secara signifikan. Berbeda dari lamunan biasa, MD melibatkan fantasi intens, mendalam, dan sulit dikendalikan, sehingga menyebabkan penderitanya kehilangan fokus dan waktu produktif (Somer, 2002).

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah studi internasional dan laporan media Indonesia mulai menyoroti gejala, pemicu, serta dampak MD pada kesehatan mental. Kesadaran publik meningkat seiring semakin banyaknya individu yang menyadari pola lamunan berlebihan yang menghambat aktivitas harian (Kumparan, 2024).

Memahami Maladaptive Daydreaming

Istilah maladaptive daydreaming diperkenalkan oleh Prof. Eli Somer pada 2002, yang menggambarkan kondisi lamunan intens dengan alur cerita kompleks dan kecenderungan menghindari dunia nyata. Studi terbaru menemukan bahwa MD tidak hanya berdampak pada fokus, tetapi juga berhubungan dengan gejala depresi, kecemasan, dan disosiasi (Somer et al., 2002; Sood et al., 2025).

Ciri-Ciri Utama Maladaptive Daydreaming

Beberapa karakteristik yang sering dijumpai antara lain:

  • Lamunan berlangsung lama dan berulang dengan narasi kompleks.
  • Perasaan terdesak untuk kembali melamun.
  • Gangguan fungsi sosial dan akademik.
  • Fantasi sering dipicu musik, kesendirian, atau stres (Kumparan, 2024).

Dampak pada Kehidupan Sehari-Hari

Penelitian dari The Journal of Contemporary Psychotherapy menunjukkan bahwa MD dapat menyebabkan penurunan produktivitas, gangguan relasi sosial, hingga tekanan emosional akibat lamunan yang sulit dikendalikan (Somer, 2002). Kondisi ini juga dapat memperburuk masalah psikologis lain seperti cemas berlebihan dan depresi (Sood et al., 2025).

Temuan Penelitian Internasional

Meta-analisis tahun 2025 mengungkapkan bahwa MD berkorelasi dengan:

  • Gangguan kecemasan dan depresi
  • Disosiasi dan intrusive thoughts
  • Kesulitan regulasi emosi
  • Gangguan tidur dan fokus (Sood et al., 2025)

Sementara penelitian lain pada populasi dewasa menunjukkan bahwa trauma masa kecil dan gaya keterikatan emosional (attachment style) memiliki hubungan signifikan dengan kecenderungan MD (Mohammadi et al., 2025).

Perspektif Media Lokal Indonesia

Media Indonesia seperti Kumparan dan Detik turut menyoroti MD sebagai fenomena kesehatan mental yang perlu diperhatikan. Artikel Kumparan (2024) menjelaskan bahwa MD ditandai lamunan ekstrem yang terasa nyata dan dapat mengacaukan rutinitas. Detik juga mencatat bahwa MD semakin dikenali sebagai gejala yang berdampak pada performa belajar dan pekerjaan (Detik, 2024).

Menangani Maladaptive Daydreaming

Teknik Grounding

Mengalihkan fokus ke sensasi fisik (misalnya menyentuh benda dingin atau memperhatikan napas) terbukti membantu mengurangi intensitas lamunan berlebih.

Pencatatan Pola Lamunan

Mencatat situasi kapan lamunan muncul dapat membantu mengidentifikasi pemicu, baik emosional maupun lingkungan.

Konsultasi Profesional

Terapi psikologis, terutama berbasis CBT (Cognitive Behavioral Therapy), dapat membantu penderita memahami pola pikiran internal yang memicu MD dan membangun strategi coping yang sehat.

Kontrol Lingkungan Pemicu

Musik repetitif, aktivitas monoton, dan kesendirian berkepanjangan merupakan pemicu umum MD. Mengatur pola aktivitas harian dapat membantu menguranginya (Kumparan, 2024).

Fenomena maladaptive daydreaming menunjukkan bahwa kebiasaan melamun bukan selalu hal yang sepele. Ketika lamunan berkembang menjadi pelarian intens dari dunia nyata, dampaknya dapat mengganggu produktivitas, hubungan sosial, dan kesehatan mental. Dengan meningkatnya penelitian ilmiah dan publikasi media lokal, kesadaran mengenai MD semakin luas dan membantu banyak orang mengenali gejalanya.

Untuk memahami lebih jauh perkembangan isu kesehatan mental dan topik psikologi lainnya, pembaca dapat menjelajahi berita dan artikel mendalam lainnya di Garap Media. Informasi yang akurat dan mudah dipahami akan membantu meningkatkan kesadaran terhadap kondisi psikologis modern.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /