Tak bisa dipungkiri, banyak dari kita yang merasa lebih bahagia setelah menikmati makanan manis, seperti sepotong cokelat, kue, atau permen favorit. Namun, ada alasan ilmiah di balik perasaan tersebut. Makanan manis ternyata memiliki efek positif pada mood dan bisa memberikan dorongan energi yang dibutuhkan tubuh untuk merasa lebih baik. Berikut ini adalah penjelasan mengapa makanan manis dapat membangkitkan mood dan bagaimana hal ini berfungsi secara ilmiah.
1. Makanan Manis Meningkatkan Produksi Hormon Kebahagiaan
Ketika kita makan makanan manis, tubuh kita merespons dengan meningkatkan produksi hormon-hormon yang berkaitan dengan kebahagiaan, seperti dopamin dan serotonin.
- Dopamin dikenal sebagai hormon yang bertanggung jawab atas perasaan senang atau bahagia. Ketika kita makan makanan manis, dopamin dilepaskan, memberikan perasaan kenikmatan yang segera dirasakan oleh otak.
- Serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan, juga diproduksi ketika kita mengonsumsi makanan manis. Serotonin membantu mengatur suasana hati dan memberikan perasaan tenang dan bahagia. Itulah mengapa banyak orang merasa lebih baik setelah mengonsumsi makanan manis, terutama saat merasa stres atau cemas.
2. Kenaikan Gula Darah Memberikan Dorongan Energi
Makanan manis, terutama yang mengandung gula, memberikan lonjakan energi instan. Ketika kita makan makanan tinggi gula, tubuh akan memecah gula tersebut menjadi glukosa yang cepat diserap oleh darah, memberikan energi ekstra yang langsung terasa. Kondisi ini bisa meningkatkan mood kita dalam waktu singkat, karena tubuh merasa lebih energik dan siap beraktivitas.
Namun, perlu diingat bahwa meskipun gula dapat memberikan dorongan energi instan, lonjakan ini biasanya diikuti dengan penurunan yang cepat, yang bisa membuat kita merasa lelah atau lesu setelahnya. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan manis dalam jumlah yang bijak dan seimbang.
3. Makanan Manis Meningkatkan Perasaan Kenyamanan dan Kepuasan
Makanan manis sering kali dikaitkan dengan kenangan atau momen kebahagiaan, seperti makan kue ulang tahun, menikmati cokelat saat merayakan pencapaian, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman di kafe sambil menikmati hidangan manis. Aktivitas makan makanan manis dalam suasana santai atau bersama orang-orang terdekat ini dapat meningkatkan perasaan kenyamanan dan kepuasan emosional.
Secara psikologis, kita sering mengasosiasikan makanan manis dengan rasa kasih sayang atau perayaan, yang kemudian memperkuat perasaan positif dan kebahagiaan.
4. Makanan Manis Sebagai Pelarian Saat Stres
Bagi banyak orang, makanan manis menjadi “pelarian” yang menyenangkan saat mereka merasa stres atau cemas. Konsumsi makanan manis bisa memberikan rasa lega sementara, karena efek positif pada hormon kebahagiaan dan energi. Selain itu, rasa manis sering kali dapat menenangkan pikiran dan mengalihkan perhatian dari masalah yang sedang dihadapi.
Namun, penting untuk mengingat bahwa makan manis sebagai cara mengatasi stres harus dilakukan dengan bijak. Penggunaan makanan manis sebagai “pelarian” secara berlebihan bisa mengarah pada kebiasaan makan emosional yang tidak sehat.
5. Keseimbangan Adalah Kunci
Meskipun makanan manis dapat memberikan perasaan bahagia sementara, konsumsi gula yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang. Kelebihan gula dapat menyebabkan lonjakan berat badan, gangguan metabolisme, hingga risiko penyakit seperti diabetes tipe 2 dan masalah jantung.
Untuk menjaga mood yang stabil dan kebahagiaan jangka panjang, penting untuk menyeimbangkan asupan makanan manis dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang aktif. Pilihlah makanan manis alami, seperti buah-buahan, yang juga kaya akan vitamin dan serat, dan batasi konsumsi gula tambahan.
Makanan manis dapat membangkitkan mood kita secara instan karena kemampuannya untuk merangsang produksi hormon kebahagiaan dan memberikan dorongan energi. Meskipun demikian, penting untuk mengonsumsi makanan manis secara moderat dan bijaksana agar kita tetap sehat dan dapat menikmati manfaatnya tanpa risiko efek samping negatif.
Untuk update dengan berita menarik seputar Seni, Budaya, Tradisi dan lainnya jangan lupa kunjungi Garap Media. Dapatkan informasi terbaru yang inspiratif dan penuh ide seru hanya di platform kami.
Referensi: ChatGPT
