Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan berbagai tradisi yang sarat simbol, termasuk sajian kuliner yang dipercaya membawa keberuntungan. Bagi masyarakat Tionghoa, makanan bukan sekadar hidangan, tetapi juga bentuk doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun baru.
Di Indonesia, tradisi makanan imlek tetap dijaga oleh banyak keluarga, baik yang mempertahankan resep turun-temurun maupun yang beradaptasi dengan budaya lokal. Setiap hidangan memiliki filosofi tertentu, mulai dari makna kemakmuran hingga simbol umur panjang.
Makna Filosofi di Balik Makanan Imlek
Makanan imlek biasanya dipilih berdasarkan bentuk, warna, nama, dan simbolisme budaya yang melekat. Filosofi ini dipercaya membawa energi positif bagi keluarga yang merayakan (detikJatim, 2026).
Sebagai contoh, makanan dengan warna emas atau bentuk bulat sering dikaitkan dengan kemakmuran dan kesempurnaan. Selain itu, tradisi menyajikan makanan tertentu juga berkaitan dengan permainan kata dalam bahasa Mandarin yang bermakna baik (History.com, 2024).
Jenis Makanan Imlek yang Paling Populer
Ikan Utuh sebagai Simbol Kelimpahan dalam Makanan Imlek
Ikan utuh menjadi salah satu hidangan utama karena kata “yu” dalam bahasa Mandarin memiliki arti yang menyerupai kata “kelimpahan”. Biasanya ikan disajikan utuh sebagai simbol keberlanjutan rezeki dan harapan akan surplus di tahun mendatang (History.com, 2024).
Kue Keranjang atau Nian Gao, Harapan Naik Tingkat
Kue keranjang atau nian gao dikenal sebagai simbol peningkatan kehidupan. Nama nian gao sendiri sering diartikan sebagai “semakin tinggi setiap tahun”, melambangkan harapan kemajuan karier, bisnis, dan kehidupan keluarga (History.com, 2024).
Mie Panjang Umur dalam Tradisi Makanan Imlek
Mie panjang umur dipercaya melambangkan umur panjang dan kesehatan. Biasanya mie tidak dipotong saat dimasak atau dimakan karena panjang mie menjadi simbol harapan panjang usia (History.com, 2024).
Jeruk Mandarin dan Buah Sitrun sebagai Lambang Keberuntungan
Jeruk mandarin sering hadir saat Imlek karena warna emasnya dianggap menyerupai emas serta dikaitkan dengan keberuntungan dan kesuksesan. Buah berbentuk bulat juga melambangkan kesempurnaan dan kesinambungan (History.com, 2024).
Pangsit dan Lumpia sebagai Simbol Kekayaan
Pangsit dan lumpia sering dikaitkan dengan bentuk emas batangan pada masa lampau. Oleh karena itu, hidangan ini dipercaya membawa harapan kemakmuran finansial di tahun yang baru (History.com, 2024).
Tradisi Makanan Imlek di Indonesia
Di Indonesia, makanan imlek mengalami adaptasi dengan cita rasa lokal. Kue keranjang misalnya sering disajikan dalam berbagai variasi olahan, termasuk digoreng dengan telur atau dipadukan dengan makanan khas Nusantara.
Selain itu, tradisi makan bersama keluarga menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Hidangan disusun sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan keharmonisan keluarga (detikJatim, 2026).
Mengapa Makanan Imlek Penuh Simbolisme?
Simbolisme dalam makanan imlek berasal dari sejarah panjang budaya Tionghoa yang memadukan filosofi, kepercayaan, dan bahasa. Banyak hidangan dipilih karena pelafalan namanya mirip dengan kata-kata yang bermakna positif seperti keberuntungan, panjang umur, atau kekayaan.
Tradisi ini juga memperlihatkan bagaimana makanan menjadi media komunikasi budaya. Saat keluarga berkumpul dan berbagi hidangan, mereka sebenarnya juga berbagi doa serta harapan untuk masa depan yang lebih baik (Real Simple, 2026).
Makanan imlek tidak hanya menyajikan cita rasa khas, tetapi juga membawa pesan simbolis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap hidangan memiliki makna mendalam yang mencerminkan harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan di tahun yang baru.
Melalui pemahaman filosofi di balik makanan imlek, masyarakat dapat melihat bahwa tradisi kuliner bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup. Untuk membaca artikel budaya dan tradisi lainnya, kunjungi Garap Media dan temukan berbagai kisah menarik seputar Indonesia dan dunia.
Referensi
