Makan Singkong Mentah Bisa Sebabkan Keracunan Sianida?

Last Updated: 20 October 2025, 21:00

Bagikan:

makan singkong mentah bisa sebabkan keracunan sianida
Foto: Canva / Daniel Dan
Table of Contents

Makan Singkong Mentah – Ternyata bisa membahayakan tubuh karena mengandung senyawa alami yang dapat berubah menjadi racun sianida. Meskipun singkong dikenal sebagai sumber karbohidrat yang murah dan mengenyangkan, mengonsumsinya tanpa dimasak bisa menimbulkan efek toksik yang serius, bahkan berakibat fatal.

Penelitian dalam Frontiers in Plant Science (2017) menunjukkan bahwa singkong mentah mengandung glikosida sianogenik yang dapat melepaskan hidrogen sianida, yaitu zat beracun yang menghambat penyerapan oksigen oleh sel tubuh. Selain itu, singkong juga dapat menyerap logam berat dari tanah seperti arsenik dan kadmium, terutama bila ditanam di daerah industri. Karena itu, penting memahami cara mengolah singkong agar aman dikonsumsi.


Manfaat Singkong Jika Diolah dengan Benar

Meski berpotensi berbahaya jika mentah, singkong yang dimasak dengan benar tetap memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Singkong merupakan sumber energi yang baik karena mengandung karbohidrat kompleks, vitamin C, zat besi, dan serat. Nutrisi ini membantu menjaga pencernaan tetap sehat, meningkatkan stamina, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, kandungan serat dalam singkong mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta membantu mencegah sembelit. Bila dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diolah dengan benar, manfaat singkong bisa dirasakan sepenuhnya tanpa risiko keracunan (Hello Sehat, 2022).


Bahaya Makan Singkong Mentah

1. Menyebabkan Keracunan Sianida

Singkong mentah mengandung senyawa linimarin dan lotaustralin yang dapat terurai menjadi hidrogen sianida saat dicerna. Racun ini menghambat kerja enzim penting dalam tubuh, sehingga menyebabkan kekurangan oksigen pada jaringan tubuh. Gejala keracunan bisa berupa pusing, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. Dalam kasus parah, dapat menyebabkan kematian.

2. Mengganggu Sistem Kardiovaskular dan Saraf

Paparan sianida dalam jumlah kecil tetapi terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pada jantung, sistem saraf, dan pernapasan. Penelitian dalam Annals of the New York Academy of Sciences (2016) menjelaskan bahwa akumulasi sianida dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak sistem endokrin. Akibatnya, fungsi tubuh terganggu secara bertahap tanpa disadari.

3. Lebih Berisiko pada Orang Kekurangan Protein

Kekurangan protein membuat tubuh tidak mampu menetralkan racun sianida secara optimal. Akibatnya, orang dengan gizi buruk lebih mudah mengalami keracunan meskipun hanya mengonsumsi singkong dalam jumlah kecil. Hal ini sering terjadi di daerah yang menjadikan singkong sebagai makanan pokok sehari-hari.

4. Potensi Menyebabkan Kanker

Selain mengandung racun alami, singkong juga bisa menyerap logam berat seperti arsenik dan kadmium dari tanah tercemar. Kedua zat ini bersifat karsinogenik, artinya dapat memicu pertumbuhan sel kanker jika dikonsumsi terus-menerus tanpa pengolahan yang tepat (Hello Sehat, 2022).


Cara Aman Mengolah Singkong agar Bebas Racun

Agar aman dikonsumsi, singkong harus melalui proses pengolahan yang benar. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kupas Kulit Hingga Bersih – Kulit singkong mengandung kadar sianida paling tinggi, jadi pastikan dibuang seluruhnya.
  2. Rendam Selama 2 – 3 Hari – Proses ini membantu mengurangi kadar senyawa sianogenik secara signifikan.
  3. Masak Sampai Benar-benar Matang – Rebus, kukus, atau goreng hingga matang agar racun terurai sempurna.
  4. Konsumsi Bersama Sumber Protein – Protein dari ikan, telur, atau tahu dapat membantu tubuh menetralkan sisa racun yang mungkin masih ada.

Dengan cara pengolahan ini, singkong bisa tetap menjadi makanan bergizi tanpa menimbulkan risiko keracunan (Alodokter, 2024; Hello Sehat, 2022).

Baca juga: 6 Cara Ampuh Mencuci Buah dan Sayur Agar Bebas Pestisida


Penutup

Bahaya makan singkong mentah memang nyata, tetapi bukan berarti singkong harus dihindari sepenuhnya. Selama diolah dengan benar, makanan ini bisa menjadi sumber energi yang murah dan menyehatkan. Kuncinya adalah memastikan proses perebusan atau pemasakan dilakukan hingga matang sempurna agar senyawa beracun dapat terurai sepenuhnya.

Untuk mendapatkan informasi kesehatan dan gaya hidup yang menarik dan bermanfaat, terus ikuti berita dan artikel terbaru hanya di Garap Media.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /