Luka Bakar Tak Ditangani? Ini 7 Dampak yang Bisa Terjadi

Last Updated: 15 February 2026, 11:36

Bagikan:

luka bakar
Foto: Liputan6
Table of Contents

Luka bakar, terutama yang tergolong parah, perlu segera mendapatkan penanganan medis. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah rekonstruksi, yakni prosedur bedah plastik untuk mengembalikan bagian tubuh yang rusak mendekati kondisi normal.

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, Andi Azwadi Rais dari RS EMC Alam Sutera, menjelaskan bahwa jika rekonstruksi tidak dilakukan setelah luka bakar, dampaknya bukan hanya soal penampilan. Berbagai gangguan fisik hingga psikologis dapat muncul dan memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

7 Dampak Luka Bakar Tak Ditangani Tanpa Rekonstruksi Medis

1. Kulit Menjadi Kaku dan Menarik Jaringan Sekitar

Setelah luka bakar sembuh, kondisi kulit biasanya tidak kembali seperti semula. Area yang terdampak bisa menjadi keras, kaku, dan kehilangan elastisitas sehingga menarik jaringan di sekitarnya. Jika terjadi di area sendi seperti leher, siku, lutut, atau jari, keadaan ini dapat menyebabkan keterbatasan gerak. Aktivitas sederhana seperti menoleh, menggenggam, atau berjalan pun bisa terasa sulit dan tidak nyaman.

2. Gangguan Fungsi Organ di Sekitar Luka

Luka bakar di area wajah, tangan, kaki, atau bagian tubuh tertentu berpotensi mengganggu fungsi penting apabila tidak diperbaiki melalui rekonstruksi. Beberapa contoh gangguan fungsi yang bisa terjadi antara lain:

  • Luka di sekitar mulut yang menyulitkan makan dan berbicara
  • Luka pada kelopak mata yang membuat mata sulit menutup sempurna
  • Luka di tangan yang mengganggu kemampuan memegang atau melakukan aktivitas harian
  • Tanpa rekonstruksi, gangguan fungsi ini dapat berlangsung dalam jangka panjang.

3. Nyeri Berkepanjangan dan Rasa Tidak Nyaman

Bekas luka bakar yang tidak ditangani dengan baik sering kali menimbulkan rasa perih, tertarik, atau sensitif terhadap sentuhan. Pada sebagian orang, rasa nyeri tersebut tidak hanya muncul sesekali, tetapi bisa menetap. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan saat sedang beristirahat. Rasa tidak nyaman yang berlangsung lama tentu berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup.

4. Risiko Luka Bakar Mudah Terbuka Kembali

Kulit bekas luka umumnya menjadi lebih tipis dan rapuh dibandingkan kulit normal. Tanpa rekonstruksi, area tersebut lebih mudah mengalami luka kembali akibat gesekan ringan maupun tekanan. Jika luka terbuka kembali, proses penyembuhan harus diulang dan berisiko menimbulkan infeksi. Situasi ini dapat memperpanjang masalah dan memperlambat pemulihan secara keseluruhan.

5. Perubahan Bentuk Tubuh yang Menetap

Luka bakar yang luas atau dalam dapat menyebabkan perubahan bentuk tubuh secara permanen jika tidak diperbaiki. Permukaan kulit bisa tampak tidak rata, menebal, atau tertarik ke satu arah. Meski tidak selalu membahayakan secara langsung, perubahan ini dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang dalam beraktivitas maupun bersosialisasi.

6. Dampak Psikologis dan Emosional Akibat Luka Bakar

Perubahan fisik setelah cedera tersebut tidak jarang menimbulkan dampak psikologis. Sebagian orang merasa minder, cemas, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial. Apalagi jika bekas luka menyebabkan keterbatasan gerak atau perubahan tampilan yang cukup jelas. Dalam jangka panjang, beban emosional ini dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

7. Penurunan Kualitas Hidup

Jika rekonstruksi tidak dilakukan setelah luka bakar, berbagai dampak dapat muncul secara bersamaan, mulai dari keterbatasan gerak, gangguan fungsi tubuh, hingga rasa nyeri berkepanjangan. Semua kondisi tersebut pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Aktivitas harian menjadi tidak optimal dan proses pemulihan pun berjalan lebih lambat.

Rekonstruksi Luka Bakar Bukan Sekadar Soal Penampilan

Penting dipahami bahwa rekonstruksi setelah cedera tersebut bukan hanya untuk memperbaiki tampilan. Tindakan ini juga bertujuan membantu mengembalikan fungsi gerak, mengurangi rasa tidak nyaman, mencegah masalah lanjutan, serta mendukung aktivitas harian agar kembali lebih optimal. Setiap kondisi memiliki karakteristik berbeda, sehingga kebutuhan rekonstruksi pada tiap orang tidak selalu sama. Penanganan yang tepat dan menyeluruh sangat penting untuk mencegah masalah jangka panjang dan mendukung proses pemulihan yang lebih baik.

Penutup

Luka bakar yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan dampak serius, baik secara fisik maupun psikologis. Karena itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami kondisi tersebut, terutama yang tergolong berat, agar penanganan dan rekonstruksi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Jangan lewatkan berita lainnya seputar kesehatan, gaya hidup, medis, perawatan kulit, tips kesehatan, dan informasi terkini hanya di Garap Media.

Referensi:

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /