Lotus Birth: Tren Melahirkan Tanpa Potong Tali Pusat yang Kontroversial!
Dalam dunia persalinan modern, lotus birth tanpa potong tali pusat mulai dilirik oleh sebagian ibu yang menginginkan proses kelahiran alami dan minim intervensi medis. Metode ini membuat bayi tetap terhubung dengan plasenta hingga tali pusat lepas sendiri secara alami. Meski terdengar menenangkan dan spiritual, praktik ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.
Apa Itu Lotus Birth?
Definisi dan Proses Lotus Birth
Lotus Birth atau dikenal juga sebagai umbilical nonseverance, adalah praktik di mana tali pusat bayi tidak langsung dipotong setelah persalinan. Sebaliknya, bayi tetap terhubung dengan plasenta hingga tali pusat mengering dan terlepas sendiri secara alami, biasanya dalam 3 hingga 10 hari setelah kelahiran.
Plasenta yang telah dikeluarkan dari rahim kemudian dibersihkan, diletakkan dalam wadah atau dibungkus dengan kain, dan sering kali ditaburi garam serta ramuan antiseptik seperti lavender atau rosemary untuk menghambat pembusukan.
Asal Usul dan Filosofi Lotus Birth
Konsep Lotus Birth berasal dari prinsip penghormatan terhadap ikatan alami antara ibu, bayi, dan plasenta. Nama “Lotus” sendiri diambil dari Clair Lotus Day, seorang praktisi yoga dan spiritual yang mempopulerkan metode ini pada tahun 1970-an. Ia percaya bahwa pemisahan yang terburu-buru dari plasenta dapat mengganggu transisi emosional bayi ke dunia luar.
Dalam kepercayaan spiritual, plasenta dianggap sebagai “saudara kembar” dari bayi, dan membiarkan keterikatan ini berlangsung alami diyakini dapat memberikan manfaat psikologis dan energetik.
Apa Manfaat Lotus Birth?
Potensi Manfaat Fisik
Beberapa pendukung Lotus Birth mengklaim bahwa metode ini:
- Meningkatkan transisi pernapasan bayi karena tidak ada gangguan langsung pasca kelahiran.
- Mengurangi risiko infeksi akibat intervensi medis seperti penjepitan dan pemotongan.
- Menjaga volume darah bayi, karena aliran darah dari plasenta ke bayi bisa berlangsung lebih lama.
Manfaat Emosional dan Spiritualitas
Sebagian ibu merasa Lotus Birth memberikan waktu lebih lama untuk melakukan bonding dengan bayi secara utuh dan penuh kesadaran. Praktik ini juga dianggap lebih lembut dan penuh penghormatan terhadap proses kelahiran alami.
Risiko dan Kontroversi di Balik Lotus Birth
Kekhawatiran Medis
Meski terlihat menenangkan, banyak tenaga medis memperingatkan tentang risiko infeksi. Plasenta yang tidak lagi memiliki suplai darah dari tubuh ibu akan mulai membusuk, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Ini bisa membahayakan bayi jika bakteri menyebar melalui tali pusat yang masih menempel.
Tidak Didukung oleh Evidence-Based Medicine
Hingga saat ini, belum ada penelitian ilmiah berskala besar yang membuktikan manfaat signifikan Lotus Birth dibanding metode pemotongan tali pusat biasa atau delayed cord clamping. Oleh karena itu, organisasi medis seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) tidak merekomendasikan Lotus Birth sebagai praktik standar.
Bagaimana Jika Ingin Melakukan Lotus Birth?
Bagi ibu yang tetap ingin mencoba metode ini, penting untuk:
- Berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis, termasuk dokter atau bidan.
- Menjaga kebersihan plasenta dengan benar, menggunakan garam dan ramuan herbal antiseptik.
- Memantau kondisi bayi dan plasenta setiap hari, untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi sedini mungkin.
Selain itu, perlu dipastikan bahwa proses ini dilakukan dalam lingkungan yang bersih, dengan pemahaman penuh terhadap manfaat dan risiko yang menyertainya.
Lotus Birth memang menawarkan pendekatan yang lebih spiritual dan penuh makna terhadap proses kelahiran. Namun, setiap orang tua perlu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan pertimbangan medis yang matang. Apakah Lotus Birth cocok untuk semua orang? Tentu tidak. Tapi dengan pengetahuan yang cukup, Anda bisa menentukan pilihan terbaik bagi bayi Anda.
Ingin tahu lebih banyak soal tren persalinan unik lainnya? Jangan lewatkan berbagai berita dan informasi menarik hanya di Garap Media!
Referensi:
