Longsor TPST Bantargebang Telan Korban, Gunungan Sampah Jakarta Disebut Jadi Bom Waktu

Last Updated: 11 March 2026, 03:13

Bagikan:

Longsor TPST Bantargebang
Gunungan sampah di TPST Bantargebang runtuh dan menimbun sejumlah pekerja, menewaskan tujuh orang serta melukai beberapa lainnya dalam tragedi yang kembali menyoroti krisis pengelolaan sampah di Jakarta. Sumber gambar: AFP pic.
Table of Contents

Peristiwa longsor Bantargebang kembali mengejutkan publik setelah gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, runtuh dan menimbun sejumlah orang yang sedang beraktivitas di lokasi tersebut. Insiden ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan membuat tumpukan sampah menjadi tidak stabil.

TPST Bantargebang sendiri merupakan lokasi pembuangan utama sampah dari DKI Jakarta. Setiap hari ribuan ton sampah dibawa ke kawasan ini sehingga membentuk gunungan sampah raksasa yang terus bertambah tinggi. Kondisi tersebut membuat kawasan ini memiliki risiko longsor yang cukup besar.

Kronologi Longsor Bantargebang

Insiden longsor Bantargebang terjadi pada awal Maret 2026 ketika sebagian besar area pembuangan dipenuhi truk sampah dan pekerja. Tiba‑tiba, sebagian gunungan sampah runtuh dan menimbun area di bawahnya.

Longsoran tersebut menimbun sejumlah pekerja, sopir truk, hingga warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian (Reuters, 2026). Tim penyelamat kemudian segera melakukan operasi pencarian menggunakan alat berat serta bantuan ratusan personel gabungan.

Proses pencarian berlangsung cukup sulit karena korban tertimbun di bawah lapisan sampah yang padat. Selain itu, kondisi tanah yang labil juga membuat tim evakuasi harus bekerja dengan sangat hati‑hati untuk menghindari longsor susulan.

Jumlah Korban Longsor Bantargebang

Total 13 orang menjadi korban dalam peristiwa longsor di TPST Bantargebang. Dari jumlah tersebut, 7 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 6 orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka dan syok setelah tertimbun longsoran sampah (SINDOnews, 2026).

Para korban berasal dari berbagai aktivitas di sekitar lokasi, mulai dari sopir truk pengangkut sampah, pekerja di area TPST, hingga pemulung yang sehari-hari mencari barang bekas di kawasan tersebut.

Daftar Korban Meninggal Dunia

Berikut tujuh korban yang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi longsor TPST Bantargebang:

  1. Enda Widayanti
  2. Sumine
  3. Dedi Sutrisno
  4. Irwan Supriatin
  5. Jussova Situmorang
  6. Hardianto
  7. Riki Supriadi

Sebagian korban ditemukan pada hari pertama pencarian, sementara beberapa lainnya baru berhasil dievakuasi pada hari berikutnya setelah tim SAR melakukan penyisiran menggunakan alat berat di area longsoran. Proses pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi gunungan sampah masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas di sekitar gunungan sampah memiliki risiko yang sangat tinggi, terutama ketika kondisi cuaca buruk atau setelah hujan deras.

Gunungan Sampah Bantargebang Jadi Sorotan

Tragedi longsor Bantargebang membuat banyak pihak kembali menyoroti kondisi gunungan sampah di lokasi tersebut. TPST Bantargebang selama ini menjadi tempat pembuangan utama sampah dari Jakarta dengan volume yang sangat besar.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa tempat ini menerima sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah setiap hari dari wilayah ibu kota dan sekitarnya (Reuters, 2026). Volume yang sangat besar tersebut membuat tumpukan sampah terus meninggi dari tahun ke tahun.

Para pengamat lingkungan menilai bahwa tanpa perubahan sistem pengelolaan sampah, risiko kecelakaan seperti longsor bisa terus terjadi di masa depan.

Tantangan Besar Pengelolaan Sampah Jakarta

Tragedi ini juga menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan sampah di wilayah metropolitan seperti Jakarta. Ketergantungan pada satu lokasi pembuangan membuat tekanan terhadap TPST Bantargebang semakin tinggi.

Selain itu, faktor cuaca seperti hujan deras dapat mempercepat pergerakan sampah dan memicu longsor. Oleh karena itu, banyak pihak mendorong pemerintah untuk mempercepat program pengurangan sampah, daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan sampah modern.

Langkah‑langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka yang berisiko tinggi.

Peristiwa longsor Bantargebang menjadi pengingat bahwa krisis sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia yang bekerja di dalam sistem pengelolaan sampah. Tanpa perbaikan sistem yang menyeluruh, tragedi serupa berpotensi terjadi kembali.

Untuk mengetahui perkembangan berita terbaru lainnya seputar lingkungan, kebijakan publik, hingga isu sosial di Indonesia, pembaca dapat mengikuti berbagai artikel informatif yang tersedia di Garap Media.

Referensi

/ Stay Connected /

802

Ikuti

1

Ikuti

169

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /