Bencana tanah longsor menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang. Peristiwa ini terjadi pada dini hari dan membuat tanah di kawasan perbukitan menjadi labil hingga akhirnya runtuh dan menimbun permukiman warga (ANTARA News, 2026).
Tragedi Longsor Cisarua Bandung ini memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan. Hingga saat ini, korban jiwa terus bertambah dan puluhan warga masih dinyatakan hilang, sementara cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi (detikJabar, 2026).
Kronologi Longsor Cisarua Bandung
Longsor Terjadi Usai Hujan Deras
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak malam hingga dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di lereng perbukitan menjadi jenuh air dan tidak mampu lagi menahan beban, sehingga longsor terjadi secara tiba-tiba (ANTARA News, 2026).
Material longsor berupa tanah, lumpur, dan bebatuan meluncur ke kawasan permukiman warga. Beberapa rumah di Desa Pasirlangu dilaporkan tertimbun, sementara akses jalan menuju lokasi bencana sempat terputus akibat timbunan material longsor.
Korban Jiwa dan Warga Hilang
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 8 orang ditemukan meninggal dunia, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor. Proses pendataan korban masih terus berlangsung seiring dengan pencarian yang dilakukan tim SAR di lokasi kejadian (ANTARA News, 2026; Jurnas.com, 2026).
Selain korban jiwa, ratusan warga terdampak bencana ini dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Banyak di antara mereka kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang rusak berat atau tertimbun longsor.
Upaya Pencarian dan Evakuasi Korban
Tim SAR Hadapi Cuaca Buruk
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian korban di tengah medan yang sulit. Proses evakuasi terkendala hujan yang masih turun serta kondisi tanah yang labil, sehingga membahayakan keselamatan petugas di lapangan (detikJabar, 2026).
Pencarian dilakukan secara manual karena penggunaan alat berat dibatasi demi menghindari longsor susulan. Tim SAR juga memprioritaskan keselamatan personel di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Penetapan Status Darurat Bencana
Melihat besarnya dampak dan jumlah korban, Bupati Bandung Barat menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini bertujuan mempercepat penanganan, memperlancar distribusi bantuan, serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam proses evakuasi dan pemulihan pascabencana (ANTARA News, 2026).
Status darurat juga memungkinkan pemerintah daerah mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah provinsi dan pusat, khususnya dalam penanganan pengungsi dan pencarian korban yang masih hilang.
Penyebab Longsor Menurut Analisis Awal
Sejumlah pihak menilai bahwa curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama menjadi faktor utama penyebab Longsor Cisarua Bandung. Hujan menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan seperti Cisarua.
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan dan tata guna lahan juga menjadi sorotan. Minimnya vegetasi penahan tanah di beberapa titik lereng diduga memperbesar risiko longsor, terutama saat hujan deras melanda kawasan tersebut secara terus-menerus (Jurnas.com, 2026).
Tragedi Longsor Cisarua Bandung Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Proses pencarian masih terus dilakukan dengan harapan menemukan korban selamat, meski kondisi lapangan penuh tantangan.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar bencana alam dan isu penting lainnya hanya di Garap Media. Jangan lewatkan berita-berita aktual, mendalam, dan terpercaya yang kami sajikan setiap hari.
Referensi
