Liam Rosenior mengakui tantangan berat yang dihadapi Chelsea untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, mengingat jadwal padat dan lawan-lawan sulit menanti beberapa pekan ke depan. Ia menyebut fokus setiap laga dan menjaga kondisi pemain menjadi kunci bagi The Blues menghadapi sisa musim ini.
Chelsea yang kini berada di peringkat kelima Liga Inggris akan bertandang ke Emirates Stadium menghadapi pemuncak klasemen Arsenal pada Minggu. Laga tersebut menjadi awal dari rangkaian pertandingan berat yang harus dilalui The Blues.
Tantangan Berat Chelsea Menuju Liga Champions
Setelah melawan Arsenal, Chelsea dijadwalkan bertemu Aston Villa, Newcastle United, dan Everton. Usai jeda internasional Maret, dua klub Manchester juga sudah menanti dalam lanjutan kompetisi. Secara statistik, peluang Chelsea menembus empat besar hanya 20 persen menurut prediksi superkomputer Opta. Namun jika posisi kelima cukup untuk tiket Liga Champions, probabilitas mereka meningkat menjadi 44 persen.
Chelsea Jalani Pertandingan Demi Pertandingan
Rosenior menegaskan dirinya tidak ingin terbebani oleh beratnya jadwal yang akan dihadapi. Ia memilih fokus pada setiap pertandingan tanpa membandingkan tingkat kesulitan satu laga dengan yang lain. Menurutnya, Liga Inggris selalu menghadirkan tantangan berbeda setiap pekan. Ia juga merasa puas dengan performa awal timnya musim ini.
“Pertama, saya menjalaninya pertandingan demi pertandingan. Saya sudah pernah membicarakan hal ini dengan kalian sebelumnya. Premier League sangat sulit setiap pekan,” ujar Rosenior.
“Saya tidak menilai satu pertandingan lebih sulit dari yang lain. Ada hal taktis berbeda yang bisa Anda kerjakan. Saya sangat senang dengan grup ini dan awal yang sudah kami buat,” lanjut Rosenior.
Rosenior Tak Pikirkan Superkomputer
Chelsea mencatat delapan kemenangan dari 12 laga terakhir, meski Rosenior merasa hasil itu seharusnya bisa lebih baik. Ia pun menanggapi santai prediksi superkomputer terkait peluang timnya finis di zona Liga Champions. Baginya, fokus utama adalah menjaga kondisi fisik dan mental pemain tetap prima. Konsistensi dalam proses menjadi kunci menghadapi jadwal padat.
“Kami memenangkan delapan dari 12 pertandingan, dan seharusnya 10 dari 12. Itu tidak buruk. Saya ingin melihat seperti apa superkomputer itu. Saya tidak memikirkannya dengan cara seperti itu,” kata Rosenior.
“Saya ingin para pemain sebugar mungkin secara fisik dan mental. Mereka terlihat sangat baik dalam latihan pekan ini. Kami harus tetap tenang dan konsisten dalam proses kami,” tegas Rosenior.
Chelsea Selalu Berada di Liga Champions
Rosenior menilai Chelsea memiliki identitas sebagai klub yang layak tampil di kompetisi Eropa. Ia mengingatkan bahwa saat dirinya mengambil alih tim, posisi Chelsea masih berada di luar persaingan papan atas. Kini The Blues kembali masuk dalam perebutan tiket kompetisi elite Eropa tersebut. Meski statistik pertemuan melawan Arsenal tidak memihak, keyakinan tetap dijaga.
“Klub ini seharusnya berada di Liga Champions, klub ini adalah klub Liga Champions. Ketika saya mengambil alih, kami berada di posisi kedelapan. Sekarang kami ada dalam persaingan,” ujar Rosenior.
“Kami sekarang berada dalam perlombaan itu,” tutup Rosenior.
Penutup
Perjalanan Chelsea untuk kembali ke Liga Champions musim ini memang penuh tantangan, dengan lawan-lawan berat dan jadwal yang padat. Fokus tim serta kepemimpinan Liam Rosenior menjadi kunci utama untuk menjaga peluang mereka sepanjang sisa musim.
Jangan lewatkan berita lainnya seputar Chelsea, Liga Inggris, Premier League, transfer pemain, hasil pertandingan, jadwal laga, strategi tim, dan perkembangan sepak bola lainnya hanya di Garap Media.
Referensi:
- Liputan6. (2026). Liam Rosenior Akui Beratnya Misi Chelsea ke Liga Champions. Retrieved from https://www.liputan6.com/bola/read/6287898/liam-rosenior-akui-beratnya-misi-chelsea-ke-liga-champions
