Lee Mujin Comeback: Bird on the Edge Bikin Merinding!

Last Updated: 11 June 2025, 17:28

Bagikan:

"Baepsae" bukan sekadar burung kecil—ini tentang perjuangan di ujung jurang.
Table of Contents

Lee Mujin Comeback: Bird on the Edge Bikin Merinding!

Lee Mujin comeback Bird on the Edge menjadi salah satu momen paling emosional dalam dunia musik Korea tahun ini. Penyanyi ballad yang dikenal lewat hit “Traffic Light” itu kembali dengan single terbaru berjudul “Bird on the Edge”, yang dirilis pada 27 Mei 2025. Lagu ini menandai babak baru dalam kariernya, menunjukkan kematangan musikal sekaligus keberanian dalam mengeksplorasi tema yang lebih gelap dan mendalam.

Lewat lagu ini, Lee Mujin tidak hanya bernyanyi, tetapi juga bercerita—tentang harapan, keputusasaan, dan kekuatan untuk bertahan. Inilah mengapa Lee Mujin comeback Bird on the Edge mendapat banyak pujian dari penggemar maupun kritikus.

Dengan meracik lirik dan komposisi sendiri, Lee Mujin membuktikan bahwa dirinya bukan hanya sekadar penyanyi, tetapi seorang seniman utuh yang terus mengeksplorasi batas kreativitas. “Bird on the Edge” bukan hanya comeback—ini adalah pernyataan jiwa.


Bird on the Edge: Karya Penuh Makna

Lagu “Bird on the Edge” (judul Korea: “뱁새 / Baepsae”) membawa pendengar masuk ke ruang sunyi yang diisi perasaan rentan, harapan, dan kesendirian. Dalam bahasa Korea, baepsae merujuk pada burung kecil yang dikenal berusaha keras untuk bertahan hidup. Simbolisme ini menjadi inti dari lagu: tentang seseorang yang berdiri di ujung jurang, tak menyerah meski dunia terasa runtuh.

Dengan durasi empat menit, lagu ini menampilkan aransemen minimalis namun menggugah. Melodi gitar dan piano yang mengalun lembut disertai suara khas Lee Mujin menciptakan suasana sendu yang menyelimuti dari awal hingga akhir.

Lagu ini menunjukkan kekuatan storytelling Lee Mujin yang disampaikan dengan jujur, emosional, dan menyentuh sisi manusiawi pendengarnya.


Ditulis dan Dinyanyikan oleh Sang Seniman Sendiri

Lee Mujin dikenal sebagai penyanyi yang menulis dan mengaransemen sendiri lagu-lagunya. Dalam “Bird on the Edge”, ia tidak hanya bertanggung jawab atas lirik dan komposisi, tetapi juga seluruh arah artistik lagu ini. Hal ini memberikan kebebasan penuh baginya untuk menyampaikan perasaan personal dengan cara yang paling otentik.

Ia menyebut lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi menghadapi tekanan hidup dan industri. “Saya ingin menulis lagu tentang seseorang yang berdiri di ambang keputusasaan, tapi tidak menyerah. Karena saya pernah di sana,” ungkapnya dalam sesi wawancara.


Visual Musik Video yang Simbolis

Video musik “Bird on the Edge” memperkuat narasi lagu dengan visual yang kuat dan simbolik. Lee Mujin tampil dalam latar pabrik tua dan lanskap kosong, menciptakan atmosfer sepi dan murung. Burung—simbol utama lagu—muncul dalam adegan-adegan penting, merepresentasikan harapan, kebebasan, sekaligus beban yang harus dihadapi.

Warna-warna senja dan sorotan cahaya yang redup digunakan untuk menggambarkan kesendirian dan introspeksi. Ini adalah sisi artistik baru dari Lee Mujin yang belum banyak diperlihatkan di rilisan sebelumnya.


Sambutan Positif dari Penggemar dan Kritikus

Hanya dalam hitungan jam setelah dirilis, “Bird on the Edge” langsung menduduki tangga lagu seperti Melon dan Genie. Banyak fans yang menyebut lagu ini sebagai karya terbaik Lee Mujin sejauh ini. Para pendengar memuji ketulusan lirik, kematangan vokal, dan keberanian Lee Mujin mengeksplorasi sisi gelap emosional.

Komentar-komentar positif juga membanjiri media sosial dan forum komunitas musik. Lagu ini dinilai sebagai bentuk pendewasaan musikalitas yang membuatnya semakin unik di tengah lautan penyanyi K-pop.


Lee Mujin lewat “Bird on the Edge” tidak hanya kembali ke dunia musik, tetapi juga menghadirkan refleksi emosional yang kuat dan menyentuh. Ia berhasil menyampaikan cerita tentang harapan di tengah keputusasaan dengan sangat jujur dan indah. Comeback ini membuktikan bahwa Lee Mujin adalah sosok musisi sejati yang layak mendapat tempat spesial di hati para penikmat musik.

Ingin tahu berita musik Korea terbaru lainnya? Baca hanya di Garap Media.

Lampiran Referensi

  1. The Kraze Magazine 
  2. TenAsia 
  3. Spotify
  4. Melon Chart
  5. Reddit

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /