Insiden laut terjadi di kawasan Selat Hormuz setelah sebuah kapal tugboat bernama Musaffah 2 dilaporkan meledak dan tenggelam pada Jumat (6/3/2026) dini hari. Kapal berbendera Uni Emirat Arab (UEA) tersebut mengalami ledakan yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam di perairan antara UEA dan Oman.
Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal tersebut. Hingga kini, tiga WNI dilaporkan masih hilang dan proses pencarian masih dilakukan oleh otoritas setempat.
Kronologi Ledakan Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz
Insiden yang menimpa kapal Musaffah 2 terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada 6 Maret 2026 di wilayah Selat Hormuz. Kapal tugboat tersebut dilaporkan mengalami ledakan yang menyebabkan kebakaran hebat sebelum akhirnya tenggelam di laut (ANTARA News, 2026).
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan WNI menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi di perairan antara Uni Emirat Arab dan Oman. Hingga saat ini, otoritas kedua negara masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
Menurut laporan yang diterima pemerintah Indonesia, kapal tersebut membawa total tujuh awak kapal yang berasal dari beberapa negara, termasuk Indonesia, India, dan Filipina. Dari jumlah tersebut, empat awak kapal berhasil selamat setelah insiden terjadi (iNews.id, 2026).
Tiga WNI Masih Dalam Pencarian
Dari tujuh awak kapal tersebut, empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal. Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI, satu WNI berhasil selamat namun mengalami luka bakar. Saat ini ia menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
Sementara itu, tiga WNI lainnya masih dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan oleh otoritas maritim setempat. Perwakilan Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi dan Muscat juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memantau perkembangan situasi (Okezone, 2026).
Pemerintah Indonesia juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban di tanah air. Selain itu, pemerintah memastikan proses pencarian terus dilakukan secara maksimal.
Selat Hormuz Jalur Pelayaran Penting Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Wilayah ini menjadi pintu utama distribusi minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara. Banyak kapal tanker minyak dan kapal logistik internasional melintasi jalur tersebut setiap hari.
Karena perannya yang vital dalam perdagangan global, setiap insiden di Selat Hormuz sering menjadi perhatian internasional. Gangguan pada jalur ini dapat memengaruhi aktivitas pelayaran dan distribusi energi dunia.
Insiden yang menimpa kapal Musaffah 2 juga menambah daftar kecelakaan maritim di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Insiden ledakan kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang menyebabkan tiga WNI hilang masih menjadi perhatian berbagai pihak. Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat sambil menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab ledakan kapal tersebut.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan peristiwa ini serta berita internasional lainnya, pembaca dapat mengikuti berbagai laporan terkini di Garap Media yang menyajikan berita aktual, mendalam, dan terpercaya.
Referensi
