Kunjungan Prabowo ke Rusia Perkuat Politik Bebas Aktif

Last Updated: 21 June 2025, 11:12

Bagikan:

kunjungan prabowo ke Rusia perkuat politik bebas aktif
kunjungan prabowo ke Rusia perkuat politik bebas aktif
Table of Contents

Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Rusia pada pertengahan Juni 2025 kembali menegaskan posisi Indonesia dalam menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Kunjungan ini menjadi sorotan publik nasional dan internasional karena dilakukan di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketegangan, terutama antara negara-negara besar dunia.

Politik luar negeri bebas aktif merupakan prinsip yang dipegang teguh oleh Indonesia sejak kemerdekaan. Dalam konteks ini, kunjungan Prabowo bukan hanya simbol diplomasi bilateral, tetapi juga mencerminkan kepentingan strategis Indonesia untuk menjaga keseimbangan serta memperkuat posisi dalam percaturan global.


Politik Bebas Aktif Sebagai Dasar Diplomasi

Indonesia menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif. Artinya, tidak berpihak pada kekuatan manapun, namun tetap aktif menjaga perdamaian dunia. Dalam konteks kunjungan ke Rusia, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia menjalin hubungan dengan semua negara. Termasuk Rusia yang kini dalam sorotan akibat konflik Ukraina.

Dengan menghadiri Forum Keamanan Internasional di Moskow dan bertemu dengan petinggi Rusia, Indonesia menegaskan sikapnya. Negara ini tetap terlibat dalam dialog perdamaian dan kerja sama strategis. Sikap tersebut konsisten dengan amanat UUD 1945, yaitu menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.


Kunjungan ke Rusia dan Kepentingan Strategis Indonesia

Kunjungan ini tidak hanya berdampak simbolis, tetapi juga bernilai strategis. Rusia adalah mitra potensial di bidang pertahanan, teknologi militer, dan energi. Indonesia memanfaatkan pertemuan ini untuk memperluas kerja sama modernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista) serta diversifikasi energi.

Di tengah persaingan kekuatan besar, Indonesia memosisikan diri sebagai kekuatan menengah. Negara ini mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dapat dicapai melalui dialog dan keadilan, bukan dominasi militer. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak tunduk pada tekanan geopolitik.


Implikasi Global dan Relevansi Regional

Secara global, kunjungan ini menjadi sinyal kuat. Indonesia tetap berperan aktif di panggung dunia. Di kawasan ASEAN, Indonesia diharapkan menjadi penyeimbang dalam konflik Laut Cina Selatan. Juga sebagai jembatan antara negara-negara Timur dan Barat.

Politik luar negeri bebas aktif memberi fleksibilitas bagi Indonesia. Negara ini mampu menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat diplomasi multilateral. Pendekatan dialog dan kerja sama tanpa konfrontasi menjadi ciri khas diplomasi Indonesia. Kunjungan strategis seperti ini memperkuat peran tersebut.


Kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia menegaskan kembali arah dan prinsip diplomasi Indonesia yang menjunjung tinggi politik luar negeri bebas aktif. Di tengah dinamika geopolitik yang rumit, Indonesia mampu menempatkan diri sebagai negara yang bersahabat dengan semua pihak tanpa kehilangan jati diri dan kemandirian dalam menentukan sikap politik.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar politik luar negeri dan kebijakan strategis nasional lainnya, jangan lewatkan berita-berita aktual dan analisis tajam hanya di Garap Media. Saksikan bagaimana langkah Indonesia ke depan dalam memperkuat posisi globalnya melalui diplomasi cerdas dan penuh perhitungan.


Referensi:

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /