Kue Ombus-ombus adalah salah satu kue tradisional paling populer dari masyarakat Batak Toba di Sumatera Utara. Kue ini memiliki citarasa manis lembut dengan aroma khas daun pisang. Namanya berasal dari kata “ombus” yang berarti meniup, karena kue ini paling nikmat disantap saat masih panas sehingga perlu ditiup sebelum dimakan.
Kue sederhana ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi Batak, sering hadir dalam acara adat, jamuan keluarga, pesta kecil, hingga suguhan untuk tamu. Dengan bahan yang murah dan cara pembuatan yang mudah, ombus-ombus terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Asal-Usul Ombus-Ombus dalam Tradisi Batak Toba
Ombus-ombus sudah dikenal sejak lama di kawasan Balige, Toba, dan sekitarnya. Dahulu, kue ini dibuat sebagai suguhan sederhana ketika keluarga atau tetangga berkunjung. Dalam masyarakat Batak, tamu memiliki tempat terhormat, dan menyambut mereka dengan makanan hangat adalah bentuk martabe—menjaga kehormatan dan nilai-nilai kebersamaan.
Kue Ombus-ombus ini kemudian menjadi bagian dari acara-acara seperti:
Manogu (acara syukuran)
Marhusip dan adat perkawinan
Acara kumpul keluarga / Partangiangan
Pesta adat kecil
Tanda penyambutan tamu
Meski sederhana, kehadirannya kuat sebagai simbol kehangatan, kerendahan hati, dan keramahan khas Batak.
Makna Budaya dan Filosofi Ombus-Ombus
Tradisi “meniup” sebelum makan menyimbolkan:
Kesabaran
Kehangatan keluarga
Keramahan kepada tamu
Penyajian tulus tanpa kemewahan
Kue ini adalah pengingat bahwa makanan sederhana dapat memiliki nilai budaya yang besar. Ombus-ombus juga menunjukkan bagaimana masyarakat Batak sangat menghargai kebersamaan, kerja sama, dan tradisi turun-temurun.
Resep Ombus-Ombus Tradisional
Bahan:
250 gram tepung beras
100 gram gula merah serut
100 gram kelapa parut muda (opsional, beberapa daerah menambahkan)
¼ sdt garam
Daun pisang untuk membungkus
Cara Membuatnya :
Siapkan adonan
Campur tepung beras, kelapa parut, dan garam. Aduk rata hingga tekstur menyerupai pasir lembut.Bungkus dengan daun pisang
Sobek daun pisang menjadi lembaran kecil. Letakkan adonan secukupnya, beri isian gula merah serut di bagian tengah.Tutup dan bentuk
Lipat daun pisang membentuk gulungan kecil seperti lontong mini. Pastikan gula merah tertutup rapat agar tidak bocor saat dikukus.Kukus hingga matang
Kukus selama 20–25 menit. Aroma wangi dari daun pisang akan keluar saat matang.Sajikan hangat
Ombus-ombus paling enak disantap saat masih panas—di sinilah makna “ombus” atau meniup terasa.
Tips Membuat kue Ombus-Ombus Lebih Enak
Gunakan gula merah kualitas baik agar rasa karamel lebih kuat.
Daun pisang sebaiknya dilemaskan di atas api agar mudah dibentuk.
Jika ingin tekstur lebih gurih, tambahkan sedikit santan pada adonan
baca juga : Rahasia Lezat Mie Sop Indonesia, Cocok Saat Musim Hujan
Ombus-Ombus dalam Tradisi Kuliner Batak toba
Walaupun kini mudah ditemukan di berbagai pasar dan toko kue tradisional di Sumatera Utara, banyak keluarga Batak yang masih mempertahankan tradisi membuat kue ombus-ombus sendiri saat acara khusus. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak sekadar makanan, tetapi juga media menyatukan keluarga dan mempertahankan identitas budaya.
Ombus-ombus bukan hanya kue sederhana, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Batak. Kue hangat ini selalu berhasil menghadirkan rasa nostalgia dan kebersamaan.
Untuk kamu yang suka kuliner tradisional, jangan lupa baca artikel menarik lainnya hanya di Garap Media.
sumber refrensi:
Sihite, F. G. (2023, 10 Juni). Sejarah dan cara membuat ombus-ombus, kue tradisional khas Batak. DetikSumut. https://www.detik.com/sumut/kuliner/d-6765582/sejarah-dan-cara-membuat-ombus-ombus-kue-tradisional-khas-batak
