Krisis Demokrasi Prancis – kini menghadapi masa yang penuh gejolak. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan sosial dan politik semakin meningkat. Gelombang protes, menurunnya kepercayaan publik terhadap parlemen, serta meningkatnya dukungan terhadap partai ekstrem menunjukkan gejala krisis demokrasi yang nyata.
Menurunnya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah
Masyarakat Prancis merasa semakin jauh dari pemerintah dan para elit politik. Banyak warga yang menganggap kebijakan negara tidak lagi mencerminkan aspirasi rakyat. Survei terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kepercayaan terhadap presiden, parlemen, dan lembaga penegak hukum. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa fondasi demokrasi Prancis sedang goyah.
Kebangkitan Partai Ekstrem dan Politisasi Isu Sosial
Dalam situasi ketidakpastian ini, partai-partai populis dan ekstrem kanan seperti Rassemblement National mengalami lonjakan dukungan. Mereka memanfaatkan keresahan publik terhadap isu imigrasi, ekonomi, dan identitas nasional. Politisasi isu-isu sosial semakin memperlebar jurang perpecahan antarkelompok masyarakat.
Baca juga: (Hamas dan Israel: Titik Balik Pembebasan Sandera.2025)
Demonstrasi Jalanan dan Polarisasi Sosial
Protes besar-besaran yang melanda kota-kota utama seperti Paris, Lyon, dan Marseille mencerminkan meningkatnya ketegangan sosial. Demonstrasi yang awalnya berfokus pada isu ekonomi kini berkembang menjadi kritik terhadap sistem pemerintahan secara keseluruhan. Polarisasi sosial pun semakin tajam antara kelompok urban progresif dan komunitas konservatif di pedesaan.
Dampak terhadap Stabilitas Eropa
Krisis demokrasi di Prancis tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga berimplikasi pada stabilitas politik Eropa. Sebagai salah satu pilar utama Uni Eropa, ketidakstabilan politik di Prancis dapat menggoyang kepercayaan terhadap proyek integrasi Eropa. Beberapa analis memperingatkan bahwa melemahnya demokrasi Prancis bisa membuka ruang bagi pengaruh politik luar yang ingin memperlemah solidaritas Eropa.
Upaya Reformasi dan Tantangan ke Depan
Pemerintah berusaha melakukan reformasi melalui transparansi dan partisipasi publik yang lebih besar. Namun, langkah-langkah ini masih menghadapi resistensi. Tantangan terbesar adalah mengembalikan kepercayaan rakyat tanpa memperdalam perpecahan politik yang sudah ada. Masa depan demokrasi Prancis kini bergantung pada kemampuan negara tersebut untuk membangun kembali legitimasi institusionalnya.
Kesimpulan
Krisis demokrasi di Prancis merupakan refleksi dari tantangan global yang juga dihadapi banyak negara maju — menurunnya kepercayaan terhadap sistem politik tradisional. Jika tidak segera diatasi, ketegangan sosial dan polarisasi ideologis bisa mengancam stabilitas politik jangka panjang.
Prancis kini berada di persimpangan: memperkuat kembali nilai-nilai demokrasi, atau terjebak dalam spiral ketidakpercayaan yang bisa menggoyang fondasi republiknya.
Referensi:
Le Monde. (2025). France’s democratic crisis is showing increasingly alarming symptoms. https://www.lemonde.fr/en/opinion/article/2025/10/21/france-s-democratic-crisis-is-showing-increasingly-alarming-symptons_6746626_23.html
Kompas.id. (2025). PM Baru Perancis Mengundurkan Diri, Krisis Politik Paris Kian Dalam. https://www.kompas.id/artikel/pm-baru-perancis-mengundurkan-diri-krisis-politik-paris-kian-dalam
