Kongo Resmi Dukung Indonesia Bangun Pusat Gambut Internasional di COP30

Last Updated: 16 November 2025, 00:57

Bagikan:

Dukungan Republik Demokratik Kongo untuk pusat lahan gambut Indonesia menegaskan komitmen kedua negara memperkuat aksi iklim global. Sumber gambar: ANTARA/Anita Permata Dewi
Table of Contents

Kongo Resmi Dukung Indonesia Bangun Pusat Gambut Internasional di COP30

Indonesia mendapatkan dukungan penting dari Republik Demokratik Kongo (DRC) pada forum COP30. Dalam pertemuan bilateral tersebut, DRC menegaskan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam mengoperasikan Pusat Lahan Gambut Internasional atau International Tropical Peatlands Centre (ITPC). Dukungan ini diberitakan oleh detikNews (2025) dan menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama negara pemilik gambut semakin menguat.

Pusat gambut internasional ini dirancang sebagai ruang kolaborasi global untuk riset, teknologi, dan perlindungan gambut tropis. Indonesia bersama Kongo dan negara lain seperti Peru telah lama bekerja sama dalam upaya restorasi gambut. Momentum ini mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin inisiatif lingkungan di tingkat dunia.


Penguatan Diplomasi Lingkungan Indonesia–Kongo

Republik Demokratik Kongo melalui delegasinya memberikan dukungan penuh agar Indonesia mengoperasikan pusat gambut internasional. Dalam laporan detikNews (2025), dukungan ini disampaikan langsung pada pertemuan bilateral di Paviliun Indonesia di COP30. DRC menilai peran Indonesia sangat strategis dalam memimpin upaya global perlindungan gambut tropis.

Sementara itu, Republik Kongo—negara tetangga DRC—juga melakukan pertemuan bilateral terpisah dengan Indonesia, sebagaimana diberitakan oleh ANTARA News (2025). Republk Kongo dan Indonesia sepakat membentuk forum restorasi gambut tropis yang akan memperkuat riset dan tata kelola karbon di kawasan gambut. Forum ini bertujuan memastikan bahwa karbon yang dihasilkan dari ekosistem gambut memiliki integritas tinggi dan dapat diperdagangkan secara adil di pasar karbon global.


Restorasi Gambut Jadi Prioritas Utama di COP30

Menurut laporan ANTARA English (2025), Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat konservasi gambut dan mangrove saat bertemu dengan UNEP. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lahan gambut bukan hanya kebijakan domestik, tetapi juga agenda internasional yang melibatkan kerja sama multilateral.

Dalam forum tersebut, dibahas pula rencana joint statement antara Indonesia, Republik Kongo, DRC, dan Peru sebagai negara pemilik gambut tropis terbesar di dunia. Pernyataan bersama ini diharapkan menjadi landasan kolaborasi dalam melindungi Cuvette Centrale—kawasan gambut raksasa di Afrika Tengah—serta wilayah gambut di Kalimantan dan Sumatra.

Selain restorasi, Indonesia juga menjadikan pengendalian kebakaran lahan dan pemulihan hidrologi sebagai prioritas. Upaya ini penting mengingat gambut memiliki kemampuan menyimpan karbon yang jauh lebih besar dibandingkan hutan biasa, sehingga kerusakannya dapat memicu lonjakan emisi.


Kolaborasi Pasar Karbon Berintegritas Tinggi

Kerja sama Indonesia dan DRC tidak berhenti pada sektor gambut. Dalam pemberitaan ANTARA (2025), kedua negara sepakat membangun pasar karbon berintegritas tinggi sebagai upaya memperkuat nilai ekonomi konservasi. DRC sebelumnya telah membentuk lembaga pengawas pasar karbon, ARMCA (Autorité de Régulation des Marchés du Carbone), yang mengatur perdagangan karbon secara transparan.

Indonesia menyatakan kesiapannya membantu tata kelola tersebut melalui transfer teknologi, standardisasi metodologi karbon, serta peningkatan kapasitas regulator. Kolaborasi pasar karbon ini dinilai dapat membantu negara berkembang memperoleh manfaat finansial dari upaya perlindungan ekosistem.


Pentingnya Pusat Gambut Internasional bagi Dunia

Pusat gambut internasional atau ITPC telah lama menjadi wadah kolaborasi berbagai negara yang memiliki ekosistem gambut tropis. ITPC lahir dari deklarasi Brazzaville yang ditandatangani Indonesia, Republik Kongo, dan DRC sebagai komitmen bersama melindungi kawasan gambut Afrika—terutama Cuvette Centrale—yang menjadi penyerap karbon global.

Dengan dukungan terbaru dari DRC di COP30, posisi Indonesia dalam memimpin pengelolaan gambut global semakin kuat. ITPC berpotensi menjadi episentrum riset internasional untuk teknologi restorasi, pemetaan lahan gambut, serta pengendalian kebakaran. Keberadaan pusat ini juga dapat memperkuat diplomasi karbon Indonesia di forum internasional.


Dukungan Republik Demokratik Kongo terhadap inisiatif Indonesia mengoperasikan pusat gambut internasional menandai langkah besar dalam penguatan kerja sama global untuk mitigasi perubahan iklim. Kolaborasi ini bukan hanya simbolis, tetapi mencakup agenda strategis mulai dari restorasi gambut, pasar karbon, hingga penguatan diplomasi lingkungan.

Untuk berita lainnya mengenai kebijakan iklim, lingkungan hidup, serta isu global terkini, pembaca dapat mengeksplorasi lebih banyak artikel menarik di Garap Media. Terus ikuti perkembangan terbaru agar tidak tertinggal informasi penting seputar isu lingkungan dunia.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /