Di banyak daerah di Sumatera dan Jawa, aroma durian matang dan santan kental yang direbus pelan sering jadi pertanda: ada yang sedang membuat kinca durian. Saus manis khas ini biasanya menemani ketan putih, lupis, atau tape singkong — manisnya pas, gurihnya lembut, dan aromanya menggoda.
Kini, kinca durian kembali populer, bukan hanya di dapur rumah tapi juga di kafe dan toko oleh-oleh modern. Yuk, simak kisah dan resep lengkapnya!
Asal Usul Kinca Durian
Kinca berasal dari tradisi kuliner Melayu dan Jawa yang memadukan santan, gula merah, dan bahan utama seperti durian. Di masa lalu, kinca dibuat untuk acara keluarga besar atau perayaan panen.
Durian, si “raja buah”, menjadi simbol kemakmuran, sementara santan melambangkan kelimpahan. Maka tak heran jika kinca durian kerap hadir di momen-momen istimewa.
Resep Asli Kinca Durian
Berikut resep tradisional kinca durian yang bisa kamu coba di rumah — sederhana, tapi hasilnya luar biasa lezat!
🧂 Bahan-bahan:
250 gram daging durian matang (pisahkan dari bijinya)
200 ml santan kental
100 gram gula merah, sisir halus
2 sdm gula pasir (opsional, untuk menambah manis)
1 lembar daun pandan
Sejumput garam
Cara membuatnya :
Panaskan santan.
Tuang santan ke dalam panci bersama daun pandan dan garam. Masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah.Tambahkan gula merah.
Masukkan gula merah dan aduk hingga larut sempurna.Masukkan durian.
Setelah gula larut, masukkan daging durian. Aduk perlahan hingga durian melebur dan kinca mulai mengental.Cicipi rasa.
Tambahkan sedikit gula pasir jika ingin lebih manis. Masak hingga kinca mengeluarkan aroma harum khas durian dan berwarna cokelat keemasan.Angkat dan sajikan.
Dinginkan sebentar, lalu sajikan kinca sebagai pelengkap ketan, lupis, atau roti tawar.baca juga : Seruit Lampung, Tradisi Kuliner yang Menyatukan Keluarga dan Masyarakat
Kinca durian mengajarkan satu hal sederhana: bahwa setiap rasa menyimpan cerita, dan setiap tradisi punya makna yang tak lekang oleh waktu. Dari dapur nenek di kampung hingga cangkir kopi di kafe modern, kinca tetap menjadi simbol hangatnya warisan Nusantara. Untuk kisah kuliner lainnya yang menggugah selera dan menggali makna di balik cita rasa, baca dan nikmati hanya di Garap Media.
refrensi :
