Kimi K2 Thinking: Model AI Terbuka yang Diklaim Kalahkan GPT-5 dan Sonnet 4.5

Last Updated: 13 November 2025, 14:50

Bagikan:

Kimi K2 Thinking jadi sorotan karena kemampuannya menyaingi GPT-5 dalam pemrosesan bahasa alami dan analisis data. Sumber gambar: Alpha Match
Table of Contents

Kimi K2 Thinking: Model AI Terbuka yang Diklaim Kalahkan GPT-5 dan Sonnet 4.5

Dunia kecerdasan buatan kembali dikejutkan oleh kemunculan Kimi K2 Thinking, model AI terbaru besutan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Moonshot AI. Model ini menarik perhatian karena diklaim mampu menyaingi bahkan melampaui performa GPT-5 dan Sonnet 4.5 milik perusahaan raksasa Amerika Serikat. (Liputan6.com, 2025)

Berbeda dari kebanyakan model AI tertutup, Kimi K2 Thinking dirilis dengan pendekatan open-source, memberikan akses luas kepada pengembang di seluruh dunia untuk memanfaatkan dan memodifikasi kemampuannya. Langkah ini dianggap sebagai tonggak penting dalam dunia AI karena membuka peluang riset dan kolaborasi yang lebih transparan. (VentureBeat, 2025)


Apa Itu Kimi K2 Thinking?

Latar Belakang Pengembangan

Kimi K2 Thinking dikembangkan oleh Moonshot AI, startup asal Tiongkok yang belakangan mendapat perhatian global karena fokusnya pada pengembangan AI terbuka. Model ini merupakan evolusi dari seri Kimi K1 dan K2 sebelumnya, namun versi “Thinking” hadir dengan kemampuan reasoning atau penalaran yang jauh lebih kompleks. (VentureBeat, 2025)

Fitur Unggulan

Beberapa keunggulan utama Kimi K2 Thinking meliputi:

  • Context window hingga 256.000 token, memungkinkan AI memahami konteks percakapan atau dokumen yang sangat panjang. (Cybernews, 2025)
  • Kemampuan melakukan hingga 200–300 panggilan tool (tool calls) secara berurutan tanpa intervensi manusia, menjadikannya agen berpikir yang sangat otonom. (VentureBeat, 2025)
  • Performa reasoning tinggi, di mana Kimi K2 Thinking mencatat skor 44,9% pada tes Humanity’s Last Exam (HLE) dan 60,2% pada benchmark BrowseComp, menyalip beberapa model besar seperti GPT-5 dan Claude Sonnet 4.5. (Cybernews, 2025)

Langkah Moonshot AI ini juga mendapat pujian karena merilis model di bawah lisensi Modified MIT, yang memungkinkan penggunaan komersial dengan batasan minimal. (Blockchain Council, 2025)


Kimi K2 Thinking Kalahkan GPT-5 di Tes AI Global

Menurut laporan Liputan6.com (2025), hasil benchmark menunjukkan Kimi K2 Thinking unggul dalam beberapa tes kemampuan logika dan pemahaman konteks panjang, bahkan melampaui GPT-5 yang selama ini menjadi standar industri AI global. Model ini dinilai lebih efisien dalam menjalankan reasoning kompleks karena menggunakan arsitektur Mixture of Experts (MoE) dengan total parameter mencapai 1 triliun dan aktivasi sekitar 32 miliar per inferensi.

Selain itu, Cybernews (2025) melaporkan bahwa kemampuan multi-tool dan context awareness yang dimiliki model ini menjadi faktor utama keunggulannya. Dengan dukungan infrastruktur kuat, Kimi K2 Thinking dinilai mampu menjadi dasar bagi generasi baru AI agen berpikir (thinking agent) di masa depan.


Dampak bagi Pengembang dan Dunia Teknologi

Peluncuran Kimi K2 Thinking menjadi peluang besar bagi para pengembang, termasuk komunitas developer di Indonesia. Dengan model terbuka seperti ini, pengembang dapat memanfaatkannya untuk membuat sistem cerdas yang lebih adaptif—mulai dari chatbot edukatif hingga agen rekomendasi otomatis. (VentureBeat, 2025)

Selain itu, pendekatan open-source juga memungkinkan institusi pendidikan, startup teknologi, dan komunitas riset untuk memahami lebih dalam cara kerja AI tingkat lanjut tanpa harus bergantung pada perusahaan besar Barat. Model ini membuka jalan menuju kemandirian teknologi dan penguasaan AI secara lokal.


Tantangan dan Risiko

Namun, di balik potensinya, terdapat tantangan besar. Menjalankan Kimi K2 Thinking secara optimal membutuhkan infrastruktur GPU berkapasitas tinggi, serta kontrol keamanan yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan. (Cybernews, 2025)
Selain itu, adaptasi bahasa dan konteks lokal seperti Bahasa Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, mengingat sebagian besar data pelatihan model berasal dari sumber berbahasa Inggris dan Mandarin.


Kimi K2 Thinking menandai babak baru dalam dunia AI terbuka. Dengan kemampuan reasoning panjang, penggunaan tool otomatis, dan performa yang menyaingi GPT-5, model ini menunjukkan bahwa masa depan kecerdasan buatan tidak hanya dikuasai oleh perusahaan besar Amerika. (Liputan6.com, 2025)

Bagi pengembang di Indonesia, ini adalah kesempatan untuk mengeksplorasi AI tingkat lanjut dalam skala yang lebih terbuka dan terjangkau. Terus ikuti berita terkini seputar kecerdasan buatan dan teknologi hanya di Garap Media agar tidak ketinggalan inovasi AI berikutnya.

Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /