Khanduri Blang: Tradisi Petani Aceh yang Sarat Makna Syukur

Last Updated: 28 October 2025, 14:40

Bagikan:

Foto: Muhammad Ikhsan
Table of Contents

Di tanah Aceh yang subur, di antara hamparan sawah yang menghijau, hidup sebuah tradisi tua yang masih lestari: Khanduri Blang.
Khanduri, berarti kenduri atau syukuran, sedangkan blang berarti sawah. Maka, Khanduri Blang adalah kenduri sawah, sebuah ungkapan syukur masyarakat Aceh kepada Allah SWT sebelum turun ke sawah atau setelah panen tiba.

Khanduri Blang adalah salah satu tradisi petani Aceh yang masih lestari hingga kini. Tradisi kenduri sawah ini menjadi simbol syukur kepada Allah SWT atas rezeki dari bumi yang subur. Dalam setiap pelaksanaannya, Khanduri Blang tidak hanya mempersatukan masyarakat dalam doa dan kebersamaan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal Aceh yang menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Khanduri Blang hadir sebagai pengingat bahwa kemajuan tidak harus menghapus tradisi. Ia justru memperkuat jati diri dan spiritualitas masyarakat Aceh yang menempatkan syukur dan gotong royong sebagai napas kehidupan.

Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun. Lebih dari sekadar adat, Khanduri Blang menjadi bukti betapa eratnya hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.


Makna Spiritual: Syukur di Tengah Tanah dan Air

Bagi masyarakat Aceh, menanam padi bukan sekadar urusan perut — tapi ibadah yang penuh doa dan harapan. Dalam Khanduri Blang, para petani berkumpul di tepi sawah, membawa nasi, lauk, dan ayam kampung yang dimasak bersama.
Sebelum makan, seorang teungku akan memimpin doa bersama, memohon kepada Allah agar hasil panen melimpah dan jauh dari bala.

Doa itu menjadi pengingat, bahwa setiap bulir padi adalah amanah dan berkah dari Allah. Tradisi ini meneguhkan nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari: bahwa usaha hanyalah sebab, hasil tetap dari Tuhan.


Makna Sosial: Gotong Royong dan Kebersamaan

Khanduri Blang juga menjadi wahana mempererat silaturahmi antarwarga gampong. Semua orang turun tangan — laki-laki menyiapkan peralatan, perempuan memasak, anak-anak membantu. Tak ada yang merasa lebih tinggi; semua duduk di tikar yang sama, makan dari talam yang sama.

Nilai gotong royong ini sejatinya sangat Islami. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidaklah beriman seseorang di antara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka Khanduri Blang bukan sekadar pesta makan, tapi wujud nyata ukhuwah Islamiyah yang hidup di tengah masyarakat Aceh.

Baca juga: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/03/07/khanduri-blang-tradisi-adat-tolak-hama-agar-panen-melimpah-dari-aceh


Makna Ekologis: Harmoni dengan Alam

Tradisi ini juga menyiratkan kesadaran ekologis yang tinggi. Sebelum turun ke sawah, petani bermusyawarah menentukan waktu tanam serentak agar hama tak menyerang.
Kebersamaan dalam bertani menjaga keseimbangan alam – bukti bahwa kearifan lokal Aceh sudah lama memahami konsep ekoteologi, hubungan antara iman dan kelestarian bumi.

Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf: 56:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”

Kanduri Blang mengajarkan, bahwa menjaga alam juga bagian dari ibadah.


Pelajaran untuk Santri dan Generasi Muda

Di era modern ini, semangat Khanduri Blang seolah ingin berbisik kepada generasi muda:
“Jangan lupa asalmu, jangan lepaskan akarmu.”
Tradisi bukan penghalang kemajuan, tapi fondasi moral yang mengajarkan syukur, kerja keras, dan kebersamaan.

Bagi santri, nilai Khanduri Blang selaras dengan kehidupan di dayah:

  • belajar dengan ikhlas,

  • bekerja bersama,

  • dan selalu menempatkan doa di atas usaha.


Penutup

Khanduri Blang adalah cermin jiwa masyarakat Aceh — sederhana tapi penuh makna.
Ia mengikat langit dan bumi dalam satu kalimat syukur:

“La ilaha illa Allah, semua dari-Mu ya Rabb.”

Ketika doa berkumandang di tengah sawah dan tangan petani menanam benih, saat itulah Aceh mengajarkan kepada dunia:
bahwa syukur yang sejati adalah bekerja sambil berdoa, dan berbagi sambil mengingat Allah.

Baca juga: https://garapmedia.com/mahar-di-aceh/

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /