Kesehatan Mental di Era Digital: Tantangan dan Solusi

Last Updated: 30 September 2025, 08:09

Bagikan:

kesehatan mental
foto unspalsh:https://unsplash.com/id/@markuswinkler
Table of Contents

Kesehatan mental – kini menjadi isu penting dalam kehidupan modern. Kehadiran media sosial dan teknologi digital membawa perubahan besar pada gaya hidup masyarakat. Tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Akibatnya, kondisi psikologis pun mulai terpengaruh, terutama pada generasi muda yang aktif menggunakan teknologi.

Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

Media sosial memang menawarkan hiburan, informasi, dan koneksi tanpa batas. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat risiko yang tidak bisa diabaikan. Stres, kecemasan, hingga rasa rendah diri sering muncul karena paparan konten yang berlebihan. Banyak remaja cenderung membandingkan hidupnya dengan unggahan orang lain. Tekanan untuk selalu terlihat sempurna akhirnya memicu gangguan kesehatan mental (World Health Organization, 2022).

Generasi Muda Rentan Tekanan Digital

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena generasi muda menjadi kelompok paling rentan. Mereka mudah terpengaruh oleh tren serta komentar warganet. Tidak jarang, rasa cemas meningkat ketika unggahan mereka tidak mendapat respons sesuai harapan. Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) ikut memperburuk keadaan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, tekanan digital ini dapat menurunkan kualitas hidup remaja.

Baca juga: Sejarah dan Hukum Nasional Indonesia

Peran Literasi Digital Sehat

Pencegahan dampak buruk tersebut, literasi digital sehat sangat dibutuhkan. Masyarakat perlu memahami cara menggunakan media sosial secara bijak. Salah satu langkah awal adalah mengatur waktu layar agar tidak berlebihan. Selain itu, membatasi konsumsi konten negatif akan membantu menjaga kestabilan emosi. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan keluarga menanamkan kesadaran literasi digital sejak dini.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Agar tetap sehat mental di era digital, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Batasi waktu bermain media sosial setiap hari.
  • Pilih konten yang memberi motivasi positif.
  • Rutin berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman.
  • Lakukan aktivitas fisik untuk menyeimbangkan pikiran.
  • Konsultasi dengan ahli jika mulai muncul gejala gangguan psikologis.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, risiko tekanan digital dapat berkurang.

Peran Keluarga dan Lingkungan

Selain peran individu, keluarga juga memiliki tanggung jawab besar. Orang tua perlu memperhatikan kebiasaan digital anak dan memberikan arahan yang tepat. Sementara itu, lingkungan sekitar sebaiknya mendukung interaksi sosial nyata. Dukungan moral, komunikasi terbuka, serta pendampingan yang konsisten akan sangat membantu mengurangi tekanan psikologis.

Penutup

Singkatnya, kesehatan mental di era digital merupakan tantangan serius. Media sosial memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga menimbulkan dampak negatif jika digunakan berlebihan. Oleh karena itu, kesadaran diri, literasi digital sehat, serta dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting. Dengan langkah yang tepat, masyarakat bisa tetap sehat mental meski hidup di tengah derasnya arus digital. Simak berita terbaru dan aktual lainnya hanya di Garap Media.

Referensi

World Health Organization. (2022). Mental health and digital technology. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response

American Psychological Association. (2023). Social media and mental health. APA. https://www.apa.org/topics/social-media-internet/mental-health

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /