Keracunan Makan Bergizi Gratis di Sekolah: Kurang Pengawasan?

Last Updated: 13 October 2025, 08:30

Bagikan:

Ilustrasi Nasi kotak berisi ayam, sayur, dan susu dibagikan dalam program makanan bergizi gratis yang diduga menyebabkan keracunan massal.
Sumber: voi.id (2025)
Table of Contents

Keracunan Makan Bergizi Gratis – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digarap pemerintah bertujuan menyediakan asupan bergizi untuk anak-anak sekolah. Namun, beberapa waktu terakhir, program ini menuai sorotan akibat kasus keracunan makan bergizi gratis yang menyebabkan puluhan siswa mengalami mual, muntah, dan diare.Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah standar keamanan pangan di sekolah sudah memadai?


Apa Itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?

Menurut studi yang dilakukan oleh Qomarullah et al.,(2025), program MBG merupakan inisiatif nasional untuk memperbaiki gizi anak Indonesia. Setiap anak sekolah menerima satu porsi makanan bergizi setiap hari dengan harapan meningkatkan konsentrasi belajar dan mencegah stunting. Namun, pengolahan dan distribusi makanan dalam skala besar menuntut pengawasan ekstra ketat agar terhindar dari kontaminasi.


Mengapa Kasus Keracunan Makanan Bisa Terjadi?

Beberapa faktor utama penyebab keracunan makan bergizi gratis antara lain:

  • Higiene dapur yang buruk dan sanitasi alat masak yang tidak sesuai standar.

  • Distribusi tanpa pendingin, membuat bakteri berkembang saat makanan disimpan terlalu lama.

  • Kurangnya pengawasan tenaga gizi dan petugas keamanan pangan.

  • Kontaminasi silang dari bahan mentah, tangan, atau wadah pengantaran.

Menurut Badan POM (2024), penyebab terbanyak keracunan massal di Indonesia berasal dari makanan olahan yang disimpan di suhu ruang lebih dari dua jam.

Baca juga: Kotak Makan MBG Diduga Mengandung Babi, Fakta Mengejutkan! – Garap Media


Dampak Keracunan Makanan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan Korban

Menurut Marcela et al., (2023) dalam literaturnya menyatakan bahwa keracunan makanan umumnya muncul dalam 1–6 jam setelah konsumsi.

Gejala umum:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Demam ringan

Jika tidak segera ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi dan kehilangan elektrolit. Selain dampak fisik, kasus ini juga menimbulkan dampak sosial: menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.


Upaya Pencegahan Keracunan pada Program Makanan Bergizi Gratis

Menurut Qomarullah et al., (2025) untuk mencegah kasus serupa, perlu langkah terpadu:

  1. Audit dapur penyedia makanan MBG secara rutin oleh dinas kesehatan dan BPOM.

  2. Pelatihan juru masak mengenai suhu penyajian, kebersihan alat, dan waktu distribusi.

  3. Edukasi sekolah dan orang tua tentang pentingnya keamanan pangan.

  4. Peningkatan fasilitas penyimpanan makanan agar tidak mudah basi di perjalanan.

Dengan penerapan prinsip food safety yang ketat, program makan bergizi bisa berjalan aman dan sehat bagi semua anak.


Kesimpulan

Kasus keracunan makan bergizi gratis menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan dalam setiap program sosial. Program bergizi tidak cukup hanya fokus pada nilai nutrisi, tetapi juga harus menjamin keamanan konsumsi dan mutu penyajian.  Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar program mulia ini tetap dipercaya dan berkelanjutan.

Cari informasi terbaru tentang isu MBG? Garap Media siap menyajikan berita terpercaya dan update terkini untuk Anda.


Referensi

/ Stay Connected /

466

Ikuti

1

Ikuti

73

Ikuti

13

Ikuti

/ Media Promosi /

Pasang Iklan & Promosikan Brand Anda di Garap Media!

Tampilkan produk, layanan, atau acara Anda di halaman kami dan jangkau ribuan pembaca setiap hari. Hubungi kami untuk penawaran kerja sama dan paket promosi terbaik.

/ Berita Lainnya /