Keracunan Makan Bergizi Gratis – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digarap pemerintah bertujuan menyediakan asupan bergizi untuk anak-anak sekolah. Namun, beberapa waktu terakhir, program ini menuai sorotan akibat kasus keracunan makan bergizi gratis yang menyebabkan puluhan siswa mengalami mual, muntah, dan diare.Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah standar keamanan pangan di sekolah sudah memadai?
Apa Itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Menurut studi yang dilakukan oleh Qomarullah et al.,(2025), program MBG merupakan inisiatif nasional untuk memperbaiki gizi anak Indonesia. Setiap anak sekolah menerima satu porsi makanan bergizi setiap hari dengan harapan meningkatkan konsentrasi belajar dan mencegah stunting. Namun, pengolahan dan distribusi makanan dalam skala besar menuntut pengawasan ekstra ketat agar terhindar dari kontaminasi.
Mengapa Kasus Keracunan Makanan Bisa Terjadi?
Beberapa faktor utama penyebab keracunan makan bergizi gratis antara lain:
- Higiene dapur yang buruk dan sanitasi alat masak yang tidak sesuai standar.
- Distribusi tanpa pendingin, membuat bakteri berkembang saat makanan disimpan terlalu lama.
- Kurangnya pengawasan tenaga gizi dan petugas keamanan pangan.
- Kontaminasi silang dari bahan mentah, tangan, atau wadah pengantaran.
Menurut Badan POM (2024), penyebab terbanyak keracunan massal di Indonesia berasal dari makanan olahan yang disimpan di suhu ruang lebih dari dua jam.
Baca juga: Kotak Makan MBG Diduga Mengandung Babi, Fakta Mengejutkan! – Garap Media
Dampak Keracunan Makanan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan Korban
Menurut Marcela et al., (2023) dalam literaturnya menyatakan bahwa keracunan makanan umumnya muncul dalam 1–6 jam setelah konsumsi.
Gejala umum:
- Mual
- Muntah
- Sakit perut
- Diare
- Demam ringan
Jika tidak segera ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi dan kehilangan elektrolit. Selain dampak fisik, kasus ini juga menimbulkan dampak sosial: menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Upaya Pencegahan Keracunan pada Program Makanan Bergizi Gratis
Menurut Qomarullah et al., (2025) untuk mencegah kasus serupa, perlu langkah terpadu:
- Audit dapur penyedia makanan MBG secara rutin oleh dinas kesehatan dan BPOM.
- Pelatihan juru masak mengenai suhu penyajian, kebersihan alat, dan waktu distribusi.
- Edukasi sekolah dan orang tua tentang pentingnya keamanan pangan.
- Peningkatan fasilitas penyimpanan makanan agar tidak mudah basi di perjalanan.
Dengan penerapan prinsip food safety yang ketat, program makan bergizi bisa berjalan aman dan sehat bagi semua anak.
Kesimpulan
Kasus keracunan makan bergizi gratis menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan dalam setiap program sosial. Program bergizi tidak cukup hanya fokus pada nilai nutrisi, tetapi juga harus menjamin keamanan konsumsi dan mutu penyajian. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci agar program mulia ini tetap dipercaya dan berkelanjutan.
Cari informasi terbaru tentang isu MBG? Garap Media siap menyajikan berita terpercaya dan update terkini untuk Anda.
Referensi
- Indonesian journal of intellectual publication. (2025). Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan. Retrieved from View of Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan
- BPOM (2024). Pedoman Penetapan Masa Simpan untuk Pangan Olahan yang Diproduksi Oleh Usaha Mikro dan Usaha Kecil. Retrieved from standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Pedoman_Masa_Simpan.pdf
- Jurnal Anestesi. (2024). Keracunan makanan. Retrieved from View of Keracunan Makanan
